by

Contoh Karya Puisi Bebas dan Ciri-cirinya!

Karya puisi merupakan salah satu karya sastra. Puisi pun mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Dimana pada awalnya puisi sangat terikat dengan aturan, tetapi sekarang munculah puisi bebas. Meskipun begitu, karya sastra tersebut tetap memiliki kandungan makna yang padat.

Contoh Karya Puisi Bebas

Puisi bebas merupakan puisi modern yang tidak terikat aturan mengenai jumlah baris, rima, maupun lain sebagainya. Sehingga, sang penyair dapat lebih bisa berekspresi dengan bebas dalam pembuatan puisi. Inilah beberapa contoh puisi bebas!

1. Contoh Puisi Romance

Isi puisi ini biasanya mengenai kisah asmara atau keromantisan dari sepasang kekasih. Mencakup perjalanan, masalah yang dihadapi, dan lain sebagainya. Adapun contoh puisi ini sebagai berikut!

Ruang Bunga

Karya: Tsabita Jiwa

Menjelajah ke berbagai penjuru dunia

Menerima luka hingga memar dimana-mana

Bahkan kepayahan pun menyertai jiwa

Tak sanggup tuk melangkah

 

Benci dimana hingga menyebar ke aliran darah

Namun, sel-sel benci berubah dengan seketika

Setelah bertemu denganmu

Ajaibnya, tidak hanya itu

 

Ku temukan jiwa diriku dan bunga-bunga kebahagian muncul secara tiba-tiba

Ku tidak tahu sejak kapan bunga itu tumbuh dengan indahnya dalam jiwaku

Nyatanya kau yang merawatnya dengan sangat baik

Hingga tidak ada alasan bagiku untuk mempersilahkan mu masuk dalam hidupku

2. Contoh Puisi Kehidupan

Puisi ini biasanya, berisi tentang perjalanan seseorang mengenai masalah yang dihadapi, cita-cita dan lain sebagainya. Dimana semua kisahnya merajuk pada sebuah kehidupan sehari-hari. Inilah contoh dari puisi tersebut!

Retak

Karya: Tsabita Jiwa

Bising dimana-mana

Hingga tidak bisa membuatku tidur dengan tenang

Fokus ku hilang entah kemana, lantas jiwaku meronta kesakitan

Sementara di luar amat ramai, tetapi aku merasa sepi

 

Baca Juga  Tema-Tema Menarik untuk Puisi yang Sering Dipakai Sastrawan

Mereka hanya berkata a sampai z

Tanpa bertanya apa yang sedang terjadi?

Bisakah ku menjadi diriku sendiri?

Ku mencoba berdamai dengan awan panas di rumah

Tapi pelindungku kau patahkan

 

Ku mencoba untuk berdamai dengan ombak kehidupan

Namun, perahu kau hancurkan luluh lanta

Maumu apa?

Namun, pada akhirnya sekeras apapun

 

Aku menyalahkan mereka

Tidak ada yang berubah, malah membuatku lelah berkepanjangan

Membuatku merasa tidak berdaya

Hingga akhirnya, aku harus melepaskan gaun harapan pada orang lain

3. Contoh Puisi Alam Atau Lingkungan

Biasanya, puisi ini sering digunakan ketika memperingati lingkungan atau dibacakan pada berbagai momen yang berkaitan dengan lingkungan. Umumnya, puisi ini bertujuan untuk mengingatkan orang-orang supaya mencintai lingkungan atau alam sekitar. Ada pula contoh puisi pendek yang berkaitan tentang lingkungan seperti di bawah ini!

Teman Alam

Karya: Tsabita Jiwa

Bagaimana rasanya apabila oksigen sudah sulit didapatkan?

Apa rasanya apabila mata air sudah kering dimana-mana?

Sementara kelaparan pun merajalela

Bagaimana rasanya?

 

Apakah kau sanggup bertahan?

Rasanya tidak, bukan?

Serakah membawamu pada kehancuran?

Ego dimana-mana hingga masalah pun lahir hanya hitungan detik

Memilukan, bukan?

 

Apa gunanya emas dan berlian yang ada di genggaman

Bila air, tanah, dan oksigen sudah enggan menampakan diri

Bisakah kita berteman dengan alam?

Bukankah hanya menjadi teman, maka kita bisa bekerja sama?

4. Contoh Puisi Sindiran

Puisi ini memiliki tujuan untuk menyindir secara perorangan atau bahkan kelompok lembaga. Sindiran yang dituangkan dalam puisi ini biasanya berbentuk sarkas yang lembut. Meskipun begitu, posisi ini cenderung memiliki jiwa. Sehingga apabila dibacakan oleh orang yang tepat maka akan kuat pembawaannya. Dengan begitu penonton pun ikut merasakan hal tersebut.

Baca Juga  Menggenggam Semu

 

Hidangan Nepotisme

Karya: Tsabita Jiwa

 

Kami sajikan kemampuan diri dalam piring kepercayaan dengan sungguh kau patahkan

Kami tuangkan air minum yang kaya vitamin kau remehkan

Namun, sampai tiba datang sajian

dengan piring tumpukan uang dan kekuasaan atau sanak keluarga

Kau langsung mengiyakan, tanpa membuka tutup sajiannya.

Kamu bilang itu merupakan seni, kata mu

 

Bukankah ini tidak adil?

Namun, sudahlah tak mengapa

Ku meyakini Tuhan tidak pernah tidur

Tidak seperti kamu yang menganggap dirimu Tuhan

Mengertikan, bukan?

 

Ciri-Ciri Puisi Bebas

Seperti halnya puisi lama, puisi bebas pun memiliki ciri yang membedakannya dengan puisi yang lainnya. Sehingga dengan begini, kamu lebih mudah mengenali pusi bebas. Inilah beberapa ciri puisi bebas

Tidak terikat (Jumlah baris, pemilihan kata maupun rima)

Puisi bebas tidak memiliki ikatan seperti puisi klasik atau puisi lama. Sehingga dapat ditulis dengan lebih bebas. Hal ini pun, membuat para penyairnya lebih bebas dalam berekspresi. Sehingga, di dalamnya kamu akan melihat puisi yang dibuat lebih mengalir.

1. Tetap mengandung nilai estetika dan kata puitis yang tinggi

Meskipun puisi bebas ini, tidak terikat dengan aturan di atas. Namun, tetap memiliki nilai estetika yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Selain itu, karya sastra jenis satu ini mengandung kata-kata puitis yang tinggi sebagai ciri khasnya.

2. Isi puisi bebas cenderung mengungkapkan perasaaan maupun pikiran seseorang

Seperti pada puisi umumnya, jenis ini pun masih mempertahankan isi kandungan yang sarat akan makan. Dengan begitu, para pembaca tetap dapat menikmati puisi dengan memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepadanya

Contoh karya puisi dan cirinya dapat kamu pelajari secara perlahan-lahan. Dengan begitu, kamu akan lebih memahaminya. Usahakan untuk mencoba menuliskan puisi. Meskipun, hasil pertama tidak terlalu bagus. Itu tidak apa-apa. Pasalnya, segala hal yang dimulai cenderung mendapatkan hasil yang tidak terlalu bagus. Hal itu wajar karena kamu masih memulai.

Comment

Artikel Terkait