by

Cerpen: KARENA MATEMATIKA

Karena Matematika 

Karya : Gizelia tiara putri 
Matematika…
Siapa yang tidak mengenal matematika?
Aku rasa matematika adalah satu kalimat yang tidak terdengar asing.
Bahkan hampir setiap hari mendengar kalimat tersebut.
Suatu hari ada seorang anak yang bernama Alona seorang gadis kecil yang duduk di kelas 2 sd. Gadis kecil ini sangat tidak menyukai pelajaran matematika. Pada saat pelajaran matematika dia selalu mengantuk, malas – malasan  dan selalu tidak fokus pada pelajaran tersebut. Setiap diberikan tugas Gadis kecil itu selalu tidak tuntas, selalu remedial dan remedial.
Pada akhirnya guru matematika meminta orang tua gadis kecil itu untuk bertemu dengannya. Hingga pada saatnya orang tua Alona pun sampa di sekolah dan guru matematika tersebut menceritakan apa yang dilakukan Alona saat jam pelajaran dan alasan mengapa tugas matematikanya selalu remedial.
Alona merasa takut karena orang tuanya sudah dipanggil Kesekolah untuk bertemu gurunya. Alona Berfikir mengapa ia tidak suka dengan matematika dan mengapa pelajaran matematika selalu membuat ia bosan dan lelah. Baginya pelajaran matematika sangat membosankan dan tidak ada ilmu yang ia dapatkan dari pelajaran matematika.
Saat pulang sekolah ia dijemput oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya tidak membahas tentang apa yang ia lakukan disekolah dan tidak membahas nilai Ia yang selalu remedial di pelajaran matematika. Alona merasa bingung mengapa kedua orang tuanya sama sekali tidak membahas masalah tersebut.
Sesampainya di rumah, Alona bergegas untuk mandi dan makan siang. Selesai Alona mandi ibu Alona memanggil Alona dan bertanya mengapa ia selalu remedial dalam pelajaran matematika.
“Mengapa kamu selalu remedial di pelajaran matematika, padahal nilai di pelajaran lain kamu mendapatkan nilai yang sangat tinggi”
-ibu Alona
“Saya merasa bingung Bu mengapa setiap pelajaran matematika saya merasa lelah dan merasa bosan”
-Alona
“Begitu ya” – Ibu Alona
“Iya Bu, maaf kan Alona ya Bu. Alona janji Tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi” – Alona
“Ibu percaya bahwa kamu adalah anak yang pintar dan pasti kamu bisa mengerjakan setiap soal matematika. Mengapa kamu tidak menyukai pelajaran tersebut? Ibu tau bahwa kamu tidak mengenal matematika dan malas untuk belajar dan mendengarkan penjelasan dari guru” – Ibu Alona
“Iya Bu apa yang Ibu katakan sangat benar”
-Alona
“Baiklah sekarang kamu berjanji dengan diri sendiri untuk tidak malas-malasan lagi. Percaya dengan dirimu bahwa kamu pasti bisa”
-Ibu Alona
“Baik Bu saya berjanji bahwa saya bisa untuk semangat belajar matematika dan saya pasti bisa” – Alona
Begitulah percakapan antara ibu dan Alona
Pada akhirnya Alona memutuskan untuk merubah diri dari yang malas malas An belajar matematika menjadi semangat belajar matematika.
Saat Gadis kecil itu duduk dikelas 5 sd ia dipilih untuk menjadi perwakilan sekolah yaitu mengikuti Olimpiade sains nasional bidang matematika. Wah tanpa disadari gadis kecil itu benar benar berubah yaa…
Alona sangat senang karena ia dapat dipilih menjadi perwakilan sekolah. Ia mulai belajar beberapa minggu sebelum Olimpiade tersebut dimulai. Ia sangat bersemangat karena ia sudah menyukai pelajaran matematika. Sepertinya ia baru menyadari bahwa pelajaran matematika jika dipahami dengan baik akan terasa mudah.
Hari ini hari dimana Olimpiade tersebut berlangsung. Alona merasa sangat senang dicampur dengan perasaan takut gagal. Ia pun masuk kedalam ruangan untuk melakukan Olimpiade matematika. Ia mengerjakan nya dengan sangat teliti supaya ia bisa mendapatkan nilai yang bagus. Ia pun sudah menyelesaikan soal-soal Olimpiade tersebut.
Setelah pulang sekolah, hasil Olimpiade tersebut dikirimkan kepada pihak sekolah dan ternyata ia mendapatkan juara pertama. Alona merasa sangat senang Karena ia bisa mendapatkan juara pertama dan ia bisa lanjut ke babak selanjutnya.
Sampai ke babak selanjut Alona pun masih memegang juara pertama tetapi pada saat babak mewakili kota ia kalah. Ia tidak merasa sedih karena memang begitu kemampuannya ia akan mencobanya lagi di kemudian hari.
Hari demi hari ia lalui tidak terasa ia sudah dewasa, sekarang ia menjadi pengusaha sukses. Ia teringat masa kecilnya yang sangat tidak menyukai matematika, ternyata matematika sangat penting bagi kehidupan. Dalam berbisnis membutuhkan matematika di dalam kehidupan sehari-hari pun membutuhkan matematika.
Sekarang di umurnya yang sudah dewasa ia sangat menyadari bahwa matematika adalah hal yang sangat penting baginya. Karena ia sudah menjadi pengusaha sukses yang sangat membutuhkan matematika untuk segala pekerjaannya.
Ayo mulai sekarang semangat belajar matematika! Ingat matematika sangat penting bagi kehidupan sehari hari! Jika gagal coba lagi jangan pernah bosan untuk mencoba karena semuanya butuh proses dan ingat usaha tidak menghianati hasil!!!
Semangatt!!!!
“Kebanyakan orang membenci pelajaran ini. Tetapi, kamu akan berterima kasih kepada gurumu setelah kamu lulus.”

Baca Juga  11 Kata-kata Motivasi Agar Bangkit Dari Keterpurukan

Comment

Artikel Terkait