by

Cerpen: Bersamamu Aku Bahagia

Saat seseorang jatuh cinta mereka akan melakukan semua hal yang menurut dia benar dalam kehidupannya. Hari ini, aku dan seseorang yang kutemui di awal tahun 2021 (the first love) pergi keluar untuk mencari toko kain.

 Sesampainya di toko kain, “permisi, apakah di sini ada kain flanel?”, ucapku kepada penjaga toko kain.

“Mohon maaf kak, kain flanel sedang kosong di toko kami”. Jawab penjaga toko.

Sayangnya setelah tahu bahwa kain flanel tidak ada, aku sama pacarku pergi dan mencarinya di toko lain. Di motor, aku sama pacarku melihat ke kanan dan ke kiri sambil mencari toko kain dan tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13.30 WIB, aku sama pacarku tiba-tiba diberhentikan polisi. Sementara itu, saya merasa takut saat melihat polisi tersebut.

“Maaf pak, kenapa saya distop kan?”. Kata pacarku sambil bingung.

 “Mohon ke pinggir Kemana-mana, boleh saya lihat surat-surat lengkapnya?”, jawab polisi dengan tegas.

 “STNK saya ketinggalan di rumah tapi kalo SIM saya membawanya”, seru pacarku.

Polisi pun bertanya kembali, “kenapa tidak membawanya? Lalu mengapa mbanya tidak memakai helm? Ke sini saya mau tulis identitas pribadi kamu untuk surat tilang”. Dengan raut wajah yang langit akhirnya pacarku langsung dimintai keterangan.

 “Motor kamu saya tilang, besok datang ke kapolres untuk sidang!” ucap polisi sambil memberikan surat tilang.

Di samping itu, pacarku tidak tahu bahwa di jalan dekat rumahnya sedang ada razia motor. Kemudian, aku dan pacarku pun pergi meninggalkan pos polisi tersebut.

“Gimana ini motor kamu kena tilang gara-gara aku enggak pakai helm”, ucapku sambil berkaca-kaca.

 “Enggak apa-apa, lagi pula semua itu bukan salah kamu juga, aku lupa tadi enggak bawa STNK karena terburu-buru”. Ucap pacarku sambil mengelus.

Aku merasa bersalah dan menyesal karena motor pacarku kena tilang. Setelah itu, aku sama pacarku melanjutkan perjalanan mencari toko kain sambil jalan kaki, dan akhirnya menemukan toko yang ada kain flanel.

Dengan senangnya aku langsung membeli. Selesai membeli kain, dia mengajakku bertemu dengan temannya untuk meminjam motor. Lalu, aku dan pacarku pergi untuk menemui temannya itu, mereka berbincang-bincang sangat lama.

“Sayang, ayo pulang sudah hampir jam 3 sore nih”, ucapku sambil memegang tangannya.

“Kamu nanti tunggu yah di warung sebelah, aku nganterin teman dulu ke rumahnya terus aku balik lagi ke sini, gimana?”, tanya pacarku.

“Hah? (dengan raut wajah yang kaget) Terus aku gitu di warung sebelah?”. Seruku yang takut duduk sendirian di warung.

“Iya, enggak bakalan lama deket rumahnya juga”, jawab pacarku sambil memegang tangan.

 “Yasudah jangan lama yah aku takut” Ucapku kamu. Dia langsung pergi mengantar temannya untuk pulang. Pukul 15.00 WIB dia datang dan bilang “Ayo kita pulang”. “Yang, emang motornya gapapa yang dipinjam sama kamu? Tapi sebelum pulang aku mau jajan dulu boleh yah?”, tanya Anda.

“Boleh kata baca juga, iya ayo sayang pasti kamu lapar yah?”, seru pacarku sambil mencubit pipiku yang bulat ini. Aku terdiam, berdebar dan jantungku berdebar kencang seolah-olah akan berhenti setelah aku menganggukkan kepala.

Sementara itu, saat di perjalanan aku sama dia menikmati indahnya suasana di sore hari dan hilang perasaan takut dan tegang karena kejadian tilang tadi, aku sama dia saling tatap-tatapan dispion kaca motor sambil tersenyum. “Manis banget sih kamu”. Ucap pacarku, aku pun tersipu malu.

Akhirnya, kita berdua sampailah di gerobak kaki lima, saya langsung membeli jajanan berupa makanan sama minuman. Selesai jajan aku sama pacarku langsung pulang, saat di perjalanan. “Yang, kamu coba makanan ini enak lho “, ucapku sambil memberikan makanan.

“Enggak ah, perut aku masih kenyang”. Jawab pacarku sambil kepala.

Di situ aku sangat kesal dia tidak mau makan jajanan yang tadi aku beli, “yasudah kalo kamu enggak mau, aku marah nih”, ucapku sambil memandang pandangan.

Dengan lembutnya pacarku bilang, “yang jangan marah, iya sini mana makanannya” (Pacarku sambil membuka mulut) Aku pun langsung menyuapi dia sambil tersenyum.

“Kamu ini jangan banyak-banyak ngasihnya”, ucap pacarku sambil kunyah.

Dengan senangnya aku sengaja kasih dia begitu banyak makanan. “Biarin, supaya kamu cepat gendut kalo kamu gendut nanti mirip aku”, seketika aku sama pacarku tertawa sambil menikmati indahnya suasana hari.

Sementara itu, sampailah di depan rumahku, aku bilang sama dia. “Sayang, terima kasih sudah nganterin aku beli kain, jajan, terus jalan-jalan dan ketawa bareng kamu. Aku juga mau minta maaf sekali lagi, aku nyesel banget tadi enggak pakai helm terus motor kamu jadinya kena tilang”, ucapku sambil menundukkan kepala.

“Sayang kamu enggak usah ngerasa nyesel itu semuanya bukan salah kamu juga, aku mau lihat senyummu lagi biar aura cantiknya makin terlihat”, dengan senangnya dia bilang seperti sambil mencubit pipiku yang bulat ini untuk kedua kalinya. Akhirnya, aku pun tersenyum kembali.

Sebelum pacarku pulang, aku sama dia membuat janji pada diri kita masing-masing bahwa nantinya jika aku sama pacarku pergi keluar, harus lebih memperhatikan peraturan dan norma-norma lalu lintas agar kejadian tadi tidak terulang kembali. Dan saat itu, jadilah hari yang menyenangkan dan menegangkan bagi aku dan pacarku.

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis cerpen yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak naskah yang masuk.

Penulis : Putri Khoerunisa

Gravatar Image
Cerita pendek di awal tahun 2021 bersama seseorang yang baru saja di temui

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait