by

10 Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Mendapatkan pekerjaan merupakan salah satu hal yang paling membanggakan bagi hampir semua orang, apalagi para fresh graduate yang baru saja lulus kuliah. Oleh karena itu, tak heran jika banyak para pelamar pekerjaan yang berbondong-bondong, untuk mencari lowongan pekerjaan yang tersedia dan sesuai dengan kualitikasi serta keinginannya.

Namun, sayangnya ternyata terkadang pengumuman mengenai lowongan pekerjaan itu disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Lalu kira-kira bagaimana ya cara menghindari penipuan lowongan pekerjaan ini? Berikut ulasannya untuk kamu.

1. Cari Tahu Dulu Latar Belakang Perusahaan yang Mengiklankan Lowongan Pekerjaan

Cara yang pertama ialah kamu bisa mencari terlebih dahulu, latar belakang dari perusahaan yang membuat iklan mengenai lowongan pekerjaan. Tak perlu mendatangi perusahaan tersebut secara langsung, kamu bisa mengunjungi situs-situs resmi atau media sosial perusahaan tersebut. Kemudian cek profil, foto, video, hingga event yang telah perusahaan tersebut lakukan untuk mengetahui aktivitas nyata dari perusahaan.

2. Cek Apakah Alamat dan Nomor Telepon Perusahaan Sudah Sesuai apa Belum

Banyak penipu yang menjalankan aksinya agar mulus dengan mengatasnamakan perusahaan tertentu. Oleh sebab itu, sebaiknya cek dengan teliti alamat serta nomor telepon dari perusahaan, yang dicantumkan dalam pamflet atau informasi lowongan pekerjaan.

Apabila alamat serta nomor telepon yang dicantumkan di sana berbeda dengan yang dicantumkan pada website atau media sosial resmi perusahaan, maka sebaiknya hindari untuk melamar pekerjaan di lowongan tadi.

3. Lihat Email yang Digunakan Pada Lowongan Pekerjaan

Cara menghindari penipuan lowongan kerja selanjutnya ialah dengan melihat email yang digunakan pada lowongan pekerjaan tersebut. Biasanya info lowongan kerja fiktif menggunanakan domain email yang gratis, seperti @gmail, @yahoo, @hotmail, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak Muda demi Kecerdasan Dialektika-nya

Padahal perusahaan yang tengah membuka lowongan pekerjaan pastinya akan menyantumkan email resmi perusahaan, yang digunakan untuk mengirim lamaran atau menerima panggilan wawancara kerja. Contoh alamat email resmi perusahaan ialah seperti perusahaan pertamina (http://recruitment.pertamina.com) atau perusahaan pln (http://www.pln.co.id).

4. Teliti Bahasa yang Digunakan dalam Iklan

Lowongan kerja yang palsu biasanya menggunakan tagline yang berlebihan dalam iklan, contohnya seperti kalimat “Tidak Perlu Pengalaman” atau “Cepat Daftar! Posisi Terbatas”. Tak hanya itu, teliti juga uraian tentang deskripsi pekerjaan dan persyaratan kerja yang dicantumkan, apabila uraian terkesan ganjal hingga tidak jelas, kamu musti menghindari lowongan pekerjaan tersebut.

5. Hindari Perusahaan yang Melakukan Pemungutan Biaya untuk Rekrutmen

Jangan langsung percaya dengan informasi lowongan pekerjaan, yang mengharuskan pelamarnya untuk membayar untuk keperluan, entah itu untuk biaya administrasi, pendaftaran, dana transportasi, sampai untuk pelatihan kerja. Perusahaan yang profesional tidak akan melakukan pemungutan biaya untuk alasan apapun dalam proses seleksi.

6. Waspada Jika Lokasi untuk Screening atau Wawancara di Luar Kota

Perlu kamu ingat bahwa tidak semua perekrut meminta pelamarnya untuk melakukan screening atau wawancara di luar kota itu termasuk penipuan. Hanya saja, perhatikan baik-baik persyaratan yang dicantumkan pada lowongan pekerjaan tersebut.

