by

8 Tips Trekking yang Aman untuk Pemula

Tips trekking yang aman harus diketahui calon pendaki pemula Indonesia, supaya aktivitas trekking dapat diselesaikan dengan nyaman dan aman. Sebaliknya tanpa pengetahuan ini, pendakian menjadi teramat berbahaya bahkan bisa mengancam nyawa. Kasus kecelakaan trekking sudah banyak dan harus dicegah.

Saat ini peminat trekking sangat banyak, bahkan tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi juga remaja dan mahasiswa. Sepertinya ada keindahan dan kepuasan tersendiri jika bisa melakukannya. Namun berhati-hatilah dan terapkanlah tips-tips tertentu supaya aman di perjalanan. Ini dia tipsnya:

1. Pilih Jalur yang Sanggup Dilalui

Jangan asal melakukan trekking jika belum mengetahui jalurnya. Karena bisa jadi ada bahaya mengancam. Untuk itu cari informasi sebanyak-banyaknya lalu pilih yang mampu dilalui. Jangan memaksakan diri hanya demi kepuasan. Kalau perlu cobalah bertanya pada pendaki yang berpengalaman.

Informasi trekking yang penting seputar durasi waktu dan medan, karena ini yang menggerus energi hingga membuat pendaki kelelahan. Temukan informasi ini secepat mungkin untuk dijadikan bahan rencana pendakian. Setelah yakin bisa melalui, baru lakukan. Jangan lupa jalankan trekking sesuai rencana.

2. Persiapkan Energi dan Tenaga Paling Maksimal

Trekking merupakan aktivitas berat. Dibutuhkan energi dan tenaga ekstra sebelum melakukannya. Untuk itu, istirahatlah yang cukup serta makan makanan pro energi. Jika tubuh sedang lelah apalagi sakit, lebih baik tunda terlebih dahulu. Pasalnya, risiko mengalami kecelakaan sangat besar.

Kalau bisa hindari mengonsumsi makanan berat. Sebab, penganan semacam ini akan memenuhi perut. Efeknya mata mengantuk dan tubuh mudah lelah. Kondisi semacam ini sangat beresiko kalau dibawa mendaki (trekking). Untuk itu, usahakan makan makanan ringan seperti telur dan buah-buahan saja.

3. Lakukan Pemanasan Sebelum Mendaki

Trekking merupakan kegiatan yang sama dengan olahraga. Untuk itu, pelakunya harus melakukan pemanasan supaya tidak terjadi gangguan otot. Seperti kram, terkilir hingga faktur. Kalau gangguan ini terjadi saat mendaki, tentu pendakian tidak maksimal. Bahkan membahayakan kalau kejadiannya di pinggir jurang.

Baca Juga  Cepat Mahir Dalam Berenang, Inilah Tips Belajar Berenang Bagi Pemula

Otot yang sering digunakan saat mendaki ialah punggung ke bawah. Untuk itu, silakan lakukan pemanasan yang berfungsi untuk melemaskan area tersebut. Sejatinya tidak ada gerakan khusus yang penting dilakukan dengan serius, sedangkan durasinya tidak perlu lama dan tidak sampai kelelahan.

4. Pakai Sepatu yang Tepat

Ketahanan kaki dibutuhkan pendaki ketika melakukan trekking. Maka dari itu, sepatu yang digunakan harus tepat. Baik dari segi kualitas, bahan, hingga daya bobotnya. Selain itu, pilih sepatu yang tidak licin dan bisa digunakan di segala kondisi jalan. Sekalipun mahal tetap harus dibeli demi kenyamanan dan keamanan.

Sandal jepit dan sepatu sol yang halus tidak direkomendasikan digunakan mendaki. Pasalnya, sepatu ini licin jika digunakan di tempat basah dan berlumpur. Selain itu, kaki juga lekas lelah hingga berujung kejang otot. Jika ini terjadi, tentu trekking tidak akan memuaskan. Bahkan si pendaki beresiko tergelincir di ketinggian.

5. Bawa Barang Secukupnya

Sekalipun bepergian dalam rangka trekking atau pendakian, tetap membawa bekal. Akan tetapi jumlahnya tidak boleh terlalu banyak apalagi membawa tas berukuran besar. Bekal semacam ini hanya mempersulit pergerakan saja, bahkan membuat punggung terasa sakit saat berjalan.

Silakan bawa tas gendong berukuran kecil yang berisi obat, minuman dan camilan secukupnya. Sedangkan barang berharga seperti dompet, uang dan kontak juga bisa dimasukkan ke dalamnya. Barang-barang ini berukuran kecil sehingga bisa disatukan. Selain itu, ukurannya ringan dan tidak mengganggu pendakian.

6. Jangan Lupa Membawa Obat-Obatan

Tips trekking yang aman berikutnya jangan lupa membawa obat-obatan. Ini untuk berjaga-jaga si pendaki mengalami gangguan fisik di tengah perjalanan. Sadarilah trekking merupakan aktivitas berat. Pasalnya, si pendaki harus berjalan dalam waktu lama menyusuri medan terjal dan menanjak.

Baca Juga  Rekomendasi Outfit Cewek untuk Lebaran: Ada yang Hijab sama Non Hijab, nih!

Obat yang perlu dipersiapkan di antaranya obat oles otot. Pasalnya, pendakian itu menggerus kekuatan tubuh. Bagaimana tidak lelah, berjalan berjam-jam bahkan berhari-hari untuk tiba di puncak, sedangkan kondisi jalan tidak semulus di jalan raya biasa. Obat yang dipersiapkan berikutnya adalah obat anti asma.

7. Mendaki Bersama Penunjuk Jalan

Yang perlu diperhatikan ketika trekking ialah jangan mendaki sendirian. Paling tidak harus bersama beberapa orang termasuk guide atau penunjuk jalan. Pasalnya, dia lah yang mengamankan perjalanan dari jalur asing berbahaya. Bisa-bisa tanpa guide rute yang ditempuh justru mengarah ke jurang yang dalam.

Sekalipun demikian, jangan asal memilih penunjuk jalan. Tetapi pilihlah yang berpengalaman serta sering mengantarkan para pendaki. Juga boleh memilih jasa guide trekking berbayar. Namun si pendaki harus tahu kualifikasi dan pengalamannya terlebih dahulu. Biasanya kalau jasa profesional, pengalamannya sudah mumpuni.

8. Jangan Lupa Membawa Pakaian Tebal

Kalau ingin trekking, pakaian yang digunakan harus tepat. Apalagi yang ingin menginap di puncak. Karena biasanya, suhu di ketinggian begitu dingin saat malam hari. Untuk itu, persiapkan sarananya termasuk busana tebal. Kaos kaki dan senter juga perangkat yang harus dipersiapkan sebelumnya.

Baju tebal membuat tubuh tetap hangat sekalipun berada di atas gunung. Sehingga, lebih aman dari hipotermia yang acap menyerang pendaki. Sedangkan senter merupakan alat penerangan di malam hari. Bisa juga dijadikan penanda lokasi. Namun penanda ini tidak boleh dikirimkan sembarangan.

Kalau ingin melakukan pendakian, silakan simpan dan baca artikel yang berisi tips trekking yang aman ini. Setelah itu, rencanakan pemberangkatan bersama teman-teman se-hobby. Dan pastikan, tidak melakukan tindakan negatif setibanya di sana, termasuk tidak boleh membakar tumbuhan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya