oleh

Cegah Infeksi dengan 6 Obat Pengering Luka Alami

Sepandai-pandai tupai melompat, dia bisa jatuh juga. Pepatah ini dapat digunakan untuk menggambar tentang bagaimanapun berhati-hatinya seseorang melakukan suatu aktivitas, adakalanya dia mengalami celaka dan terluka. Misalnya, seseorang yang bersepeda keliling taman. Karena terlalu asyik, dia tidak melihat batu di depannya. Sepedanya menerjang batu itu dan membuatnya terjungkal. Lututnya tergores karenanya. Luka tersebut sebaiknya jangan dibiarkan terus basah karena bakteri yang masuk ke dalam luka dapat mengakibatkan infeksi lanjutan.

Beruntunglah, di sekitar kita terdapat cukup banyak banyak yang bermanfaat sebagai obat pengering luka alami. Pilih obat pengering luka yang tepat agar dapat mempercepat proses penyembuhan, mengurangi rasa sakit, dan mencegah infeksi. Berikut adalah bahan-bahan alami yang dipercaya dapat membuat luka lebih cepat sembuh dan kering.

 1. Lidah Buaya

Lidah buaya juga mengandung senyawa glukomanan. Senyawa ini dapat mendorong pertumbuhan regenerasi sel dan produksi kolagen, yaitu protein yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

Untuk menggunakan lidah buaya sebagai obat pengering luka, caranya adalah dengan membelah batang lidah buaya untuk mengambil lendirnya. Oleskan lendir tersebut pada bagian yang luka. Lendir tersebut memberikan efek sejuk pada kulit sehingga tidak menimbulkan rasa perih.

Jika kamu mengalami luka terbakar karena paparan sinar matahari, oleskan lendir lidah buaya beberapa kali dalam sehari pada daerah tersebut. Namun, ketika luka bakar termasuk parah, segera konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan lendir lidah buaya.

2. Kunyit

Kunyit diyakini dapat menghentikan pendarahan pada luka terbuka. Hal ini dimungkinkan karena kunyit memiliki sifat antiseptik, yang dapat membantu mengatasi berbagai infeksi di tubuh, termasuk infeksi yang terjadi akibat luka.

Jika kamu mengalami luka terbuka pada kulit akibat terjatuh atau tersayat benda tajam, segera oleskan luka dengan pasta kunyit. Olesan pasta kunyit pada area yang luka dapat menghentikan infeksi dan peradangan. Minumlah juga sari kunyit sebelum tidur agar dapat memaksimalkan proses penyembuhan luka.

Baca Juga  Kamu Overthinking? Ikuti Tips Bersikap Bodo Amat Ini Yuk!

Untuk menggunakan pasta kunyit, caranya adalah dengan mencampurkan kunyit bubuk atau tumbukan kunyit dengan air hangat hingga menjadi pasta. Kemudian, oleskan pasta kunyit pada luka, lalu tutup dengan perban atau kain kasa.

3. Bawang Putih

Bawang putih adalah obat pengering luka alami yang memiliki sifat antimikroba dan antibiotik yang dapat membantu menghentikan pendarahan pada luka terbuka, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan penyembuhan. Bawang putih juga mampu meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Dalam bidang medis, bawang putih juga digunakan dalam pembuatan salep karena memiliki efek positif dalam mengeringkan luka.

Jika kamu mengalami luka luar, gunakan pasta bawang putih untuk mengeringkan luka tersebut. Parut beberapa siung bawang putih dan tambahkan sedikit air untuk membuatnya menjadi pasta. Lalu, ambil kain kasa steril dan tiriskan pasta bawang putih di atasnya. Dengan hati-hati, letakkan kasa yang sudah berisi pasta bawang putih pada luka. Gunakan perban agar kasa tidak bergeser dari luka.

4. Madu

Kulit yang terluka sangat rentan dimasuki oleh bakteri. Jika ada madu di rumah, gunakan madu untuk mengeringkan luka tersebut. Oleskan madu murni pada kapas, lalu tempelkan pada kulit yang terluka. Kemudian, tutup kapas tersebut dengan perban steril dan rekatkan ujungnya dengan plester agar madu tidak berceceran. Gantilah perban dengan rutin, sehari sekali.

Meskipun begitu, tidak semua luka dapat diobati dengan madu. Jenis-jenis luka yang bisa diobati dengan madu, misalnya luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong, luka bakar derajat rendah, dan luka yang tidak bernanah. Perkembangan pada luka setelah diolesi dengan madu harus terus dipantau. Segera hentikan pemakaian apabila muncul reaksi alergi terhadap madu atau jika luka tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari.

Baca Juga  7 Syarat Sepak Bola Indonesia Berprestasi, Beranikah Mencoba?
5. Minyak Kelapa

Asam lemak yang ditemukan dalam minyak nabati dianggap dapat membantu penyembuhan luka. Dengan demikian, minyak kelapa dapat dijadikan sebagai alternatif obat pengering luka alami dan pencegah infeksi. Minyak kelapa tidak hanya mencegah infeksi sekunder dan menstimulasi proses penyembuhan, tapi juga dapat menjaga kelembaban kulit dan mengurangi munculnya bekas luka di kulit.

Oleskan minyak kelapa pada area yang luka, lalu tutup dengan kasa steril. Oleskan kembali minyak kelapa setidaknya 2 hingga 3 kali sehari.

6. Daun Sirih

Daun sirih mengandung antioksidan yang sangat tinggi sehingga mampu membantu mempercepat proses penyembuhan pada luka. Untuk mendapatkan manfaatnya, kamu dapat meletakkan daun sirih yang sudah dicuci bersih pada luka, lalu bungkus dengan perban.

Atau, dapat juga dengan mengoleskan tumbukan daun sirih. Mula-mula, cuci terlebih dahulu beberapa lembar daun sirih, lalu tumbuk sampai halus. Kemudian, tempelkan tumbukan daun sirih itu selama beberapa menit pada luka. Daun sirih bisa membuat luka cepat mengering dan mencegah infeksi akibat bakteri yang menempel pada luka.

Itulah beberapa bahan yang bermanfaat sebagai obat pengering luka alami. Tentu tidak ada yang mengharapkan dirinya terluka. Akan tetapi, berjaga-jaga untuk setiap kemungkinan merupakan sikap yang bijak. Kita tidak pernah tahu kapan kita atau anggota keluarga akan terluka. Dengan demikian, obat untuk penyembuh luka tersebut harus mudah ditemukan, seperti obat berbahan alami yang ada di sekitar kita.

Pada dasarnya, penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dapat dipengaruhi banyak faktor. Jadi, walaupun bahan-bahan alami di atas sudah dipercaya secara turun-temurun, janganlah juga menjadikannya sebagai obat utama penyembuh luka. Jika luka terus basah dan mengalami infeksi, segeralah periksakan ke dokter.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya