by

Bagaimana Cara Membuat Novel yang Menarik? Cek yuk!

Bagi kamu yang pemula menulis novel, pasti ingin mengetahui bagaimana caranya membuat alur cerita yang menarik, bukan? Hal tersebut sebenarnya merupakan pertanyaan yang awam ditanyakan oleh siapapun. Khususnya bagi orang yang ingin terjun dalam menulis novel. Selain berbagai hal teknis, kamu pun perlu menyiapkan hal lain.

Seperti tidak terlalu berharap ceritamu akan langsung diterima oleh penerbit. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu larut dalam kekecewaan. Perlu diingat, ketika karya kita ditolak oleh penerbit, bukan berarti karyamu jelek. Hanya tidak cocok saja.

Cara Membuat Novel yang Menarik

Dalam membuat novel, sebetulnya tiap orang memiliki kebiasaan tersendiri. Ada orang yang perlu makan sesuatu terlebih dahulu. Sehingga dia dapat bebas berekspresi dan kerjanya pun maksimal dan lain sebagainya. Namun, secara umum inilah beberapa cara untuk membuat novel!

1. Mencari inspirasi

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah kamu mencari inspirasi, sehingga ide bisa didapatkan. Pasalnya tanpa sebuah ide yang matang, novel tidak akan berhasil dibuat. Selain itu, alur yang dibuat tidak akan hidup dan tidak akan terarah. Dimana ujung-ujungnya kamu akan mudah mengalami writer’s block.

Kamu dapat mencari inspirasi dengan bepergian ke tempat alam terbuka, melihat lalu lalang orang-orang, dan lain sebagainya. Namun, perlu kamu ingat bahwa setiap orang memperoleh inspirasi dengan cara yang berbeda. Maka, lakukanlah hal-hal yang biasanya mendatangkan inspirasi.

2. Tentukan target Baca

Sama hal nya dengan berbisnis, dalam menulis sebuah novel pun kamu perlu menentukan target baca untuk novelmu. Dari mulai usianya berapa tahun, kebiasaan dia seperti apa, hobi dia apa, kebutuhan dia apa dan lain sebagainya. Dengan mengetahui target baca yang ingin kamu tuju, hal tersebut akan membuat kamu lebih mudah menulis novel.

Baca Juga  7 Tips Membuat Hubungan Menjadi Langgeng

Kemudahan yang dimaksud seperti kamu tidak akan mengalami kebingungan dalam menentukan gaya bahasa, pembahasan yang akan dibahas dan lain sebagainya. Pasalnya tidak mungkin jika target bacanya adalah anak-anak, kamu menyajikan cerita mengenai pembunuhan atau beragam adegan yang berkaitan dengan kekerasan.

3. Membuat mapping plan

Untuk membuat ide yang telah kamu temukan menjadi terarah atau jelas. Diperlukan mapping plan dalam prosesnya. Apa yang dimaksud mapping plan? Alat ini merupakan sebuah konsep yang akan kamu gunakan dalam pembuatan novel. Dari mulai alur cerita,  pengenalan tokoh, permasalahan yang diangkat dan lain sebagainya.

Dengan alat tersebut, kamu akan terbantu memahami setiap part yang akan dibuat dan permasalahan apa yang akan diangkat. Selain itu, kamu pun akan terbantu membuat gaya bahasa obrolan maupun cara berpikir tokoh dari sisi karakter yang kamu buat.

Misalnya, si A memiliki sifat yang berani dan ceplas ceplos. Maka, bentuk dialog dari sosok nya pun harus mewakili dari karakternya. Dengan begini, kamu tidak akan mengalami kebingungan harus membahas apa saja nanti dalam novel yang dibuat.

4. Cari data

Tentu membuat mapping plan saja tidak cukup, kamu harus mencari data-data mengenai cerita yang akan diangkat. Hal ini pun penting untuk menghidupkan berbagai karakter yang ada di dalam novel. Misalnya ceritakan tentang seorang psikiater yang menangani pasien skizofrenia, maka, apa yang dia ucapkan tidak bisa asal.

Haruslah didukung oleh data-data yang ada. Hal ini mau tidak mau kamu perlu membaca semua hal mengenai penyakit tersebut. Selain itu, penanganannya pun perlu kamu ketahui. Jika ingin lebih dalam lagi, kamu dapat bekerjasama dengan psikiater, dimana data yang didapatkan lebih real.

Baca Juga  3 Rekomendasi Keyboard Wireless Terbaik Beserta Tips Dalam Pemilihannya
5. Tulis

Setelah segalanya telah disiapkan, maka sekarang kamu tinggal menindaklanjutkan apa yang telah kamu rancang di mapping plan. Ikuti rancangan tersebut dan kembangakan hingga menjadi sebuah bagian yang menarik. Dalam tahap ini, kamu tidak perlu memikirkan EYD atau typo. Tulis saja terlebih dahulu. Pasalnya hal tersebut akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Kenapa tidak pada tahap ini saja? Karena jika menulis sambil editing pasti akan menghambat waktu penyelesaian naskah dan bisa jadi fokusnya teralih. Dimana asalnya pada membuat cerita malah berpindah pada mengedit sebuah novel. Maka, usahakan untuk menulis saja. Cari waktu dan tempat yang membuat kamu merasa nyaman untuk menulis. Sehingga hasil tulisan lebih optimal.

6. Edit

Setelah naskah ditulis, cobalah untuk mengeditnya kembali. Meskipun ada beberapa penerbit yang menyediakan editor. Namun, untuk hasil yang optimal tidak ada salahnya, kamu mengedit sendiri. Namun, usahakan mengedit naskah setelah beberapa hari novel tersebut selesai ditulis.

Hal ini dilakukan supaya kamu dapat berfokus kepada editing. Sama halnya dengan menulis, proses editing pun diperlukan waktu maupun tempat yang nyaman. Selain itu, tentukanlah deadline penyelesaian dari project tersebut. Dengan demikian, kamu akan lebih tertata atau terjadwal dalam mengerjakannya.

7. Baca kembali

Novel yang kamu buat sebentar lagi dapat selesai. Namun, pastikan untuk  membacanya kembali. Adakah kalimat yang sumbang atau ambigu, kata yang tidak terlalu familiar dan lain sebagainya. Dengan cara ini pun kamu akan mengetahui, apakah novel yang telah dibuat enak dibaca atau tidak.

Usahakan membacanya dengan cara melafalkan. Hal ini dapat membantu kamu mengidentifikasi setiap kalimat yang terasa ambigu. Untuk melakukan cara ini cara nya sama dengan proses editing. Dimana, usahakan membacanya setelah selesai di editing beberapa hari.

Baca Juga  7 Rekomendasi Kado untuk Wisuda Cowok

Apakah setelah kamu mengetahui informasi cara membuat novel yang menarik, minat kamu bertambah? Jika iya, lakukan sekarang juga. Oh iya, selain, menyerahkan ke penerbit. Sekarang sudah banyak aplikasi untuk mewadahi berbagai karya novelmu. Biasanya, para penerbit bahkan sutradara melihat karya tersebut. Jika ada yang cocok, kamu dapat menerima undangan bekerja sama.

Comment

Artikel Terkait