by

Darurat Indonesia Kekinian, Berikut 7 Hal Meresahkan Terjadi Bekangan Ini

Pada tahun 1945 tepatnya tanggal 17 Agustus, seluruh dunia sudah mengakui kedaulatan Indonesia. Akan tetapi, jika dibaca dari segi filosofi, sejatinya negeri ini masih belum merdeka. Bahkan ada darurat Indonesia kekinian yang cukup memprihatinkan yang tidak selayaknya muncul di negeri yang dianggap sudah berdaulat.

Terdapat beberapa fakta-fakta penting yang mulai terlihat terkait dengan fenomena gawat di Indonesia. Dan ini jangan hanya dijadikan sebagai informasi yang retorika saja tetapi juga harus dicarikan titik pangkalnya lalu dipangkas sampai habis. Nah, untuk mengetahui apa yang darurat tersebut, silakan baca ulasan berikut:

1. Korupsi Merajalela

Tentunya tidak bisa disebut merdeka sebuah negara jika di dalamnya dipenuhi dengan pejabat-pejabat yang korup. Karena pastinya, masih ada pihak yang dirugikan dengan adanya aktivitas immoral berjamaah tersebut yang salah satunya adalah rakyat. Bagaimana rakyat tidak akan rugi dan marah, jika uang mereka dihabiskan para pejabat demi untuk memperkaya diri sendiri.

Lain daripada itu, rakyat jangan sampai bermimpi kalau negeri yang ditempatinya akan maju dan bermartabat, jika di dalamnya dipenuhi oleh koruptor. Yang ada, kekayaan negara terus dikuras tanpa diketahui kemana alokasi aset tersebut dikeluarkan. Yang terlihat hanyalah beberapa pejabat yang senantiasa hidup dengan penuh kemewahan.

Untuk itu, tidak ada jalan lain kalau ingin membebaskan Indonesia dari perilaku korupsi selain si pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Bahkan kalau perlu jatuhkan hukuman mati kepada siapapun yang terbukti telah memakan uang rakyat dengan jalan tidak terhormat. Sayangnya, hukum semacam ini tidak juga ditegakkan.

2. Kasus Video Pornografi

Beberapa waktu yang lalu, rakyat dikagetkan dengan munculnya video pornografi yang dimainkan oleh dua orang asal Indonesia. Film yang berdurasi belasan menit ini betul-betul membuat malu bangsa, apalagi dengan menggunakan kebaya yang identik dengan ciri khas berpakaian masyarakat.

Baca Juga  Punya Nasib Mujur Bak Ketiban Durian Runtuh! Ini Sederet Orang Biasa yang Viral Jadi Artis di Tahun 2020

Dan memang tidak bisa dipungkiri, produksi video porno di Indonesia memang sudah masuk ke tahap genting dan darurat. Bahkan, film-film asusila semacam ini tidak hanya diproduksi karena ada pesanan, tetapi juga karena ada kesadaran si pelaku yang secara sengaja melakukan kegiatan vulgar di depan kamera.

3. Prostitusi Online

Beberapa tahun yang lalu, rakyat Indonesia juga dikagetkan atas adanya kabar prostitusi online yang melibatkan pesohor. Tentunya informasi ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang katanya negara pemegang adat ketimuran yang cukup kental. Ironinya, peristiwa asusila ini menimpa seseorang yang mana seharusnya dia menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat.

Bangsa yang masyarakatnya menjunjung etika dan kesusilaan akhirnya tercoreng, akibat adanya segelintir oknum yang justru menerabas kesusilaan. Seakan tidak ada lagi mata pencaharian atau profesi yang sejatinya bisa mengangkat harkat dan martabat dirinya bukan justru merendahkan diri sebagai pelaku prostitusi online.

4. Politik Pecah Belah

Darurat Indonesia kekinian yang berikutnya ialah adanya politik pecah belah. Entah siapa yang memulai, tetapi peristiwa ini nyata terjadi di setiap menjelang pemilu. Ironisnya, kasus ini merangsang orang untuk selalu mengumpat bagi siapapun yang tidak sejalan dengan pilihannya. Sampai lahir istilah yang sarkastik seperti kadrun, cebong, kampret dan sejenisnya.

Karena adanya peristiwa ini, maka banyak pengamat yang menyatakan kalau pesta politik Indonesia hanya melahirkan politik perpecahan. Ironisnya, perpecahan ini masih tetap dibangun padahal pesta demokrasi sudah usai. Kalau sudah seperti ini, tentunya kedewasaan berpikir dan bersikap sebagian masyarakat Indonesia masih perlu dipertanyakan.

5. Hilangnya Kepercayaan Terhadap Institusi Polri

Di tahun 2022 ini, institusi yang dianggap sebagai pengayom masyarakat yaitu kepolisian mengalami degradasi kepercayaan. Salah satu alasannya, karena telah terjadi pembunuhan terhadap seorang ajudan yang dianggap dilakukan oleh atasannya. Ya, Kasus FS cukup banyak telah membuat wajah kepolisian sedikit tercoreng.

Baca Juga  Jaga Imun Tubuh Dengan Rutin Konsumsi Madu Asli Hutan Aceh

Belum sampai di situ, ternyata masih ada kasus lain yang bermunculan, salah satunya ditemukannya seorang polisi yang menjadi penjual narkoba hasil tangkapan. Nah, saking banyaknya kasus yang melanda, maka ada himbauan dari banyak pengamat supaya institusi kepolisian di-evaluasi secara besar-besaran.

6. Kerusuhan Suporter Bola

Sebagian penonton sepak bola Indonesia masih belum bisa berpikir dewasa. Hal ini dikarenakan masih maraknya kerusuhan yang dipicu oleh mereka baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Bahkan, sebelum laga digelar pun, kadang kerusuhan sudah mulai terjadi.

Kasus yang paling mengenaskan dan masih hangat adalah tragedi kerusuhan di Kanjuruhan Malang. Sebuah konflik antara suporter dengan kepolisian yang berujung pada jatuhnya ratusan korban. Sejatinya, siapapun tidak boleh saling menyalahkan terkait dengan peristiwa tersebut, tetapi pihak penonton, kepolisian, pansel dan PSSI harus saling berintrospeksi diri.

7. Tawuran Remaja

Kedaruratan di Indonesia yang berikutnya adalah tawuran remaja. Ini juga peristiwa yang sangat memprihatinkan bahkan memakan korban jiwa. Televisi swasta sudah banyak yang menyiarkan kalau di sebagian kota di Indonesia ada gangster yang selalu berbuat sesuatu hal yang meresahkan masyarakat.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, pihak kepolisian meringkus puluhan pemuda bersenjata tajam yang dianggap ingin menyerang kelompok yang lain. Tak hanya itu, juga ada kabar penyerangan puluhan anggota gangster kepada warga dengan alasan pembalasan dendam karena telah dilerai saat melakukan tawuran.

Jika darurat Indonesia kekinian ini tidak segera diatasi dan diputus mata rantainya, tentu Indonesia akan kehilangan marwah sebagai bangsa yang berdaulat sekaligus bermartabat. Untuk itu, pemerintah dan seluruh stake holder termasuk rakyat harus bekerjasama mengamankan daerahnya dari tindakan-tindakan amoral bukan justru menjadi pelaku dan tersangka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya