by

Cerpen: Misteri Hutan Terlarang

Di suatu desa tinggalah seorang gadis bernama Ayu, dia merupakan cucu dari seorang petani tua bernama mbah Ratih. Mereka tinggal di suatu gubuk kecil, beliau memiliki putri bernama Sari yang merupakan ibu dari Ayu.

Sari menitipkan Ayu pada mbah Ratih karena Sari tak sanggup membesarkanya seorang diri, dia menganggap Ayu pembawa sial. Ayu sendiri terlahir tanpa seorang ayah karna ayahnya kabur saat ayu masih dalam kandungan, begitupun dengan ayah tirinya yang meninggal saat ayu berusia 9 tahun karena sakit keras dan tanpa mbah ratih tau, bahwa selama ini anaknya Sari berkerja sebagai wanita malam.

Ayu dititipkan ketika ia berusia 10 tahun dan sekarang Ayu menjelma menjadi sesosok gadis yang sangat menawan, kini usianya menginjak 18tahun. Selain cantik ayu merupakan siswi berprestasi di sekolahnya, tepat ditahun ini ayu akan melangsungkan kelulusannya dan berencana untuk kembali ke kota mencari ibunya, karna setelah ayu dititipkan ibunya tidak pernah sekalipun mengunjunginya.

Ayu sangat merindukan ibunya walaupun ia tau bahwa sari tidak menginginkan Ayu. Hari kelulusan pun tiba dan seperti biasa Ayu mendapat peringkat pertama dengan nilai terbaik, mbah Ratih pun sangat bangga kepada Ayu.

Sesampainya di rumah, Ayu menyampaikan keinginannya pada mbah Ratih, tapi mbah ratih tetep bersikukuh melarang Ayu pergi tapi karena Ayu terus-terusan memohon akhirnya dengan berat hati mbah Ratih pun menyetujuinya, Sari pun merasa sangat senang lalu memeluk mbah Ratih dengan sangat erat dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Ayu kemudian bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mulai menyiapkan beberapa pakaian yang akan ia bawa. Keesokan harinya Ayu yang ditemani mbah ratih berjalan menuju terminal bus, setelah beberapa menit mencari bus dengan tujuan Jakarta akhirnya Ayu pun menemukannya dan mulai menumpangi bus tersebut.

Baca Juga  Cerpen: Foto Usang

Bisa terlihat dari raut wajah mbah Ratih yang begitu berat melepaskan cucu satu-satunya, sebenarnya berat untuk meninggalkan mbah Ratih tapi ayu juga tidak bisa membendung rasa rindunya pada sang ibu, dari balik jendela Ayu melihat ke arah sang nenek seraya melambaikan tangannya, akhirnya bus pun melaju.

Setelah sampai tujuan Ayu pun mulai mencari alamat ibunya dan tak henti-hentinya bertanya pada siapapun yang ia lewati, tibalah dia di suatu rumah susun yang begitu padat dimana orang berlalu lalang.

Setelah ia mencari nomor rumahnya akhirnya Ayu pun menemukannya, seraya mencocokan alamat tersebut dengan kertas yang ia bawa dengan hati yang berdebar ia pun mengetuk pintu rumah tersebut, dan munculah wanita paruh baya dengan riasan yang cukup mencolok serta pakaian yang melorot, Ayu pun menjelaskan bahwa dia datang dari kampung dan ingin bertemu dengan ibunya.

Tapi wanita itu hanya berdiam diri dengan wajah yang datar, belum wanita itu menjawab datang seorang pria tua bertelanjang dada memeluk wanita itu dan bertanya apa yang terjadi, tapi wanita itu hanya menyuruh pria tersebut untuk kembali ke dalam kamar, lalu wanita tersebut dengan marahnya berkata pada Ayu bahwa wanita tersebut adalah Sari yang tak lain adalah ibunya, belum sempat Ayu memeluk sang ibu dengan tega, justru Sari mendorong ayu dan berkata bahwa semenjak ayu dititipkan maka saat itu juga sari telah membuangnya.

