by

7 Teknik Bikin Puisi, Waw Ternyata Mudah Banget loh!

Teknik bikin puisi itu sangat banyak tergantung pengalaman dan realitas dari si penyair-nya. Artinya, teknik bagi seorang penyair belum tentu sama dengan penyair yang lain. Sekalipun demikian, terdapat beberapa teknik yang cukup umum dan didasarkan dari beberapa penelitian ahli sastra. Ini yang akan dijelaskan dengan tuntas di artikel ini.

Teknik membuat puisi sejatinya tata cara untuk membuat puisi dengan cara yang mudah. Nah, maka dari itu, teknik-teknik ini bisa digunakan oleh para penyair baru untuk melahirkan sajak atau puisi yang bagus. Nah, untuk mengetahui teknik yang dimaksud, silakan baca ulasan berikut ini:

1. Teknik Keterwakilan Makna

Teknik yang pertama ialah keterwakilan makna. Di dalam teknik ini, penyair harus memilih kata-kata yang sejatinya tidak menunjukkan makna aslinya. Artinya, kata tersebut perlu ditafsirkan terlebih dahulu. Nah, di dalam teknik ini penyair akan lebih banyak menggunakan majas seperti ombak berlari, bulan separuh hati dan lain sebagainya.

Dua kata di atas sejatinya tidak menunjukkan sesuatu yang definitif, melainkan multi tafsir. Karena sejatinya memang tidak ada ombak yang berlari seperti manusia. Tidak ada juga bintang yang separuh apalagi di hati. Nah, teknik ini yang paling sering digunakan oleh penyair-penyair modern.

2. Teknik Petik Kata Estetis

Teknik petik kata estetis maksudnya ialah, penyair membuat daftar kata estetis terlebih dahulu. Setelah itu, baru petik satu persatu untuk digunakan di dalam puisi. Biasanya, kata yang ada di dalam daftar akan diambil seluruhnya dan disesuaikan dengan kebutuhan irama, rima, tafsir dan makna.

Namun perlu diingat, di dalam teknik ini, kata yang ada di daftar hanya kata pilihan saja. Artinya, si penyair harus mencari kata lain sebagai pendukung di dalam puisi. Termasuk konjungsi atau kata hubung. Untuk itu, penyair harus pintar memilih kata yang akan dipetik menjadi kata kunci di dalam sajaknya.

Baca Juga  Istilah dalam Teori Puisi yang Bikin Anda Jadi Penyair
3. Teknik Aku Laksana Apa

Penyair kadang suka menjadikan tokoh aku sebagai objek dari syair atau sajak yang dibuatnya. Namun terkadang, si Aku ini disembunyikan dengan kata-kata tertentu untuk membangkitkan ranah penafsiran pembaca. Nah, maka di sinilah lahir teknik Aku Laksana Apa.

Di dalam teknik bikin puisi Aku Laksana Apa, (Aku) di sini sudah digantikan menjadi kata tertentu. Seperti Aku Laksana Bintang yang Redup. Maka Bintang yang Redup inilah yang akan menjadi tokoh di dalam sajak. Jadi diksi “Aku” benar-benar dihilangkan dan tidak akan pernah muncul lagi di dalamnya.

4. Teknik Kata Logic Imagi

Teknik bikin puisi yang berikutnya ialah teknik kata logic imagi atau kata yang tidak masuk akal. Bisa juga dikatakan kata yang irasional. Seorang penyair juga suka memasukkan kata semacam ini karena di dalamnya ada estetika, tafsir dan juga majas. Seperti kata Terbang ke Bumi, Matahari Malam Hari, Tajam Pisau Mengirim Bunga dan lain sebagainya.

Semakin banyak logic imagi di dalam syair, maka syair tersebut akan semakin ambigu. Namun di sinilah letak kualitas dari sebuah karya sastra berupa puisi. Justru kalau puisi tidak membingungkan, maka kualitasnya akan berkurang. Apalagi kalau pembaca langsung bisa menafsirkan makna tanpa melalui proses berpikir terlebih dahulu.

5. Teknik Keakuan (Pelengkap Penderita)

Di dalam teknik keakuan, si Aku di sini menjadi pelengkap penderita. Artinya, diksi Aku harus tetap ada di dalam sajak sehingga pembaca sadar kalau si pengarang lah yang mengalami peristiwa yang tertuang di dalam sajak. Tentunya, ini merupakan perbedaan dari teknik Aku Laksana Apa.

Di dalam teknik keakuan, diksi Aku bisa diletakkan di manapun. Baik di awal larik, di tengah, maupun di belakang. Bahkan penyair juga bisa memasukkan ketiganya di dalam satu puisi. Namun yang menjadi syaratnya ialah, apakah peletakan diksi Aku ini sudah menjamin estetika teks dan tafsir atau tidak.

Baca Juga  10 Pertanyaan Wajib Sebelum Menjadi Anak Kos
6. Teknik Permainan Konjungsi

Kalau ingin menulis puisi, jangan terlalu fokus pada kata yang bersifat subjek dan objek saja. Penyair juga harus piawai memainkan konjungsi atau kata hubung. Karena di kategori diksi ini, juga terdapat yang estetik atau kata dengan kandungan keindahan yang maksimal seperti biarpun, walau, tetapi, lalu dan lain sebagainya.

Kata konjungsi semacam ini yang harus ada di dalam sebuah puisi. Supaya ada permainan irama di dalam kata serta sedikit menjadi penjelas dari ambiguitas seluruh diksi yang ada di dalamnya. Namun pilihlah konjungsi yang memang estetis, supaya puisi tidak menjadi mentah karenanya.

7. Teknik Menulis Apa yang Ada di Pikiran

Teknik bikin puisi yang terakhir ialah menulis apa yang ada di pikiran. Jika ingin menulis puisi dengan memperhatikan teknik di atas, tentu akan kesulitan. Apalagi kalau masih kategori penyair pemula. Nah, langkah yang bisa dilakukan ialah tulislah apa yang ada di pikiran setelah puisi sudah jadi baru lakukan editing.

Ini merupakan teknik yang paling bagus dan perlu dilakukan. Dan harus sebisa mungkin untuk tidak membatalkan apa yang ada di dalam pikiran. Tuangkan saja menjadi karya tulis puisi nantinya kerancuan kata akan berubah dengan sendirinya di dalam proses editing bahkan pengendapan karya.

Teknik bikin puisi di atas sejatinya sebuah hasil penelitian sederhana dari secuil penyair yang ada. Artinya, masih banyak penyair yang mungkin menghasilkan karyanya dengan teknik-teknik yang berbeda. Untuk itu, silakan ini dijadikan informasi tetapi bukan penentu teknik yang paling benar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya