by

7 Manfaat Menjadi Petani yang Pasti Menyenangkan

Menjadi petani bukan profesi yang tabu melainkan bidang pekerjaan yang menyenangkan. Apalagi ada manfaat menjadi petani baik dari segi finansial maupun dari segi hobi dan kesenangan. Untuk itu, jangan malu untuk bertani mari manfaatkan lahan sekalipun hanya sepetak di pekarangan belakang rumah.

Sekalipun banyak manfaatnya, ternyata masih banyak masyarakat yang menganggap remeh aktivitas bertani. Alasannya sederhana, karena mereka beranggapan dengan bertani tidak akan menghasilkan uang. Jika pun ada penghasilan, katanya petani harus menunggu waktu yang lama untuk mendapatkannya.

Padahal manfaat bertani tidak hanya keuntungan uang semata. Tetapi masih banyak manfaat yang lain yang bisa didapatkan oleh petani. Ini dia manfaat jadi petani yang dimaksud:

1. Budaya Lokal akan Tetap Lestari

Indonesia tidak hanya disebut negara maritim tetapi juga negeri agraris. Hal ini disebabkan oleh leluhur bangsa yang memang sudah menekuni pertanian sejak jaman dulu, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Luar biasanya, lahan pertanian di Indonesia cukup luas, sehingga wajar kalau aktivitas pertanian menjadi budaya di tanah air.

Jika Indonesia ingin tetap menjaga budaya lokal agar tetap lestari, maka aktivitas pertanian tidak boleh dihilangkan. Malah seharusnya generasi muda lebih digalakkan untuk mencintai pertanian. Sehingga mereka benar-berna mendapatkan manfaat dari bumi yang mereka tinggali sendiri.

Dengan bertani, sejatinya telah menjaga budaya lokal tetap terjaga dengan baik. Orang semacam ini harusnya didukung bukan malah dikerdilkan dengan dianggap profesi yang tidak menghasilkan. Pemerintah pun harus membuka lahan pertanian sebanyak-banyaknya, agar masyarakat petani tetap bisa melanjutkan warisan leluhurnya tersebut.

2. Bisa Menikmati Keindahan Alam

Yang namanya suasana pedesaan pasti asri dan indah. Apalagi jika kawasannya persawahan yang dipenuhi dengan padi dan palawija yang berdaun hijau. Nah, bagi petani ini merupakan suasana yang memiliki keindahan tersendiri. Bahkan terkadang mereka lupa waktu jika sudah kadung berada di tengah sawah.

Baca Juga  Persiapkan Hal Ini dan Lakukan Saat Tersesat di Hutan!

Keindahan ini yang menjadi alasan mengapa petani suka makan di saung daripada pulang ke rumah. Karena bagi mereka, suasana di kala itu lebih sejuk dan teduh yang akan menambah selera makan. Dan ini wajar, silakan dibayangkan bagaimana lahapnya jika makan sembari ditemani angin nan sejuk dan alam yang permai.

3. Hasil Tani Bisa Dikonsumsi Sendiri

Manfaat menjadi petani yang berikutnya adalah hasil tani bisa dikonsumsi sendiri. Seperti petani tidak perlu membeli beras yang harganya semakin hari semakin mahal, karena petani bisa mengambilnya di lumbung. Begitu juga dengan sayuran yang sudah bisa dipetik sendiri lalu dimasak untuk makan.

Keuntungan menjadi petani inilah yang membuat pemerintah tetap menganjurkan masyarakat agar terus bertani. Bahkan, orang yang tidak memiliki sawah puu usahakan untuk bertani sekalipun hanya di pekarangan rumah. Minimal ditanami sayuran seperti sawi, kubis, tomat dan wortel yang bisa dikonsumsi seluruh keluarga.

4. Ada Penghasilan Tambahan

Tidak dimungkiri salah satu alasan menjadi petani adalah untuk menambah penghasilan. Terutama masyarakat petani di pedesaan yang mungkin hanya profesi tersebut yang bisa ditekuninya. Memang, penghasilan bertani hanya bisa dirasakan secara tahunan saja, namun kalau konsisten dan sabar, penghasilan dari bertani juga cukup lumayan.

Lain daripada itu, pemerintah sudah mulai memperhatikan para petani. Termasuk menggalakkan sosialisasi cara bertani yang benar dan menghasilkan. Bahkan pemerintah pun telah beberapa kali memberi bantuan bibit unggul yang bisa ditanam oleh petani di lahannya.

5. Bisa Meningkatkan Kebugaran dan Imunitas

Cahaya matahari mengandung vitamin D yang bagus untuk kebugaran dan imunitas tubuh manusia. Ini menjadi alasan mengapa petani rata-rata memiliki tubuh yang bugar sekalipun telah berusia lanjut. Luar biasanya, petani amat jarang diserang penyakit berbahaya sekaliber kencing manis dan kolesterol tinggi.

Baca Juga  10 Pilihan Jenis Tanaman Pertanian yang Menguntungkan

Dengan bertani, tubuh akan cepat berkeringat tetapi tidak diiringi dengan rasa lelah yang ekstrem. Hal ini tidak sama dengan berolahraga, yang kalau terlalu berlebihan akan sangat membahayakan bagi jantung. Makanya, jangan heran kalau masih banyak petani yang berusia lebih panjang daripada orang-orang kebanyakan.

6. Ada Rasa Syukur atas Anugerah Allah

Ketika bertani, terkadang ada pikiran bagaimana Allah menciptakan tanah yang gersang menjadi subur hanya dengan dicangkul, diberi pupuk dan ditanami tanaman tertentu. Apalagi jika di sekitar lahan pertanian suasananya masih asri yang menandakan, betapa besarnya keagungan Tuhan yang telah mencipta alam sedemikian menakjubkan.

Jika membaca alam yang begitu luar biasa tersebut, terkadang bibir berucap syukur baik secara sadar maupun tidak. Dan jika manusia sudah bersyukur maka niscaya Tuhan akan menambah riski si orang tersebut. Tanah sawahnya akan digemburkan, hasil bumi akan dilimpahkan dan keindahan alam di sekitarnya akan dipertahankan olehNya.

Manfaat ini yang mungkin tidak bisa ditangkap oleh orang yang tidak bertani. Makanya terkadang, ada saja orang semacam ini yang enggan untuk bertani, sehingga tanahnya dibiarkan tidak terurus. Alhasil bukan nikmat Allah yang didapatkan melainkan azab yang pedih.

7. Mencegah Petani dari Kelaparan

Petani yang mengurus pertaniannya dengan baik akan tercegah dari kelaparan. Sebab bagi mereka, masih ada hasil bumi yang bisa dimakan seperti beras dan sayuran. Sedangkan untuk lauk pauk, para petani bisa menjaring ikan di sungai yang biasanya berdekatan dengan area persawahan.

Makanya di kebudayaan agraris Madura ada adagium yang sangat indah yaitu Atani Atana’. Jika dibahasa Indonesiakan, adagium ini berbunyi “Bertani Memasak” yang artinya, siapapun yang bertani maka pasti mereka bisa makan dan tercegah dari kelaparan.

Baca Juga  Perbaiki Kualitas Udara Ruangan, Ini 9 Jenis Tanaman Hias Untuk Meja

Manfaat menjadi petani di atas, seharusnya menjadi motivasi agar profesi ini tidak ditinggalkan begitu saja. Generasi muda yang tinggal di pedesaan pun harus mampu menjaga aktivitas pertanian, supaya tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak.

Comment

Artikel Terkait