by

Ingin Tahu Ciri-ciri Seniman? Cari Tahu di Sini yuk!

Seniman adalah seorang insan yang unik selain juga sosok yang memiliki kecerdasan dan mental yang luar biasa. Hebatnya, agak sulit menemukan seorang seniman yang melakukan tindakan kejahatan. Mungkin ini yang dimaksud sebuah jargon kalau seorang seniman sedang marah, kemarahannya saja tetap beraroma bunga. Pertanyaannya ialah apa ciri-ciri seniman?

Nah, terkait dengan hal tersebut, maka di bawah ini akan dikupas tuntas terkait ciri-cari dari seorang penggiat kesenian yang disebut seniman. Silakan dibaca lalu yakinkan diri Anda apakah ingin juga menjadi seniman atau tidak. Untuk itu, langsung saja, ini ciri-ciri yang dimaksud:

1. Nyeleneh Saat Pentas

Seniman ketika sedang bermain di atas pentas, pasti totalitas sekalipun harus berpenampilan nyeleneh. Tak hanya itu, hadir ke seminar resmi saja, terkadang penampilan nyeleneh-nya tetap digunakan. Tentunya ini bukan sok seniman apalagi sampai menerabas kebiasaan. Tetapi memang sudah sedemikian adanya kalau seorang seniman sudah lebur dengan hobinya.

Maka terkadang menjadi wajar kalau penampilan seorang seniman terkesan tidak biasa, bahkan mirip orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan. Di satu sisi, para penggiat seni ternyata juga ingin mempelajari situasi konflik sosial, jika dirinya berpenampilan tidak biasa di lingkungan masyarakat. Dan bagi kalangan seniman ini bukan hal yang terlarang bahkan bisa menjadi penunjang totalitas saat berpentas.

2.  Berpenampilan Sederhana

Seorang seniman identik dengan penampilan yang sangat sederhana. Jangankan figur dari fisik dirinya, baju yang dipakai sekalipun tidak menunjukkan glamoritas dan kemewahan yang wah. Tentunya ini bagi seniman yang memang sudah menyatu dengan seni dan kesenian. Karena banyak seniman yang hanya ikut-ikutan saja dan hanya demi sebuah pengakuan saja.

Baca Juga  Ingin Bekerja di Industri FMCG, Yuk Kenali Apa Itu Fast Moving Consumer Goods (FCG)!

Karena alasan ini, menjadi seniman sejatinya bagus kalau dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak terlalu berlebih-lebihan. Apalagi bagi mereka, penampilan luar hanyalah pendukung aura saja, sedangkan yang terpenting adalah hati dan akal yang menjadi esensi dari manusia dan kemanusiaan. Ya, seniman memang sosok yang unik dan tidak biasa.

3. Tiada Hari Tanpa Bincang Kebudayaan

Sosok yang layak disebut seniman adalah mereka yang benar-benar menjadi pemerhati serius terhadap dinamika kebudayaan. Hingga, tidak ada hari bagi mereka tanpa memperbincangkan isu-isu kesenian dan budaya yang sedang hangat di masyarakat. Tak hanya itu, seniman juga begitu getol untuk melahirkan sesuatu yang bisa membuat kebudayaan dan kesenian tetap terjaga.

Kalau ada seniman semacam ini, maka dialah seniman sejati. Seniman yang bisa dijadikan sebagai pioner agar bangsa tidak kehilangan nilai kebudayaannya. Apalagi banyak pengamat mengatakan, jika bangsa sudah melupakan budayanya sendiri, maka pastikan bangsa tersebut akan segera musnah.

4. Kurang Bisa Mengurus Diri

Ciri-ciri seniman yang berikutnya ialah kurang bisa mengurus diri. Sepertinya, ini terkait dengan totalitas mereka ketika berkesenian dan berkebudayaan. Sedangkan perlente yang dilahirkan dari modernitas dianggapnya sebagai penghalang dari konsistensi tersebut. Makanya, setampan dan secantik-cantiknya seorang seniman, tetap tidak akan terlihat menarik.

Bahkan ada beberapa fenomena seorang seniman yang mandi hanya satu kali dalam satu hari. Belum lagi makan yang tidak teratur hingga tidur di sembarang tempat. Namun di balik itu semua, mereka tidak pernah berhenti untuk berkontemplasi demi meningkatkan idealisme diri serta rajin berliterasi.

5. Rambut Gondrong

Rambut gondrong merupakan model rambut yang sempat nge-trend di era sebelum 80an. Artinya, di kala itu, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia berambut panjang dan dibuat ikal. Namun saat ini, trend ini sudah mulai habis, kecuali hanya segelintir saja dan bisa dipastikan yang masih menerapkannya hanya seniman.

Baca Juga  Kamu Harus Coba, 6 Menu Minuman Kekinian Yang Lagi Hits!

Belum diketahui secara pasti kaitan antara rambut panjang dengan totalitas ketika berkesenian. Dan ini memang harus diteliti apalagi sebagian besar mahasiswa jurusan seni pasti berpenampilan yang sama. Mungkin yang dijadikan alasan hanyalah keberanian untuk mendobrak tatanan, yang artinya juga keberanian untuk tampil berani   di atas panggung dan di atas kanvas.

6. Memakai Topi ala Gombloh

Memakai topi ala Gombloh juga merupakan ciri-ciri dari seorang seniman. Bahkan yang sejamannya juga banyak yang menggunakan topi serupa. Salah satunya penyanyi Ari Wibowo yang sukses membawakan lagu Madu dan Racun yang hits di tahun 90an. Topi ini sendiri memang membuat penampilan seniman terlihat lebih nyentrik.

Tidak juga ditemukan hubungan kausalitas topi Gombloh dengan totalitas dalam berkarya. Mungkin ini hanya dijadikan sebagai trademark saja kalau dirinya adalah sosok penyair, pelukis, cerpenis atau aktor teater. Luar biasanya, hampir sebagian besar sutradara film kawakan jaman dulu juga banyak yang ikut menggunakannya.

7. Selalu Menyendiri (Kontemplasi)

Di dalam sebuah lagu lawas yang berjudul Khayal dan Penyair dinyatakan kalau penyair merupakan sosok yang pergi ke padang pasir sendirian. Mereka hanya ingin menuntaskan dahaganya saja akan cinta dan keindahan (estetika). Nah, dari lagu yang dinyanyikan oleh D’Lloyd ini, sejatinya ingin disampaikan kalau penyair notabene seorang seniman memang identik dengan kesendirian.

Mereka selalu mencari tempat yang tepat untuk melahirkan intuisi dan kontemplasi yang bagus. Nah, dengan dua konsep perasaan inilah, akan muncul inspirasi yang akan mereka jadikan sebagai bahan untuk membuat karya. Luar biasanya, ketika sudah lahir puisi, teater, cerpen, tari, dan lain sebagainya, pemirsa tidak boleh tidak harus bertepuk tangan.

Baca Juga  Pertengkaran Imajiner dengan Tukang Cakwe

Ciri-ciri seniman di atas didasarkan atas pengamatan dari beberapa figur seniman yang ada di Indonesia. Artinya, seniman dengan tidak memiliki ciri-ciri tersebut juga ada cuma dari segi peleburan konten kesenian tentunya kurang maksimal. Bisa dipastikan totalitas dalam berkesenian pun masih perlu ditingkatkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya