by

Cerpen: Salah Melangkah

SALAH MELANGKAH

Karya : Yulia Anisa Lubis

Tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2020, dimana pada hari Rabu malam di saat itu Sinta putus dengan Afwan mantan kekasih Sinta. Di Rabu malam itulah terjadi hal yang tidak pernah dibayangkan hal itu akan terjadi.

Awalnya Sinta berpikir hubungan mereka akan bertahan lama dan akan sampai Sinta mendapatkan gelar S1. Ternyata Sinta salah, malah berbanding terbalik bukan sampai dia menamatkan studinya untuk mendapatkan S1, yang ada hanya bertahan selama 3 bulan.

Memang Sinta merasa hubungan mereka itu tidak ada zat dan perubahan, yang ada hanya rasa sakit yang terus menghantui keseharianya. Awalnya Sinta berpikir bahwa ia tidak ingin lagi menjalin hubungan dengannya. Namun hal itu telah di anggar  dari prinsipnya yang telah  dibuat selama waktu sekolah dulu.

Kini mereka telah putus dan menjalankan kehidupan masing – masing, tanpa ada berhubungan lagi mau itu chattingan atau apalah itu yang berhubungan dengannya. Namun setelah putus darinya selama satu bulan, Sinta masih merasa biasa aja tanpa adanya rasa terhadapnya mungkin karena perlakuannya terhadap Sinta yang membuat rasa kebencian itu timbul, Namun setelah putus kurang lebih dua bulan lamanya, rasa sayang itu muncul dan tidak bisa dibendung lagi dan tak tahu apa sebabnya.

Ia pun mulai menceritakan hal ini kepada temannya Rahma, yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya bahkan dia tidak pernah bosan sedikitpun, untuk mendengarkan cerita dan keluhan yang ia rasakan.

Memang kemarin Rahma marah kalau ia pacaran dan kembali lagi kepadanya tapi apa boleh buat rasa yang tidak bisa  ia bendung. Selain Rahma teman – teman dekatnya juga marah setelah mengetahui hal itu.

Tetapi apa boleh buat hal itu telah terjadi. Setelah putus darinya pun Sinta mulai merasa agak berbeda dari biasanya, ia pun merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh dan penyakit yang ia rasakan pun aneh menurutnya.

Setelah putus darinya kurang lebih 1 bulan lamanya masih merasa biasa saja, di pertengahan bulan itu ia merasa sakit di bagian kepalanya yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti biasanya, namun ia merasa mungkin karena tugas kuliah yang terlalu banyak dan membuatnya terotak akan tugas yang diberikan oleh dosen.

Lama kelamaan ia pun mulai merasa ada yang aneh di dalam dirinya, ia pun betanya-tanya ‘ kenapa ya sakitku ini ngga sembuh-sembuh ? “ terbesit di pikirannya, kemudian ia pun mulai menceritakan hal itu kepada kakak sepupunya.

“ Kak Ana kenapa ya setiap Sinta melakukan aktivitas Sinta selalu teringat diriya ? “

“ Teringat siapa emangnya Sinta dek ?

“ Teringat mantan kekasih Sinta kak “

“ Lohhh…emangnya Sinta uda punya mantan dek ?

“ Uuudaaa kak “ menjawab dengan gugup dengan penuh ketakutan.

“Astaga dekku, kamu kan masih kuliah kenapa kamu pacaran dek? kakak kan udah kasih tau kamu dari dulu jangan pacaran dulu dek, selesaikan dulu studi kamu baru kamu pacaran. Kenapa kamu lakuin itu dek ?”

“Sinta pengen ngerasain yang namanya pacaran kak, karena Sinta ngerasa ia udah cukup umur untuk pacaran kakak.”

“Oke ngga papa, kalau uda terjadi apa boleh buat lagi, percuma juga kakak marahin Sinta , toh Sinta juga uda dewasa ngga mungkin lagi dimarahin. “

“Iya kak, maafin Sinta ya kak karena uda ngelanggar yang kakak larang “

“Iya ngga papa dek, nah tadi Sinta mau cerita katanya, cerita la dek siapa tau kakak bisa bantu“

“Gini kak, Sinta kan uda putus sama pacar Sinta, tapi kenapa ya kak, aku masih keinget dia terus ?”

“Emang kalian pacaran udah berapa lama dek? dan putusnya uda berapa lama ?”

“Kita pacarannya kurang lebih tiga bulan kak dan putusnya kurang lebih uda empat bulan kak. Dan sebenarnya kita udah pernah pacaran ketika duduk di bangku SMK, kita pacaran hanya dua bulan kak, itu pun waktu kelas 10 SMK, setelah itu kita langsung lost contact. “

“Ooo jadi begitu ceritanya, oke baiklah dek, mungkin bukannya kakak suudzon ya dek mungkin ini ada sesuatu dek, karena kakak ngelihat Sinta itu agak berbeda dari sebelumnya, dulu Sinta ceria tapi sekarang Sinta kakak lihat suka melamun, nanti tiba – tiba diam terus langsung melamun.

Kakak juga aneh ngeliat Sinta, kakak pengen nanya tapi nanti salah makanya kakak perhatiin aja ngga kakak tanya, nah sekarang kakak udah tau jawabannya. kalau gitu nanti kita pergi berobat ( pak ustadz ) ke tempat kakak berobat biasa aja ya dek, nanti kakak kabari Sinta ya dek. “

“Baikk kak makasih ya kak “

Setelah beberapa hari Sinta cerita kepada kak Ana, kemudian Kak ana langsung menghubungi Sinta dan mengajak Sinta untuk berobat bersamanya. Lalu mereka pun pergi ke tempat perobatan yang kak ana katakan kemaren. Sesampainya di tempat perobatan tersebut, mereka langsung mengambil nomor antrian dan menunggu namanya dipanggil. Sembari menunggu antrian kak Ana pun berkata kepada Sinta.

”Nanti  di dalam bilang aja semua yang Sinta rasakan dan Tanya aja apa yang Sinta ingin tanya, ngga papa dek tanya aja bapak itu baik kok “

“Iya kak, tapi nanti bantu Sinta ya kak”

“Iya dek pasti kakak bantu kok “.

Setelah selesai melakukan pengobatan. Mereka pun langsung beranjak pergi dari tempat pengobatan itu. Dalam perjalan kak Ana merasa lapar, kemudian kami langsung singkah ke sebuah temapt makan yaitu “ Waroeng Steak “ berhubung Sinta tidak pernah makan steak maka dari itu Kak Ana mengajak Sinta untuk makan di “Waroeng Steak “ tersebut.

Setelah merasa kenyang mereka pun ingin bernajak dari tempat makan tersebut, dan kemudian karena Kak Ana merasa jenuh dengan pekerjaan yang dilakukannya setiap hari, ia mengajak Sinta untuk pergi refreshing.

Kak Ana mengajak untuk pergi ke tempat pemandian Air panas “ Pariban “. Sebelumnya tidak memiliki rencana untuk pergi ke tempat wisata itu. Tanpa memilki recana mereka pun langsung pergi ke tempat pemandian itu dan meminta izin kepada orang tua hanyah melewati telepon. dan kemudian mereka pergi refreshing untuk menghilangkan kejenuhan dan stress.

THE END

Penulis : Yulia Anisa Lubis

Gravatar Image
Nama saya Yulia Anisa Lubis. Saya berumur 20 tahun. Saat ini saya sedang menjaalankan pendidikan di Universitas Negeri Medan. Pada saat ini saya sedang berada pada semester 5.

Comment

Artikel Terkait