by

Tips Anti Gugup saat Berpidato yang Pasti Tokcer

Tips anti gugup saat berpidato merupakan solusi bagi yang takut berbicara di depan publik. Informasi ini harus diketahui terlebih dahulu sebelum naik podium. Jika sudah berada di ada podium atau mimbar, tentu semuanya terlambat. Pandangan mata seluruh audiens justru akan membuat rasa gugup semakin menjadi-jadi.

Menjadi orator adalah kepuasan yang besar. Apalagi jika bisa memengaruhi audiens sampai seakan tersihir dengan kalimat-kalimat yang disampaikan. Namun, ini tidak mudah. Sebab masih banyak halangan untuk berpidato yang baik dan berkualitas. Salah satunya adalah perasaan gugup ketika orator naik ke atas pentas.

Untuk itu, pada artikel berikut ini akan coba dijelaskan terkait tips anti gugup saat pidato. Semuanya diulas dalam bentuk listicle. Sehingga nantinya, masyarakat bisa mempelajari dan mencobanya dengan mudah. Ini tips yang dimaksud:

1. Kuasai Materi Pidato

Tips anti gugup saat berpidato yang pertama tentunya orator harus menguasai materi pidato di awal. Sehingga nantinya, apa yang ingin disampaikan sudah terjalin di dalam otak. Dan ketika tiba di atas podium, orator tinggal menyampaikan saja. Kalau sudah seperti ini, pidato pasti berjalan lancar.

Cara menguasai materi pidato sangat mudah. Jika pun memakai teks, silakan baca dulu sampai selesai. Coba diingat-ingat poin pentingnya saja. Setelah itu, usahakan ada kalimat pendukung yang bisa mengeluarkan poin tersebut saat berpidato. Kalau bisa jangan membawa teks ke depan khalayak. Sebab, mereka akan menyangka kita tidak memiliki kemampuan berbicara yang baik.

Tips ini juga menjadi dasar alasan mengapa memilih materi pidato yang mudah. Mudah di sini dalam arti memang sesuai bidang orator. Atau materi yang dipidatokan memang sesuai dengan jurusan pendidikan yang diampu. Tentunya, materi semacam ini akan lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Baca Juga  Wasiat Ampuh Memenangkan Persaingan Usaha
2. Jangan Menghafal Materi Pidato

Hentikan kebiasaan menghafal materi pidato. Apalagi jika materi tersebut masih berbentuk teks maupun audio rekaman. Kalau ini yang dipakai, justru orator akan semakin gugup saat di depan publik. Risikonya, semua hafalan materi akan hilang tanpa bekas.

Jika memahami materi pidato dengan menghafal, sama saja memasukkan kalimat-kalimat yang sama ke dalam otak. Sehingga, ketika otak blank, kalimat tersebut akan hancur berkeping-keping. Tentu orator tidak mungkin merajut kembali saat sedang di atas podium.

Oleh sebab itu, silakan pelajari materi pidato sampai paham. Namun jangan sekali-kali menghafal. Orator cukup membaca materi berulang-ulang lalu poin penting materi tanamkan di dalam otak. Setelah itu, silakan naik ke podium dengan membawa poin-poin materi di pikiran yang siap dikeluarkan.

3. Tenangkan Audiens Terlebih Dahulu

Jangan berpidato saat situasi audiens belum kondusif. Jika pendengar masih ramai, coba kondisikan dengan cara berdehem atau dengan kalimat “bisakah saya mulai?”. Jika situasi sudah tenang, coba ucapkan salam dengan keras dan percaya diri. Namun sebelum itu, orator boleh mengambil nafas panjang terlebih dahulu.

Berbicara saat pendengar sedang tenang dan fokus, bisa menambah kejernihan pikiran. Sebaliknya, berbicara dalam situasi ramai, segala materi yang dikuasai bisa hilang dengan cepat. Tips ini penting, karena masih banyak orator yang tidak tahu cara mengkondisikan pendengar.

Cara mengkondisikan audiens yang paling mudah adalah mengetuk microphone. Tujuannya tidak semata mengecek mik aktif atau tidak. Tetapi juga untuk memberitahukan kalau pidato akan segera dimulai. Ini terbukti berhasil. Sebab, sekali dua kali mik diketuk, biasanya suasana audiens sedikit lebih senyap.

4. Ambil Nafas Panjang

Mengambil nafas panjang bisa dilakukan sebelum mulai berpidato. Ini demi kejernihan pikiran sekaligus untuk menjaga suasana hati. Kalau keduanya sudah seimbang, tentu keberanian berbicara akan semakin besar. Semangat untuk menyampaikan informasi kepada audiens juga semakin tinggi.

Baca Juga  5 Tips Memilih Kampus yang Tepat untukmu!

Mengambil nafas panjang sebelum pidato juga untuk kenyamanan badan. Ada relaksasi yang terjadi termasuk ada sirkulasi darah yang mengalir dengan lancar. Orator tinggal menikmati suasana tersebut sampai diri benar-benar siap untuk memulai pidato. Kalau dirasa sudah siap baru ucapkan salam dengan lantang.

Silakan tarik napas panjang tetapi secara tersembunyi. Maksudnya usahakan audiens tidak mengetahui aktivitas orator. Jika audiens tahu, tentu mereka akan merasa kalau orator sedang gugup. Tentunya ini juga tidak bagus untuk kapasitas dan integritas dari si orator itu sendiri.

5. Tatap Mata Audiens dengan Berani

Seorang orator pasti berhadapan dengan audiens. Tentu tidak disebut sedang berpidato jika audiens berada di belakang orator. Maka dari itu, tips anti gugup saat berpidato berikutnya ialah orator harus berani menatap mata audiens. Ini dimulai dari sebelum orator mengucapkan salam.

Silakan tatap mata audiens dengan berani. Efek dari perilaku ini adalah bisa meningkatkan rasa percaya diri di dalam hati. Logikanya, semakin berani menatap mata audiensi, berarti orator telah mampu mengendalikan si pendengar. Sebaliknya, jika tidak ada keberanian menatap mata, maka otomatis rasa gugup akan muncul dalam sekejap.

Menatap mata audiens tidak harus nanar dan tajam. Tetapi berikan pandangan dengan kepastian dan keteguhan hati. Tanamkan juga di dalam jiwa kalau dari pandangan tersebut, si audiens pasti bisa dikendalikan. Jika ini sudah muncul maka baru orator memulai berpidato.

Demikian tips anti gugup saat berpidato yang harus dicoba. Tentunya, semua kiat harus dilalui dari latihan terlebih dahulu. Tidak ada seorang orator yang pertama kali naik podium, pasti penampilannya baik. Namun, seberapa sering kegagalan itu muncul, orator tetap harus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait