Cerpen: Menunggu Pulang

Siang beranjak sore, langit tampak berlapis awan hitam tebal, hanya tinggal menunggu waktu air hujan jatuh ke bumi, sesekali terdengar gemuruh dari langit, membuat bulu kuduk berdiri dan ingin berlari

Cerpen: Kamu Bukan Jodohku

“Num, kenapa bengong?” Aku terkejut dengan Ruri yang tiba-tiba sudah di sampingku, padahal dia tadi pergi keluar untuk mengangkat telpon bang Rahmat, calon suaminya. Seperti kata Ruri mereka akan menikah

,

Cerpen: Hilang, Namun Dia Ada!

Sepi, malam seakan alunkan nyanyian duka, gesekan dedaunan bagai suara  rintihan jiwa-jiwa yang mengambang, dentingan waktu seakan menandakan akan datangnya ketakutan itu, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Dia masih