by

Belum Tentu Ada Pelangi Setelah Hujan

Belum Tentu Ada Pelangi Setelah Hujan

Oleh :

Ratna Firmania Rochman

Hari ini adalah hari paling berat buat siska. Uang siska dibawa kabur oleh pacarnya dengan alasan membangun bisnis, tapi ternyata uang itu dibawa kabur ke luar negeri dengan wanita lain.

Siska duduk merenung ditepi pantai,fikirannya kosong, seraya tidak percaya dengan yang dialaminya, uang tabungan yang dikumpulkannya selama ini dibawa kabur oleh pacarnya sendiri, pacar yang dicintainya.

Kenapa jika berhubungan dengan uang semua orang sangat nyata terlihat aslinya. pacar yang dikencani selama 2 tahun tega menipunya dan mengkhianatinya. saat ini siska sudah tidak punya tabungan sama sekali hanya uang didompet yang tersisa.kontrak pekerjaannya pun hanya sampai bulan ini.

Oh tidak.semua ini seperti tidak adil bagiku, ucapnya .

Semua datang satu paket pengkhianatan, penipuan, air mata siska tidak bisa di tahan lagi.

Siska menangis tersedu-sedu.Menangis memang membuat hati lega.

Prak .!!

Kepala siska terkena lemparan bola oleh anak-anak kecil yang bermain bola dipantai.

Tangisan siska semakin menjadi-jadi .dan tiba-tiba seketika langsung berhenti,dan menoleh kebelakang melihat siapa yang melemparkan bola ke arahnya.

Dengan sigap . . .

Siska menoleh ke arah anak kecil yang bermain itu dan langsung berlari mengejar mereka.

Ah tapi apa daya tubuh siska tidak kuat untuk berlari terlalu jauh.

Sambil mengusap kepalanya, siska terus berjalan tanpa tujuan.

Tiba-tiba hujan lebat .

Siska berlari mencari tempat untuk berteduh.ada pria disebelah siska yang juga ikut berteduh.

Pria dengan jaket hitam, bertopi, dan memakai masker.

Apakah selalu ada pelangi setelah hujan?ucap siska.

Pria itu menoleh ke siska , tapi tidak menjawab ucapan siska.

Apakah jika hujan malam pelanginya juga akan terlihat setelah reda?

Lagi-lagi pria itu tidak menjawab pertanyaan siska.

Pria itu mengeluarkan sebungkus roti, Ketika hendak memakannya.

Siska menoleh ke pria itu.dan meraih roti itu dan membagi dua.

“seharusnya kamu membagi rotimu seperti ini, karena aku juga kelaparan.ucapnya.

Asal kamu tau, aku habis ditipu oleh pacarku sendiri.uangku habis di bawa kabur.sebaiknya kamu meng ikhlas kan rotimu ini.

Baca Juga  Cerpen: Terlepas Dari Bayangan

Akhirnya mereka memakan roti itu bersama.

Setelah hujan berhenti.

Pria itu langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Tiba-tiba Siska menarik jaket pria itu .Dan berucap.

“sebaiknya kamu jangan pergi dulu, pria disebelah sana dari tadi melihatku”.

“Itu bukan urusanku, aku juga tidak mengenalmu”.jawab pria itu dengan ketus.

Tapi siska berlari mengikuti pria itu dari belakang.

Tunggu aku, aku takut sendirian disini,bagaimana kalau ada yang mencopetku?

Pria itu mendadak berhenti.

“kamu tidak punya uang, kenapa juga kamu takut dicopet! Kamu sebaiknya pergi dan jangan mengikutiku”

Tapi siska tetap mengikutinya.

Karena langkah pria itu terlalu cepat, siska kehilangan jejak pria itu.

Siska terus berjalan berusaha menemukannya.

Tanpa disadari siska sampai ditempat jalanan sepi.

Karena tersadar tidak ada orang sama sekali, siska berjalan lebih cepat mencari tempat yang ramai.

Di setiap langkahnya seperti ada yang mengikutinya dari belakang, siskapun berjalan semakin cepat.karena sangat ketakutan siska pun tersandung dan terjatuh.

Seseorang yang mengikutinya semakin mendekat, siska kesusahan untuk berdiri, ujung kakinya terluka tersandung batu.

Tiba-tiba seseorang yang Mengikutinya tadi membelok kan badannya dan pergi begitu saja. ternyata dibelakang siska berdiri pria tadi.

Siskapun terkejut.

Pria itu membantu siska berdiri, dan membantunya berjalan.

“kakimu terluka, tidak jauh dari sini ada apotik yang masih buka, aku akan obati lukamu”.

Siska hanya bisa mengangguk.sambil berjalan terpincang-pincang melihat pria itu yang berjalan disampingnya.

“Kamu duduk disini saja, biar aku yang masuk ke dalam”

Lagi-lagi , siska hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.

Pria itu keluar dari apotik dan langsung mengobati luka siska.

Yang ada difikiran siska saat ini:

  1. kenapa pria ini tiba-tiba menyelamatkanku.
  2. kenapa dia perhatian dan perduli.
  3. kenapa dimengeluarkan uangnya untuk mengobati lukaku,padahal kita tidak saling kenal.

“ah kenapa aku jadi takut “ ucapnya dalam hati.

“Kenapa kamu menolongku, apakah kamu teringat saudaramu atau yang lain?ucap siska tidak sabar ingin tau jawabannya.”

