oleh

Semua Tentang Filsafat Puisi, Makhluk Apakah Ini?

Tentunya Anda masih asing dengan istilah filsafat puisi. Kecuali para penyair yang memang pernah duduk di bangku perguruan tinggi jurusan sastra dan seni. Baik untuk jurusan bahasa dan sastra Indonesia maupun jurusan sastra murni. Karena biasanya, di kampus ini, memang ada mata kuliah filsafat puisi.

Sekalipun demikian, yang harus paham tentang filsafat puisi bukan hanya mahasiswa sastra saja. Melainkan para penyair awam sekalipun tetap harus memahami apa yang dimaksud dengan istilah ini dan mencoba untuk menguasainya. Untuk itu, di bawah ini akan coba diulas tentang filsafat puisi sebagai bagian dari kesusastraan Indonesia. Ini ulasan selengkapnya:

Pengertian Umum Filsafat dan Puisi

Filsafat merupakan metode atau cara berpikir detail, untuk mengetahui kebenaran paling mendalam dari sebuah ilmu dan pengetahuan. Sedangkan yang menjadi pokok bahasan dari filsafat cukup banyak salah satunya tentang sastra dan kesusastraan. Artinya, dengan berpikir filsafat, penyair mencoba mengetahui apakah sastra memang identik dengan jargon dari dan untuk manusia serta kemanusiaan atau hanya permainan kata-kata tanpa makna.

Sedangkan puisi merupakan karya sastra yang dilahirkan dari imajinasi manusia yang dituangkan dalam bentuk kata-kata indah yang penuh tafsir dan pesan. Tidak dipungkiri puisi dibuat oleh manusia, namun masih harus dicari terlebih dahulu apakah karya ini memang berguna bagi kemanusiaan atau tidak. Untuk menemukan jawaban kebenarannya maka dibutuhkan metode berpikir falsafah.

Itu artinya, filsafat puisi merupakan cara berpikir mendalam untuk menemukan manfaat-manfaat puisi bagi kehidupan. Nah, dari sini bisa diketahui apakah karya sastra ini hanya asal dibuat saja tanpa pesan. Atau memang ada hal yang luhur yang coba dihadiahkan kepada manusia dan alam.

Baca Juga  Puisi: Rindu Abah
Manfaat Puisi dalam Perspektif Filsafat

Jika mencoba untuk berpikir secara mendalam, sejatinya memang puisi merupakan karya sastra yang ada manfaatnya bagi manusia dan kemanusiaan. Dari hasil berpikir semacam ini, maka muncullah asumsi dan hipotesis kalau karya sastra berupa puisi memang layak untuk dibuat bahkan dibelajarkan. Nah, berikut ini, manfaat-manfaat yang dimaksud:

1. Puisi Mendamaikan Dunia

Gejolak ataupun konflik terkadang disebabkan oleh sanggahan seseorang terhadap perkataan dan sikap orang lain yang dilakukan dengan kasar. Misal, ada orang yang menghina, maka penghinaan tersebut dibalas dengan kata-kata yang jauh lebih sarkas. Peristiwa ini akhirnya memunculkan pertikaian yang melebar hingga adu raga.

Tentunya ini tidak akan terjadi, jika hinaan dibalas dengan kata-kata puisi yang indah. Bahkan bisa jadi, si penghina tidak akan sadar kalau puisi tersebut diarahkan kepadanya. Sedangkan si pembuat puisi akan puas karena telah membalaskan rasa sakitnya tanpa harus memberikan perlawanan yang sama. Ini yang dimaksud, se sakit hati seorang penyair, puisinya tetap seharum bunga.

2. Puisi Ajang Kreativitas Tak Terbatas

Di dalam puisi, penyair bisa menyusun kata menjadi kalimat tanpa harus memperhatikan kaidah kebakuan ejaan. Artinya, penyair bebas menghancurkan tata bahasa demi menghasilkan estetika tipografi, tafsir dan makna seperti yang diinginkan. Dan tentunya, hanya penyair yang kreatif yang bisa melahirkan karya puisi dengan kata-kata yang radikal.

Dari sini, penyair atau bahkan pembaca bisa mengetahui kalau diksi atau pilihan kata sejatinya memang memiliki tafsir dan makna yang tidak terbatas. Semakin kreatif ketika memainkan kata, maka puisi yang dihasilkan juga semakin luks dan bertafsir luas. Ini baru dikatakan sebagai karya sastra yang layak menempati urutan teratas di dalam kesusastraan.

Baca Juga  Tertarik Dengan Indahnya Puisi? Ini 9 Rekomendasi Buku Puisi Berbagai Genre
3. Puisi Sarat Pesan Keluhuran Moral Sosial

Sejatinya, puisi dibuat demi untuk menyampaikan pesan-pesan yang ditangkap dari pengalaman penyair di setiap dinamika kehidupan. Namun, yang paling sering dijadikan objek tafsir puisi adalah peristiwa yang terkait dengan moral dan interaksi sosial. Nah, jika mengakui kalau di dalam puisi terdapat pesan-pesan luhur, tentu pesan tersebut terkait dengan hal semacam ini.

Di dalam puisi, banyak dijelaskan bagaimana hendaknya memposisikan diri di tengah-tengah masyarakat. Termasuk juga memberikan penghormatan kepada orang tua, ibu, pasangan, tetangga, termasuk kepada lawan. Di dalam puisi juga mencoba dijelaskan tentang sifat baik, sabar, optimis, relegius, suka mencintai dan lain sebagainya.

4. Puisi Hiburan yang Mencerdaskan

Puisi sejatinya tidak hanya menghibur si pembaca tetapi juga si penyair itu sendiri. Di sisi lain, karena puisi merupakan karya sastra yang dilahirkan dari proses berpikir kreatif dan imajinatif, tentu bakal ada manfaat kecerdasan yang juga dilahirkan dari pembuatan karya sastra semacam ini. Makanya, puisi disebut juga karya hiburan yang mencerdaskan.

Hiburan ini akan lebih menyenangkan jika puisinya berhasil menyedot perhatian banyak orang. Dan bisa jadi, si pengarangnya akan menjadi sosok yang terkenal hingga menjadi pembicara di setiap kesempatan. Kalau sudah seperti ini, tentu bukan hanya hiburan yang didapatkan tetapi juga penghasilan.

5. Puisi Curhat Paling Estetika

Jika Anda memiliki masalah dan enggan untuk menyampaikan kepada orang lain, maka curhat saja dalam bentuk puisi. Sampaikan kata hati di sana dan harus diwakili oleh kata-kata yang estetik namun penuh makna dan tafsir. Dijamin ada sesuatu yang berbeda, termasuk akan melahirkan kontemplasi atau perenungan baru demi melahirkan solusi.

Baca Juga  Gadis Berkebaya Putih Gading

Maka dari itu, penting kiranya seorang penyair untuk menguasai apa itu filsafat puisi. Pembaca pun harus mencoba mempelajarinya sehingga mampu membaca pesan yang dilahirkan dari karya estetik semacam ini. Sungguh, Anda tidak perlu menjadi penyair, tetapi tulislah puisi untuk memasukkan dunia ini ke dalam satu potret yang paling menarik dan tidak membosankan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *