by

Cerpen: Insecure Menjadi Bersyukur

Insecure menjadi bersyukur

Pernahkah kalian merasa insecure? Suatu perasaan dimana seseorang merasa tidak percaya diri. Perasaan ini cenderung normal karena terkadang kita sendiri merasa kurang puas dengan apa yang kita punya, namun perasaan ini tidak boleh kita jadikan suatu hal yang menjadi jati diri kita.

Aku adalah salah satu dari orang yang sering merasa insecure, yang sering merasa tidak puas dengan apa yang diriku punya. Aku merasa menjadi orang yang tidak beruntung didunia ini. Merasa tidak cantik seperti gadis – gadis yang lain, dan selalu merasa tidak memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan.

Ih jelek banget sihh!! Gilaa kurus banget!! Eh kok kamu gendutan sih?! Jerawatnya udah kayak pori-pori di bulann hahaha!!! Kamu kok pendek banget sih! Beberapa kalimat yang terlihat sederhana tapi memiliki makna yang menyakitkan. Insecure bisa muncul dari diri sendiri, yang merasa kurang puas dan ditambah perkataan orang-orang yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.

Aku sendiri mengalami insecure karena perkataan orang lain yang membuatku menjadi kurang puas dengan apa yang aku punya, yang selalu merasa tidak punya kelebihan yang bisa dibanggakan. Hari demi hari ku lewati dengan rasa insecure, bertemu dengan banyak orang selalu minder, selalu mendengarkan kata kata yang menyakitkan dari orang orang disekitar ku.

Setiap hari aku selalu insecure saat melihat fisik orang lain “kenapa dia cantik,kok aku gabisa cantik”, selalu mendapat hinaan dari teman dan orang disekitarku “dasar kucel” “pendek banget sih udah kayak kurcaci aja”. Aku selalu berfikir mengapa semuanya harus terjadi aku selalu memikirkan bagaimana caranya, agar rasa insecure itu hancur tapi masih saja gagal gagal dan gagal.

Pada akhirnya aku mencoba untuk menceritakan semua yang kurasakan selama ini kepada kedua orang tuaku. Setelah aku menceritakan semuanya kepada kedua orang tua ku, aku mendapatkan respon yang sangat baik. Kedua orang tuaku menekankan kepada ku untuk tidak  insecure, melainkan untuk mulai bersyukur dan menyadari bahwa diriku ini spesial dan sempurna dimata Tuhan.

Baca Juga  Cerpen: Impian Senja

Akhirnya aku mencoba untuk bersyukur dan lebih mengenal diri ku sendiri mulai dari mengenali apa yang aku sukai , apa yang aku kuasai dan apa yang bisa aku lakukan untuk membanggakan kedua orang tua ku. Ya hal itu memang terlihat sangat mudah dilakukan tapi nyatanya sangat sulit untuk dilakukan, namun aku tetap semangat untuk menghancurkan rasa insecure itu.

Hari demi hari aku lewati , banyak sekali perubahan yang aku alami. Aku mulai mengenali diriku, aku mulai mengikuti beberapa perlombaan karena sepertinya aku memiliki potensi yang baik dibidang Pendidikan. Namun tidak hanya itu aku mulai bersyukur untuk apa yang aku punya salah satunya adalah fisik. Pelan pelan rasa insecure itu hancur walaupun tidak sepenuhnya hancur, karena semua yang kita lakukan membutuhkan proses.

Teman-temanku pun tidak percaya dengan perubahan yang aku alami.

“wah sekarang kamu jauh lebih percaya diri ya sudah tidak insecure lagi” -temanku.

“iya aku mau berubah mulai dari sekarang,insecure hanya membutku tertekan untuk apa aku pertahankan itu”- diriku

Tidak menyangka aku bisa menjadi seseorang yang tidak merasa insecure lagi, dan menjadi orang yang sudah mengenal jati dirinya sendiri. Sekarang aku merasa hidupku jauh lebih menyenangkan dan aku semangat untuk mengejar mimpi mimpi ku. Tidak perduli lagi segala perkataan orang orang yang selalu membuatku merasa insecure dan terpuruk.

Pelan-pelan rasa insecure itu berubah menjadi bersyukur. Aku mulai melakukan hal hal yang produktif dan yang lebih bermanfaat, supaya aku bisa menghasilkan sesuatu yang dapat dibanggakan oleh orang banyak dan aku bisa meningalkan rasa insecure itu sepenuhnya. Aku mulai belajar bernyanyi, menari, memasak dan masih banyak lagi, hingga pada akhirnya aku menyadari bahwa banyak sekali hal yang aku bisa lakukan.