Dengan air mata yang mengalir deras dan kedua kaki yang begitu lemas, Ayu pun berjalan dengan sempoyongan meninggalkan ibunya dengan perasaan kacau, selama 8 tahun ia selalu merindukan dan selalu menantikan hari dimana ia bisa bertemu dengan ibunya dan saling memeluk erat dengan melepaskan

Semua rasa rindu yang menggebu tapi ternyata apa yang ia khayalkan hanya menjadi kenyataan yang begitu pahit, ia pun memutuskan untuk kembali ke desa. Setelah sampai di desa ia pun menceritakan semuanya pada sang nenek, sang nenek pun tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar dan tanpa mereka sadari, ternyata ada beberapa orang yang mendengarkan percakapan mereka.

Baca Juga  Cobain Tahu Penyeimbang Yin Yang

Kemudian dua orang tersebut itupun menyebarkan berita itu ke seluruh warga dan banyak dari mereka meminta mbah Ratih dan Ayu pergi dari desa karna dianggap sebagai aib, tapi sang kepala desa menolak hal tersebut karena itu bukan kesalahan mereka, tapi warga beranggapan kemungkinan besar Ayu bisa saja seperti ibunya yang menjajahkan tubuhnya dan akan menjadi aib di desa ini.

Dan keesokan harinya saat Ayu hendak pergi ke ladang menyusul sang nenek, tiba-tiba saja beberapa lelaki dan pemuda mencegatnya dan merayu Ayu bahkan salah satu dari mereka hendak merudapkasa Ayu, seraya berkata hal-hal buruk tentang ibunya yang menjadi wanita malam dan menggunjing sang nenek karena tidak bisa mendidik anaknya, untung saja hal tersebut dilihat oleh dua orang wanita paruh baya dan mereka pun menyelamatkan Ayu, tapi saat malam tiba beberapa warga datang membawa obor hendak membakar rumah mbah Ratih karna warga merasa bahwa ayu menggoda suami dan pemuda desa, kejadian itupun tak bisa dihindari dan akhirnya rumah pun terbakar habis, tanpa ada yang tersisa dengan berat hati Ayu dan mbah Ratih pun terusir dan menetap di suatu hutan, karena keadaan dan kondisi yang tidak baik membuat mbah Ratih tertekan dan sakit keras akhirnya mbah ratih pun meninggal dunia.

Ayu merasa sakit hati dan dendam kepada warga karna telah membakar rumah dan juga mengusirnya ke hutan dengan paksa, sehingga membuat mbah Ratih meninggal karna tertekan.

Hal tersebut membuat Ayu kehilangan akal sehatnya dengan tekad yang bulat, ia pun bersekutu dengan iblis dan mengorbankan dirinya sendiri sebagai pengantin sang iblis, setelah melakukan banyak ritual dan meditasi Ayu pun mendapat ilmu dan ia pun segera kembali ke desa, dengan membawa dendam dan amarah yang tak terbendung, beberapa rumah warga terbakar dan banyak korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga  Cerpen: Apa Kabar Senja?

Keesokan harinya semua warga berkumpul di lapangan dan berdiskusi akan menangkap Ayu di hutan. Mereka menyuruh para wanita dan anak-anak diam di rumah sampai proses selesai karna takut terjadi apa-apa.

Sesampainya di hutan dengan langkah mengendap-endap wargapun menyaksikan Ayu yang tengah tertidur, dan di saat itulah warga meringkusnya dalam keadaan lengah Ayu pun digiring dengan tangan dan kaki diikat kuat.

Kayu yang telah dikumpulkan wargapun telah terkumpul banyak, dimana kayu tersebut akan digunakan nantinya untuk membakar Ayu hidup-hidup. Dengan air mata yang menderai keluar dari mata Ayu, dengan membawa semua amarah dan dendam yang dimiliki Ayu pun dibakar hidup-hidup dengan marah Ayu pun mengutuk, bahwa ini adalah hutannya dan semua laki-laki yang melewati hutan ini akan meninggal secara mengenaskan, setelah Ayu mengutuk hutan tersebut petir dan gemuruh pun saling bertabrakan, seolah pertanda bahwa kutukan tersebut telah tercatat dengan hutan dan kesunyiannya yang menjadi saksi bisu.

Dan begitulah akhir dari gadis desa tersebut dan konon setiap pemuda dilarang melintasi hutan tersebut, jika hal itu dilanggar maka pemuda tersebut akan ditemukan dalam keadan hangus terbakar. Banyak yang berpendapat bahwa yang mati hanyalah raga ayu bukan rohnya, mengingat Ayu adalah seorang pendamping iblis hutan tersebut.

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis cerpen yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait