by

Bagaimana Cara Memulai Training Toilet Pada Anak?

Cara memulai training toilet pada anak memang perlu dilakukan sejak dini. Hal ini dimaksudkan agar si kecil dapat terbiasa untuk menggunakan toilet dengan benar, bahkan dapat menjadi bagian pertumbuhan sang anak sehingga dapat mandiri sejak dini.

Namun, Bunda pun perlu memperhatikan tanda-tanda si kecil siap melakukan training ini. Pasalnya, ada beberapa anak yang ternyata memang belum siap, baik secara fisik maupun emosional yang ditunjukan oleh sang buah hati.

Cara Memulai Training Toilet untuk Sang Buah Hati

Setiap ibu dan ayah pasti memiliki caranya tersendiri dalam mengajarkan sesuatu. Tentu metode yang diterapkan tersebut adalah yang terbaik menurut setiap orangtua. Termasuk dalam training toilet, tetapi bagi Bunda yang masih bingung, cobalah beberapa tips berikut ini!

1. Perkenalkan Toilet Kepada Anak

Hal yang pertama yang perlu Bunda lakukan adalah mengenalkan fungsi dari toilet itu sendiri. Kemudian dengan alat-alat yang ada di dalamnya. Jelaskanlah secara jelas kepada mereka kegunaan dari masing-masing alat yang ada di dalam toilet.

Selain itu, Bunda pun perlu memberitahu bahwa mereka tidak dapat selamanya untuk buang air besar atau air kecil di popok atau celana. Berikan arahan pula kepada mereka bagaimana cara menggunakan alat di toilet sambil praktek. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah memahaminya.

2. Memberikan Contoh

Sesekali cobalah untuk memberikan contoh kepada sang buah hati ketika Bunda sedang menggunakan toilet. Misalnya, ketika Bunda ingin membuang air kecil maka, perlihatkan bagaimana Bunda melakukannya hal tersebut di toilet.

Selain itu, ajari anak untuk melepaskan celana atau popoknya ketika hendak buang air besar atau kecil. Kemudian langsung menuju toilet dan ajarkan anak untuk duduk yang benar saat menggunakan kloset.

Baca Juga  5 Cara Jitu Mengatasi Rasa Takut Anak

Selain itu, Bunda pun perlu memperlihatkan bagaimana caranya menyiram kloset dan membersihkan alat kelamin setelah BAB atau buah air kecil. Selain itu,  tanyakanlah adakah hal yang membuatnya bingung atau tidak. Jika ada, maka beritahukan hal tersebut secara perlahan-lahan. Bahkan jika perlu, berikan informasi tersebut dengan sering dan tentunya dengan cara yang baik.

3. Apresiasi Anak Ketika Menggunakan Toilet

Untuk mendorong anak menggunakan toilet, Bunda dapat mengapresiasinya dengan cara memuji. Namun, bunda perlu mengawasi sang buah hati setiap penggunaan toilet. Sehingga, sang buah hati tetap aman.

Sehingga anak-anak akan merasa bersemangat untuk melakukannya. Bahkan jika perlu berikan apresiasi dalam bentuk nyata seperti mendapatkan sesuatu ketika poinnya tercapai. Dimana hal tersebut seperti sedang bermain. Besar kemungkinan untuk sang anak merasa enjoy dalam melakukan training tersebut.

4. Mengajari Anak Mengenai Makna Tanggung Jawab

Cobalah untuk melakukan sebab akibat kepada anak, misalnya ketika anak buang air kecil di celana. Maka, cobalah untuk mengajarkan anak bertanggung jawab atas hal tersebut. Tentunya dengan membingbingnya, sehingga sang buah hati dapat membersihkannya dengan aman.

Lakukan hal ini setiap sang anak mengompol atau membuang air besar di celana. Sehingga lama laun anak pun akan merasa lebih baik melakukannya di toilet dibandingkan harus membersihkannya. Selain itu, hal ini pun mengajarkan anak untuk mandiri dan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

5.  Menjadikan Kegiatan Tersebut Sebagai Rutinitas

Lakukan kegiatan ke toilet ini sebagai rutinitas yang BUnda lakukan dengan sang buah hati. Baik untuk membuang air besar maupun air kecil. Sehingga, lambat laun sang anak mampu melakukannya dengan sendiri bahkan tanpa bantuan Bunda.

Baca Juga  Tips Memadupadankan Alas Kaki dengan Pakaian: Buat Kamu yang Bingung Mix and Match Baju, nih!

Adapun caranya Bunda dapat mengajak sang anak ketika sebelum maupun sesudah tidur untuk membuang air kecil di toilet. Bisa juga ketika dia sakit perut, biasakan untuk tidak melakukannya saat itu juga. Namun, cobalah untuk menahan sampai ke toilet terdekat.

Apabila sang buah hati masih belum terlalu dewasa untuk ditinggal, maka jangan coba-coba untuk meninggalkannya. Pasalnya, ia dapat melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Sehingga Bunda perlu terus mengawasinya.

Tanda-Tanda Sang Anak Siap Memulai Toilet Training

Seperti yang sudah di bawah di awal bahwa tidak semua usia anak bisa melakukannya. Sehingga, Bunda perlu mengenali ciri-ciri anak yang bisa diajak untuk memulai toilet training. Adapun umumnya usia yang bisa memulai hal tersebut berkisar sekitar 1,5 tahun sampai dengan 2 tahun. Inilah  ciri-ciri yang perlu Bunda ketahui!

1. Kesiapan fisik

Umumnya anak-anak yang sudah siap memperlihatkan, bahwa ia dapat menahan buang air kecil maupun besar yang ditunjukan melalui ekspresi. Selain itu, popok yang digunakannya masih dalam keadan kering ketika bangung tidur mapun setelah menggunakannya selama dua jam. Bahkan, Bunda mendapati sang buah hati tidak BAB di dalam popok.

Sehingga bisa dikatakan masih bersih dari tinja. Selain itu, anak-anak pun melakukan BAB pada waktu yang sama setiap harinya. Namun, pada satu momen terjadi pada waktu yang tidak dapat Bunda presikasi. Bunda pun perlu memperhatikan, apakah sang buah hati dapat melepas pakaiannya sendiri ketika di rumah sakit atau tidak? Apakah sang anak pun bisa memberitahu Bunda mengenai penggunaan toilet.

2. Kesiapan Emosi

Selain tanda fisik, biasanya anak pun akan memperlihatkan beberapa ciri emosional. Beberapa ciri tersebut di antaranya adalah  menunjukan rasa tidak nyaman ketika popok yang digunakannya basah atau kotor, sehingga ia akan meminta BUnda segera menggantinya. Selain itu, ia lebih sering ingin menggunakan celana dibandingkan popok dan sangat tertarik ketika Bunda menggunakan toilet.

Baca Juga  6 Tanda Bahwa Kamu Sedang Insecure dan 5 Cara Mengatasinya

Bahkan sang buah hati pun sering memberitahukan Bunda apabila dia ingin membuang air kecil maupun air besar. Ciri lain lainnya adalah ia akan menjauh atau menghentikan aktivitas yang dilakukan saat hendak buang air besar maupun kecil. Meskipun sang buah hati menggunakan popok.

Itulah beberapa cara memulai training toilet pada anak. Pastikan Bunda selalu mengawasi dan mengarahkan selama proses tersebut berjalan. Selain itu, training inipun akan membentuk karakter si kecil sehingga ia mampu bertanggung jawab mengenai dirinya sendiri sejak dini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya