oleh

Wahai Netizen, Dengarlah Ini Refleksi Sumpah Pemuda

Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia senantiasa merayakan hari Sumpah Pemuda yang harus dimaknai sebagai sikap positif demi keutuhan bangsa. Di sisi lain, refleksi sumpah pemuda perlu untuk diberitahukan kepada masyarakat, terutama untuk kalangan pemuda itu sendiri karena merekalah penjaga bangsa yang sebenarnya.

Yang dimaksud refleksi sumpah pemuda adalah bagaimana para pemuda Indonesia kekinian, bisa memaknai perjuangan para pemuda di era pra kemerdekaan. Sehingga diharapkan para pemuda bisa menjadi penerus perjuangan tersebut, sehingga layak disebut pahlawan berikutnya. Ini dia refleksi yang lebih lengkap yang kami maksud:

1. Persatuan Bangsa Berada di Tangan Pemuda

Bangsa menjadi besar jika seluruh rakyatnya bersatu padu demi satu tujuan yaitu membesarkan bangsa yang dimaksud. Nah, impian ini sejatinya berada di tangan para pemuda, karena generasi muda inilah yang menjadi penentu kebesaran bangsa utamanya Indonesia di masa yang akan datang. Merekalah yang siap memimpin  nusantara menuju kemuliaannya.

Nah, momentum hari sumpah pemuda hendaknya dijadikan sebagai dasar untuk kembali mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Pemudalah yang harus menjadi pioner terdepan termasuk ikut andil memberantas siapapun, yang hendak menghancurkan persatuan bukan justru menjadi perusak dan pengganggunya.

2. Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Salah satu isi sumpah pemuda adalah mengakui bahwa bahasa nasional adalah bahasa Indonesia. Itu artinya, segenap masyarakat terutama para pemuda harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jangan begitu semangat dengan teatrikal sumpah pemuda, tetapi bahasa Indonesianya masih belepotan.

Kembali, hari sumpah pemuda harus dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki tata cara berbahasa Indonesia sesuai pakemnya. Dan sebisa mungkin, bahasa ini digunakan dalam interaksi secara nasional, tanpa harus mengkerdilkan bahasa asing sekalipun sejatinya justru terasa lebih dominan. Jadi, mari jaga bahasa untuk para pemuda.

Baca Juga  7 Cara Mengasah Kemampuan Menulis
3. Siap Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan

Kalau mengaku termotivasi dengan adanya Sumpah Pemuda, maka para pemuda Indonesia harus siap berjuang demi mempertahankan kemerdekaan. Ini merupakan refleksi dari perasaan cinta satu tanah air yang pernah diikrarkan oleh beberapa pemuda di jaman pra kemerdekaan.

Yang juga terkait dengan idealisme ini ialah, mencoba untuk berusaha menjaga nama baik Indonesia di manapun. Termasuk, jadilah pemuda tanah air yang senantiasa berprestasi karena secara langsung Indonesia pun akan menjadi kebanggaan. Semakin banyak prestasi pemuda Indonesia, maka bangsa manapun tidak akan melihatnya dengan sebelah mata.

4. Belajar Bahasa Indonesia dengan Aktif

Refleksi sumpah pemuda yang berikutnya ialah belajar bahasa Indonesia dengan aktif. Bahkan, Durasinya di dalam sekolah harus ditingkatkan supaya para pemuda memahami tentangnya dengan lebih cepat. Karena bagaimana bisa berbahasa dengan benar, jika pelajaran Bahasa Indonesia justru dikerdilkan.

Di satu sisi, pakailah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang merata. Namun, bukan dijadikan sebagai alat untuk memusnahkan bahasa daerah yang merupakan bahasa ibu dari Indonesia. Para pemudalah yang harus bisa menyeimbangkan ke duanya baik di dalam tataran dialog maupun tulisan-tulisan naskah.

Ironisnya, perdebatan antara pentingnya bahasa ibu dengan bahasa Indonesia tidak pernah selesai. Seakan ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab berupaya untuk mengkerdilkan salah satu dari keduanya. Padahal, sebagai bangsa yang besar, keduanya bisa dijalankan secara bersamaan dan ini tugas para pemuda.

5. Menanamkan Idealisme Cinta Tanah Air

Seluruh pemuda Indonesia harus cinta tanah air sebagai tumpah darah dan tempat kelahiran. Artinya, idealisme ini harus ditanamkan dengan kuat sehingga tidak ada lagi kolonialisme baru dari negara-negara lain seperti yang pernah ratusan tahun mendera bangsa. Dari sini pula, setiap pemuda akan senantiasa bersikap yang sekiranya tidak mengotori tanah airnya sendiri.

Baca Juga  8 Jenis Pelanggaran Siswa di Sekolah

Jika ada pemuda yang justru mencoreng bangsanya, maka dia tidak layak disebut cinta tanah air. Apalagi yang berani korupsi, melakukan tindakan kejahatan, KKN, dan kejahatan lain yang sejatinya hanya menjadi sampah di bumi Indonesia. Untuk itu, jangan kenang sumpah pemuda sebatas seremoni dan teatrikal semata, tetapi harus ada perubahan sikap dan sifat ke arah yang lebih beradap.

6. Keberanian Mengemukakan Sikap

Sumpah Pemuda dilahirkan oleh sekelompok pemuda Indonesia yang ingin mendaulatkan bangsanya. Di sisi lain, konflik politik antara Indonesia dengan Belanda tidak kunjung usai bahkan diselipkan juga konflik bersenjata di dalamnya. Tetapi apakah para pemuda tersebut ketakutan? Tentu tidak.

Sumpah pemuda tetap terikrarkan dengan nyaring dan gagah berani. Seakan mereka tidak takut dengan moncong senapan kolonial yang diarahkan kepadanya setiap saat. Bagi mereka hanya satu, merdeka menjadi bangsa Indonesia atau mati daripada hidup di alam penjajahan. Akhirnya, takdir memilih Indonesia menjadi yang pertama.

7. Kekuatan Memegang Sumpah

Sumpah Pemuda menjadi peristiwa heroik yang masih dikenang hingga saat ini. Bahkan selalu diteatrikalkan setiap tanggal 28 Oktober. Inilah kekuatan para pemuda ketika memegang sumpah yang keluar dari hati yang paling dalam. Tentunya tidak lain yang mereka inginkan hanyalah Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat.

Untuk itu, di dalam peristiwa Sumpah Pemuda terdapat ajaran untuk tidak bermain-main dengan ikrar tersebut dalam bentuk apapun. Namun menjadi miris, ketika para pejabat justru melakukan tindakan tidak pantas padahal sudah disumpah. Apakah bisa dikatakan, mereka masih belum merefleksikan kekuatan memegang sumpah ala para pemuda era 28an?

Untuk itu, mari jadikan refleksi sumpah pemuda sebagai momentum untuk memperbaiki diri terkait pandangannya pada bumi Indonesia. Paling tidak, anggaplah Indonesia adalah tempat kita hidup, bernafas dan berdoa, sehingga menjaganya merupakan harga mati sedangkan mengotorinya adalah tindakan pecundang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya