by

5 Tips Menjadi Dropshipper Agar Awet dan Menguntungkan

Salah satu pilihan usaha baru yang sering dilakukan orang di dunia digital adalah menjadi dropshipper. Kamu hanya membutuhkan keterampilan dalam memasarkan produk, tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.

Dropshipper tidak perlu menyimpan barang yang dijual. Kamu cukup memasok barang dari pihak ketiga melalui e-commerce, lalu meneruskannya kepada pelanggan. Nilai tambah produk merupakan keunggulan.

Kamu bisa memanfaatkan satu atau lebih platform marketplace atau media sosial tergantung pada kemampuan manajerial kamu. Lalu, hal apa lagi yang harus diperhatikan? Simak 4 tips menjadi dropshipper berikut ini.

1. Fokus barang yang ingin dijual

Saat memulai menjadi dropshipper, kamu harus fokus menentukan produk apa yang benar-benar kamu minati. Jika terlalu banyak memilih produk, kamu akan menemukan hambatan untuk memaksimalkan pemasaran.

Sebagai contoh, kamu bisa memulai dengan mencari produk berharga murah. Jadi, misalnya kamu menemukan barang bagus seharga Rp100.000, jika kamu kemas menarik dalam tampilan toko online kamu, harganya bisa kamu naikkan menjadi Rp200.000.

Oleh karena itu, kamu perlu meluangkan waktu untuk mencari atau research produsen barang di media sosial atau e-commerce untuk diajak kerjasama.

Selain itu, kamu bisa memfokuskan produk kamu dengan pertimbangan bahwa barang tersebut jarang dicari, sehingga persaingan kecil.

Jika demikian, berikan nilai tambah ke produk kamu. Kenalkan brand kamu sendiri kepada pelanggan. Ingat, dropshipper hanya mengandalkan gaya pemasaran untuk meyakinkan pelanggan, bahwa produk kamu adalah yang terbaik.

2. Pertimbangkan harga pengiriman

Harga pengiriman menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai harga pengiriman membebani nilai barang itu sendiri. Jika biaya pengiriman tinggi, pelanggan akan berpikir ulang untuk memilih produkmu.

Oleh karena itu, pertimbangkan juga partner atau produsen yang menawarkan pengiriman gratis atau promo lainnya.

Baca Juga  Ini Ternyata Keuntungan Jual Pulsa Mkios yang Pasti Memuaskan
3. Cari produk grosir

Tips menjadi dropshipper selanjutnya adalah carilah produk dengan harga jual grosir. Ini akan membawa kamu pada margin keuntungan.

Harga jual di grosir mempunyai selisih harga yang cukup besar, dari harga jual di toko-toko lainnya. Sebelum memasang harga, perhatikan juga harga pasaran produk kamu di toko-toko lain.

Harga murah memang menjadi daya tarik pertama, tapi bukan yang utama. Oleh karena itu, jangan sampai kamu memasang harga yang terlampau murah atau terlampau tinggi dari barang di toko lainnya.

4. Pertahankan harga

Sebagai dropshipper baru, mendapat pelanggan pertama rasanya adalah hal menyenangkan. Di awal kamu mungkin bisa memberikan harga murah atau promo.

Tetapi, jangan terlalu lama memberikan harga murah. Mungkin beberapa dropshipper pemula menoleransi pelanggan yang menawarkan harga murah dari harga yang tertera. Alasannya untuk mengumpulkan pelanggan tetap.

Itu mungkin bisa dilakukan dalam sekali atau dua kali percobaan. Selanjutnya, cobalah mempertahankan harga yang sudah kamu tetapkan.

Sekali lagi, harga bukan faktor utama untuk menarik banyak pelanggan. Jika kamu terlampau sering memberi harga murah, kamu akan sulit menaikkan harga kepada pelanggan tetap. Mereka akan keberatan dan memilih belanja ke toko lain. Sangat dilematis, bukan?

Selain itu, kamu pertimbangkan bahwa awal-awal penjualan adalah mencetak laba, bukan mencatat kerugian yang menandakan ada kesalahan dalam pengelolaan kamu.

5. Aktif dan responsif

Menjadi dropshipper sama dengan pelapak pada umumnya. Kamu harus aktif memantau pesan masuk, tanggap untuk melayani pelanggan dan mengiklankan produk.

Jika ada pelanggan yang meninggalkan pertanyaan di kolom komentar, segera memberi balasan. Pelanggan lebih menyenangi toko yang cepat tanggap.

Dengan membalas chat, itu menunjukkan bahwa kamu menghargai pelanggan. Pelanggan akan yakin untuk menjadi pelanggan tetap kamu.

Baca Juga  Jenis-jenis Perilaku Tantrum Pada Anak Beserta Cara Mengatasinya

Itulah 5 tips menjadi dropshipper agar bertahan lama. Prinsipnya memang terlihat hampir serupa dengan reseller. Hanya saja perbedannya ada pada stok barang.

Kamu hemat biaya penyimpanan barang. Jangan lupa juga untuk mengiklankan produk di media sosial, terutama WhatsApp.

Comment

Artikel Terkait