Kira-kira apakah perekrut meminta pelamar pekerjaan harus membeli tiket kendaraan atau hotel pada biro perjalanan tertentu untuk bisa mengikuti screening atau wawancara kerja, kalau memang iya, sebaiknya urungkan niat kamu untuk melamar pekerjaan di tempat tersebut, sebab modus penipuan tersebut sudah banyak terjadi.

7. Sebaiknya Hindari Tawaran Gaji Tinggi yang Tidak Masuk Akal

Cara menghindari penipuan lowongan kerja selanjutnya, ialah sebaiknya hindari tawaran gaji tinggi yang tidak masuk akal. Walaupun kamu menemukan lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji yang tinggi tapi tidak masuk akal, sebaiknya jangan buru-buru kamu terima.

Baca Juga  Cara Memperoleh IPK Tinggi: Simak Buat Kamu Para Mahasiswa

Apalagi jika gaji tinggi tersebut tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang akan kamu daftari. Apabila gaji tinggi tapi kualifikasi rendah, sebaiknya urungkan niatmu untuk mendaftar di lowongan kerja tersebut, sebab besar kemungkinan bahwa lowongan pekerjaan itu fiktif dan gaji tinggi hanya digunakan sebagai iming-iming semata.

8. Bertanya Pada Orang Tua, Saudara, atau Orang Terdekat Lainnya

Saat kamu akan mengirim lamaran pekerjaan atau kamu menerima panggilan kerja, tapi merasa janggal mengenai panggilan tersebut, sebaiknya kamu segera bertanya kepada orang tua, saudara, atau orang terdekat lainnya.

Dengan bertanya pada orang terdekat, siapa tahu kamu menjadi mendapatkan banyak referensi mengenai perusahaan yang akan merekrut kamu, apakah perusahaan tersebut benar-benar ada atau apakah perusahaan tersebut memang sedang membuka rekruitmen.

9. Cari Tahu Sumber Lowongan Pekerjaan Tersebut

Dalam mencari pekerjaan kamu mungkin menggunakan media sosial, yang selalu update mengenai lowongan pekerjaan atau melalui job portal tertentu. Nah, setelah kamu mengetahui ada lowongan pekerjaan, sebaiknya kamu cari terlebih dahulu dari mana job portal tersebut mendapatkan info lowongan pekerjaan. Apakah dari website atau mungkin dari media sosial resmi perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tersebut.

10. Hindari SMS, Telepon dan Email yang Abal-Abal

Kamu mungkin merasa senang apabila mendapatkan SMS, telepon, atau email yang berisi informasi bahwa kamu diterima di suatu perusahaan. Namun, kamu harus ingat bahwa kamu juga harus waspada dengan informasi resmi yang malah dikirim melalui SMS, telepon, maupun email yang abal-abal.

Coba kamu ingat-ingat apakah kamu pernah mendaftar di suatu lowongan pekerjaan atau tidak, coba kamu cocokkan apakah perusahaan yang tiba-tiba merekrut kamu menjadi pegawainya itu, sudah sama dengan perusahaan yang beberapa waktu lalu kamu daftari atau tidak, dan jangan lupa untuk cek nomor fixed-phone atau telepon kantor resmi dari perusahaan yang bersangkutan.

Baca Juga  Tips Fashion Balita: Cara Mendandani Balita Agar Tampil Stylish dan Tetap Nyaman

Nah, itu tadi cara menghindari penipuan lowongan kerja. Semenarik apapun suatu lowongan pekerjaan, kamu sebaiknya juga tetap harus benar-benar meneliti apakah lowongan pekerjaan itu memang nyata atau palsu.

Buat kamu penginformasi atau pencari lowongan kerja resmi, kamu bisa juga share atau cari info di website lintashaba.com pada menu Lowongan kerja, kamu boleh memilih pasang lowongan iklan lowongan kerja atau cari info lowongan kerja atau keduanya, nih sobat.

Comment

Artikel Terkait