Suatu hari ada perlombaan di sekolahku sebenarnya ini bukan lomba pertama, yang diadakan sekolah ku tapi aku merasa sangat Bahagia karena ini kali pertamanya aku ingin mengikuti beberapa lomba yang di adakan. Banyak sekali jenis lomba yang diadakan seperti lomba bernyanyi, lomba membaca puisi, lomba berpidato dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya aku mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba bernyanyi dan lomba membaca puisi ke walikelas ku.

Baca Juga  Cerpen: I'm Sorry

“Pak saya mau mendaftarkan diri untuk perlombaan yang diadakan”

“wah nak bagus sekali sudah saatnya kamu membuktikan bahwa kamu bisa’’

“hehe iya Pak mulai sekarang saya akan terus aktif dalam perlombaan dan proses belajar mengajar di sekolah”

“kamu mau mendaftar lomba apa nak?”

“saya mau mengikuti lomba bernyanyi dan membaca puisi pak”

“baik nak sudah bapak data,jangan lupa untuk mempersiapkan diri terus semangat ya nak”

Perbincangan yang sangat singkat antara aku dan wali kelasku.

Dan akhirnya akupun bergegas untuk pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah aku sangat bersemangat untuk mempersiapkan naskah puisiku. Aku menulis naskah tersebut dengan penuh perasaan, supaya pada saat aku membacakan puisi itu aku bisa menghayati apa makna di dalam puisi itu dan akupun tidak lupa untuk terus berlatih bernyanyi.

Hingga saatnya hari dimana aku akan berdiri di atas panggung membacakan puisi dan bernyanyi. Awalnya aku merasa sangat santai dan tidak merasakan gugup atau apa pun itu. Tapiii beberapa menit sebelum aku tampil aku mulai merasa gugup. Aku pelan pelan menenangkan diriku sendiri, Tarik nafas hembuskan itu yang aku lakukan

Hingga akhirnya aku tidak terlalu gugup lagi. Dann akhirnya nomor urut ku disebutkan yang artinya aku harus tampil di atas panggung.

Aku membaca puisi dengan sungguh sungguh dan dengan penuh perasaan. Begitu pula dengan bernyanyi aku bernyanyi dengan penuh perasaan. Di saat menampilkan kedua lomba tersebut jujur saja aku merasa sangat gugup tapi, aku melawan rasa gugup itu aku berusaha untuk menampilkan yang terbaik. Selesai tampil aku Kembali ketempat duduk ku dan berbicara dengan beberapa temanku.

“bagus bangett penampilan kamu”

Baca Juga  Cerpen: Mading Sejuta Cinta

“ga nyangka kamu udah percaya diri”

Sekarang pelan pelan aku sudah mendapatkan pujian dari orang lain dan teman teman ku. Walaupun pujian itu bukan sepenuhnya menjadi alasan untuk aku terus semangat tetapi setidaknya pujian membuat ku tidak merasa insecure lagi.

Pada akhirnya semua peserta sudah selesai menampilkan karya” nya. Dan beberapa menit lagi akan mengumumkan pemenang dari perlombaan ini!!!!. Aku mulai takut karena takut hasilnya tidak sesuai yang aku bayangkan, tapi aku tetap berdoa kepada Tuhan supaya aku bisa mendapatkan hasil yang sangat baik.

Akhirnya pengumuman lomba pun mulai dibacakan. Aku menunggu pengumuman lomba membaca puisi dan lomba bernyanyi. Setelah dibacakan pemenang lomba membaca puisi aku sangatt senang karena aku mendapatkan juara pertama pada lomba membaca puisi, aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena aku mendapatkan juara pertama dan sudah diberikan karunia supaya aku dapat membaca puisi dengan baik.

Pengumuman lomba bernyanyi pun sedang dibacakan. Mulai dari juara harapan 3, aku bingung mengapa namaku tak kunjung disebutkan ternyata  siswa yang mendapatkan juara 2 bernyayi adalah aku!!! Aku tak berhenti mengucap syukur kepada Tuhan. Dimana ini kali pertamanya aku mengikuti lomba tapi aku bisa memenangkan 2 lomba dalam satu waktu.

Ini semua karena Tuhan dan kedua orang tua ku…..

Ternyata rasa insecure hanya membuatku terpuruk dan sama sekali tidak ada manfaatnya, sekarang aku mulai menyadari BERSYUKUR adalah memang hal yang sulit dilakukan tapi tidak sulit, saat kita menyadari hal ini sangat penting dalam kehidupan sehari hari.

Terimakasih untuk orang yang telah membuatku jatuh tanpa jatuh, mungkin aku tidak bisa bangkit seperti ini. Mulai sekarang ubahlah hidup kita dari rasa insecure menjadi bersyukur….

Terimakasih.

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis cerpen yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

4 comments

  1. Hmm akhir-akhir ini saya sering insecure, tapi setelah membaca cerpen ini saya jadi termotivasi

Artikel Terkait