“tidak ada alasan untuk menolong seseorang” jawab pria itu.

“Boleh aku tau namamu? namaku siska ”.sambil menyodorkan tangannya.

Baca Juga  Cerpen: Pandemi Merugikan Atau Menguntungkan?

Pria itu tidak merespon jabatan tangan siska.

“kamu bisa menamaiku apapun sesukamu”.habiskan dulu minumanmu, aku akan mengantarmu pulang”.kembali dengan nada cueknya.

Sesampainya didepan kos, mereka berdua berpisah tanpa berpamitan satu sama lain.

Tapi pria itu membelokkan badannya, dan mengucapkan sesuatu yang membuat lena terjekut.

“Meskipun belum tentu ada pelangi setelah hujan.tapi kamu harus tau,Setiap tetesan hujan  adalah keajaiban, kamu harus menikmatinya.”

Seketika itu siska tidak bisa berkata apa-apa, siska tersentuh oleh ucapan pria itu.siska hanya melihat pria itu pergi semakin jauh.

Ingin sekali siska memeluknya, tapi siapalah kita.

Setelah beberapa hari kemudian ,tidak disengaja Siska bertemu lagi dengan pria itu.

Mereka bertemu saat berada di minimarket.

Pria itu membeli beberapa minuman.tapi siska tidak langsung menyapanya.

Siska mengikuti pria itu,siska ingin tau dimana pria itu tinggal.siska terus mengikutinya.setelah sampai.

Pria ini tinggal dilingkungan yang biasa.

sebelum pria itu membuka pintu rumah,

siska mengagetkannya.

“Oh disini rumahmu”.

“Kamu,kenapa kamu selalu mengikutiku”.ucap pria itu kesal

“aku mau jadi temanmu, tidak apa kalau kamu yang tidak mau,pokoknya aku mau”dengan nada memaksa.

“ Wah siapa wanita ini leon?”.

Suara bapak-bapak tua itu muncul dari belakang mereka berdua.

“kenapa tidak kamu suruh masuk saja wanita ini leon, ayo silahkan masuk” ucap bapak tua itu

Dengan senang hati siska ikut masuk ke dalam, sambil menoleh dengan menjulurkan lidahnya seraya mengolok-olok pria itu.

Ternyata di dalam rumah juga ada seorang nenek yang masih kelihatan bugar, dan menyapa siska dengan ramah.

“Leon, kamu membawa gadis manis ini ke sini, apakah ini pacarmu? belum pernah nenek lihat kamu membawa gadis ke sini? “

“Bukan nek ini temanku, yang tiba-tiba datang kemari”.ucap leon dengan ketusnya.

“tapi aku menyukainya nek” ucap siska.

“oh nama kamu leon”,ucap siska lagi sambil berbisik.

“aku akan mengantarmu , sebaiknya kamu lekas pergi dari sini”.ucap leon.

Meskipun leon cuek, tapi siska terus mendekati.

Siska sering berkunjung ke rumah nenek,dan mereka hari demi hari semakin akrab.

Baca Juga  Laut dan Kenangan

“Kakek dan nenek mengkhawatirkan satu hal leon, bagaimana jika siska tau kalau kamu adalah orang kaya, kamu adalah bos dari perusahaan besar, aku jg bukan nenek kandungmu, aku hanya orang yang membesarkanmu dari kecil. Bagaimana jika siska tau?”

“aku akan memberi tahu siska secepatnya nek, nenek tenang saja “ .

Hari ini Leon mengajak siska bertemu, ada yang ingin leon katakan.

Setelah sampai di tempat tujuan. leon mengucapkan 1 kata ke siska, dan siska harus menjawabnya dengan jujur.

“Kenapa kamu menyukaiku?”

“Aku menyukaimu karena aku suka dan aku bahagia melakakukannya.”

Akhirnya merekapun berpacaran, dan mereka melalui hari-hari dengan bahagia.

Sampai suatu ketika.saat siska berjalan didekat pasar traditional.

Siska melihat koran yang dipajang oleh pedagang kaki lima, dan di sana terpampang wajah leon, yang di atasnya bertuliskan Pengusaha sukses.

Siska langsung membeli koran itu, siska membaca isi dari koran, siska lemas seketika. siska masih tidak percaya, selama ini dia baru tau kalau pacarnya  adalah orang kaya.

Siska merasa ditipu untuk yang kedua kalinya dengan cerita cinta yang berbeda.

Siska ingin memastikan kebenarannya.

Siska datang ke rumah nenek, dan ternyata benar semua cerita yang ada di koran itu. nenek meminta maaf dan menceritakan semuanya.

Siska datang naik taksi  ke perusahaan leon.

Dia berada di dekat perusahaan leon menunggu leon keluar.

Akhirnya leon keluar dari pintu utama.

Dan leon melihat siska.

Sungguh terkejut leon melihat siska dari jauh menatapnya dengan sedih dan kecewa.

Siska masuk ke dalam taxi,

Ingin leon mengejar, tapi apalah daya, leon saat ini dengan semua jajaran direksi diperusaannya.

Sepanjang perjalanan leon terus memikirkan siska.

Pesan maafnya hanya dibalas dengan singkat oleh siska.

“aku ditipu dua kali dengan lelaki berbeda”.

_ selesai _

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis cerpen yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment