by

Media Tanam Selain Tanah Berikut ini Membuat Kamu Semakin Betah Bercocok Tanam Lho

Bercocok tanam sangatlah identik dengan media berupa tanah, namun sayangnya tanah tidak selalu tersedia di tempat-tempat seperti perkotaan, yang padat penduduk atau rumah yang memiliki lahan yang sempit.

Oleh karena itu, kini sudah banyak tersedia media-media tanam selain tanah. Eits, jangan salah, untuk masalah nutrisi, media tanam ini masih bisa menyediakan nutrisi untuk loh! Penasaran media tanam selain tanah apa sajakah itu? Yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Media Air
Tanaman dengan media air (Foto: istockphoto.com)

Yang pertama ialah Air. Air merupakan media tanam paling sering digunakan untuk mengganti media tanah, biasanya teknik tanam menggunakan air ini disebut dengan teknik hidroponik. Selain mudahnya untuk mendapatkan air, menggunakan media tanam air ini juga dapat menghemat tempat untuk menamam tanaman.

Kamu bisa mengkreasikan tempat untuk menamam tanaman ini dengan membuat pot-pot, yang digantung menggunakan bekas botol minuman atau mungkin kamu bisa menggunakan talang atau paralon, yang kamu potong dengan ukuran khusus untuk meletakkan tanaman.

Tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik rata-rata berupa sayuran seperti sawi hijau, brokoli, seledri, bayam, cabai, dan buncis.

2. Arang Sekam
Tanaman dengan arang sekam (Foto: 99.co)

Arang sekam atau sekam bakar merupakan media tanam yang dibuat dari kulit padi, yang telah dikelupas kemudian dibakar tidak sampai hancur.

Arang sekam ini juga kerap menjadi media tanam, dengan cara mencampurkannya dengan sedikit tanah atau mencampurkannya dengan sedikit air. Biasanya arang sekam digunakan untuk media tanam berupa tanaman hias, sayuran, dan buah-buahan.

Arang sekam cocok sebagai media untuk bercocok tanam karena memiliki kandungan seperti protein kasar, kadar air, abu, serat kasar, karbon, oksigen, karbohidrat, hidrogen, dan beberapa kandungan kimiawi lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman.

Baca Juga  5 Jenis Tumbuhan yang Cocok Ditanam Pada Musim Hujan

Arang sekam ini sangat mudah ditemukan karena di Indonesia sendiri banyak persawahan, selain itu harga dari arang sekam ini juga relatif murah. Tak hanya sekam bakar, untuk sekam padi yang masih mentah sebelum dibakar juga dapat digunakan sebagai media tanam loh!

3. Sabut Kelapa
Tanaman dengan media sabut kelapa (Foto: diketpang-taliabu.xyz)

Sabut kelapa menjadi salah satu media tanam selain tanah berikutnya. Sabut kelapa mengandung beberapa mineral yang dibutuhkan tanaman seperti magnesium, natrium, kalsium, dan kalium.

Sabut kelapa yang digunakan sebagai media tanam ini tidak sembarang sabut kelapa ya! Kamu harus memilih sabut kelapa yang berasal dari kelapa yang sudah berumur tua dan berserat kuat.

Sabut kelapa cocok digunakan sebagai media tanam di daerah yang panas, karena kemampuan mengikat dan menyimpan airnya. Namun, karena sabut kelapa gampang lapuk ketika terkena air hujan, sebelum kamu gunakan sebaiknya sabut kelapa kamu rendam dahulu dengan larutan fungsida.

Selain itu, untuk menjaga agar tanamanmu tidak kekeringan, kamu harus selalu memastikan jika sabut kelapamu selalu basah karena air ya!

4. Rockwool
Tanaman dengan media rockwool (Foto: istockphoto.com)

Rockwool merupakan media tanam yang dibuat dari kombinasi bebatuan seperti batuan basalt, batu kapur, dan batu bara yang dipanaskan pada suhu yang mencapai 1.600 derajat celcius.

Media tanam ini sering juga digunakan sebagai media pada teknik hidroponik, karena komposisi air dan udara dalam media tanam ini lebih seimbang dibanding media tanam lainnya.

Rockwool memiliki kandungan pH yang cukup tinggi untuk tanaman, yaitu berada direntang pH 7.8 – 8.02. Oleh karena itu, media ini cocok untuk ditanami tanaman yang dapat tumbuh di pH tersebut.

5. Spons
Ilustrasi (Foto: istockphoto.com)

Spons merupakan salah satu benda yang paling banyak digunakan untuk media mencuci benda, seperti alat makan hingga untuk mencuci kendaraan. Eits, tetapi jangan salah, spons juga bisa kamu sulap untuk dijadikan media tanam loh!

Spons mungkin merupakan media tanam yang ringan, tetapi jika kamu menyiramnya dengan air, spons akan membuat tanaman dapat menjadi berdiri tegak karena volumenya bertambah.

Baca Juga  Tips Mulai Berkebun Sayuran Bagi Pemula, Jangan Sampai Salah Langkah

Kelebihan yang dimiliki media tanam spons ialah mudahnya dalam menyerap air. Sedangkan untuk kelemahannya, spons sangat gampang rusak, apalagi jika harus terlalu lama terendam air.

Oleh karena itu, media tanam ini rata-rata digunakan untuk menanam tanaman berupa tanaman besar, yang memiliki waktu singkat dalam berbunga atau berbuah.

Nah, itu tadi media tanam selain tanah yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Sebelum membeli dan menggunakan media tanam tersebut, sebaiknya kamu harus mencari tahu dahulu apa kelemahan dan kelebihan media tanam yang kamu pilih, dan tanaman yang cocok untuk media tanam tersebut.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait