by

Kata Motivasi saat Menulis bagi Para Konten Writer

Kata motivasi saat menulis merupakan penggerak semangat para penulis yang hampir padam. Apalagi, teruntuk para konten writer yang kesulitan mendapatkan bahan sehingga aktivitas menjadi membosankan. Diakui, penyemangat semacam ini memang diperlukan supaya greget menulis tetap tinggi dan bagus.

Menulis merupakan aktivitas yang menjemukan. Oleh karena itu, semangat para penulis bisa labil, jika tidak ada motivasi yang bagus. Atas dasar itulah, di bawah ini dituliskan motivasi kepenulisan yang harus dilakukan oleh kalangan writer. Selamat mencoba, dan ini ulasannya:

1. Menulis Apa yang Ada di Pikiran

Untuk menulis, tidak perlu menunggu teori-teori yang rumit. Tuliskan saja apa yang ada di dalam pikiran dan jangan mencoba untuk menundanya. Teori hanya digunakan untuk meningkatkan bobot kualitas saja. Ini bisa dilakukan bersamaan dengan aktivitas kepenulisan.

Jika konsep ini yang digunakan, mustahil masyarakat tidak bisa menulis. Tentunya selama si masyarakat tersebut masih mau berpikir. Cuma yang menjadi persoalan, si penulis masih ragu untuk menuangkan pikiran menjadi tulisan. Tentu alasannya karena takut salah, tidak sesuai materi, terlalu umum dan lain sebagainya.

2. Menulislah Terus Jangan Berhenti

Jika sedang menulis pastikan tidak berhenti sekalipun hanya sekadar bangkit dari tempat duduk. Apa yang tertuang di dalam pikiran harus diselesaikan terlebih dahulu. Karena jika berhenti, tentu harus memunculkan inspirasi baru dan ini sulit, bahkan si penulis akan kesulitan untuk mendapatkannya.

Mencari inspirasi menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka dari itu, selagi masih tersimpan di dalam pikiran jangan ditunda untuk dituliskan. Selesaikan dulu sampai bahan tulisan benar-benar habis. Kalau sudah kasus ini yang terjadi, tentu si penulis harus menghentikan aktivitas beberapa waktu. Sampai ada bahan baru untuk ditambahkan ke tulisan.

Baca Juga  TENTANG AKU DAN WAKTU
3. Jangan Mengedit Sambil Menulis

Kebiasaan buruk para penulis adalah mengedit sambil menulis. Padahal ini budaya menulis yang salah karena bisa mengurangi produktifitas. Minimal akan memberikan efek buruk pada karya yang sedang digarap. Lebih baik, lakukan editing ketika tulisan benar-benar sudah rampung dan siap unggah.

Tidak dipungkiri, selagi menulis masih satu kata sejatinya kata selanjutnya sudah ada di pikiran. Jika kata pertama ada kesalahan lalu si penulis memperbaikinya, maka kata berikutnya akan hilang. Akhirnya pikiran harus mencari kata baru dan ini membutuhkan waktu. Untuk itu, selesaikan dulu satu karya tulis dan jika ada kesalahan lakukan perbaikan di akhir (finishing).

4. Menulislah, Ciptakan Sejarah Anda

Banyak penulis yang akhirnya namanya dicatat di dalam sejarah. Seperti Kahlil Gibran yang populer karena puisi liris-nya yang luar biasa indah. Begitu juga dengan RA Kartini yang dianggap sebagai ibu emansipasi karena surat-surat-nya yang kritis. Untuk itu, kalau Anda ingin dikenal di mata sejarah, menulislah mulai sekarang.

Tuliskan apapun yang sekiranya akan membuat Anda terkenal. Sekalipun itu hanya sebuah karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel. Ketiganya merupakan karya tulis yang tidak begitu rumit untuk dibuat. Kaidah kebahasaan yang digunakan pun boleh melanggar aturan kebakuan berbahasa.

5. Karena Menulis, Aku Menjadi Berguna

Kata motivasi saat menulis yang berikutnya ialah karena menulis aku menjadi berguna. Berguna yang dimaksud karena si penulis ikut memberikan informasi berharga kepada khalayak. Jika informasi tersebut memang dibutuhkan tentu si penulis telah memiliki nilai fungsi, apalagi jika karya tulis menjadi inspirasi perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.

Jika tidak bisa menghaturkan sumbangsih lebih kepada bangsa dan negara, coba haturkan via tulisan. Caranya dengan menulis artikel yang berkualitas, valid, berimbang serta tidak menyinggung kelompok tertentu, termasuk memberikan edukasi terbaik kepada khalayak luas terkait informasi-informasi tertentu.

Baca Juga  Mengapa Ada Perang Dunia? Ini Jawabannya
6. Menulis adalah Literasi Mencerdaskan

Sebuah pernyataan yang dusta, berliterasi tetapi enggan menulis. Karena kegiatan literasinya tidak lengkap, sedangkan menulis merupakan kegiatan utama, yang di dalamnya juga mencakup kegiatan membaca. Bisa dikatakan, menulislah kegiatan literasi yang sesungguhnya.

Karena menjadi bagian dari kegiatan literasi, tentu menulis termasuk aktivitas yang mencerdaskan. Untuk itu, aktivitasnya harus dilakukan terus menerus. Dan jangan menunggu inspirasi untuk melakukannya karena inspirasi bisa diambil dari apapun, terutama dari pengalaman hidup.

7. Suka Menulis, Tanda Kreatif

Tidak ada satu orang pun yang menolak kalau dicap kreatif, bahkan predikat ini terus dicari dan dipelajari dengan tekun. Nah, hobi menulis merupakan gejala kalau di dalam diri telah ada kreativitas. Ini yang akan berpengaruh pada mental ketika hidup di lingkungan masyarakat.

Orang yang kreatif adalah prasyarat bakal mendapatkan kesuksesan, terutama kesuksesan kerja karena perusahaan lebih memilih orang semacam ini daripada yang asal menjalankan perintah saja. Nah, kalau sekiranya dengan menulis bisa menjadi kreatif, mengapa Anda tidak melakukannya sekarang juga?

8. Menulis Hari ini, Baca Tahun Depan

Ada kalanya karya tulis tidak ditujukan untuk dibaca oleh orang lain, bahkan banyak penulis yang menisbatkan karyanya hanya untuk konsumsi pribadi. Anda bisa meniru jejak mereka. Dan jika ingin mendapatkan kepuasan, silakan tulis sekarang tetapi baca tahun depan. Dari sana, akan muncul perasaan berkecamuk antara rasa bangga dan haru.

Aktivitas kepenulisan yang didasari cinta menulis, hasilnya pasti berkualitas. Karya semacam ini yang paling banyak dicari. Bahkan harganya mahal dan akan dicetak berkali-kali. Artinya, si penulis akan mendapatkan dua keuntungan. Yang pertama tentang kebanggaan sedangkan yang kedua keuntungan finansial.

Baca Juga  Hadapi Insecure! Ini Cara Memotivasi Diri Sendiri Agar Bisa Bangkit Lagi

Kata motivasi saat menulis di atas hendaknya dijadikan pelecut semangat. Terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang amat kesulitan untuk melahirkan karya. Setelah itu, tanamkan niat yang kuat di dalam dada kalau akan terus menulis dengan tekun. Termasuk terus berlatih demi menghasilkan tulisan yang berkualitas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya