by

Ini Dia Manfaat Menjadi Insan Pemaaf bagi Insan yang Berakal

Memaafkan merupakan perilaku luhur yang harus dimiliki oleh seluruh manusia. Anda pun tidak usah malu jika disandangkan predikat sebagai manusia pemaaf atas kesalahan orang lain. Sebab sejatinya, ada beberapa manfaat menjadi insan pemaaf yang masih belum diketahui oleh masyarakat.

Di dalam agama Islam sekalipun, setiap manusia harus memiliki mental pemaaf. Jika diri disakiti, maka boleh membalas sepantasnya. Namun, akan banyak kebaikan-kebaikan jika Anda memaafkan orang tersebut. Oleh karena itu, jadilah insan pemaaf yang senantiasa membuka ruang damai bagi orang-orang yang telah berbuat kesalahan.

Nah, agar Anda semakin bersemangat untuk mengasah mental pemaaf di dalam jiwa, maka di bawah ini, akan dijelaskan manfaat-manfaat menjadi insan pemaaf. Jadi, silakan baca ulasannya sampai selesai, lalu tanamkan di dalam kalbu, apakah Anda ingin menjadi pemaaf atau pendendam, dan inilah ulasannya:

1. Menentramkan Hati

wanita muda berlatih bernapas yoga pranayama di luar ruangan di hutan lumut dengan latar belakang air terjun. bersatu dengan konsep alam. - tentram potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Jika ada orang menyakiti diri tentunya, lamat-lamat akan muncul rasa tidak tenteram di dalam hati. Sehingga, ada rasa amarah yang muncul yang sepertinya rasa amarah tersebut tidak akan hilang sebelum kita berhasil membalas rasa sakit di dalam hati. Di dalam kondisi hati yang semacam ini, tentunya rasa tenteram yang diharapkan tidak akan pernah hadir di dalam jiwa.

Kalau sekali waktu, orang yang telah menyakiti kita sadar dan memohon maaf, kadang kala rasa amarah masih tetap ada sehingga permintaan maaf mereka tertolak. Alhasil, ketidak tenteraman di dalam jiwa masih tetap ada dan akan menyisakan dendam kesumat yang parah.

Lain soal kalau Anda memaafkan orang yang telah meminta maaf atas kesalahannya. Rasa tenteram pasti muncul sekaligus ada rasa bangga di dalam dada karena seyogyanya Anda memang bukan pihak yang bersalah. Anda pun bisa hidup nyaman tanpa harus menjaga jarak dengan orang lain.

Baca Juga  Perlu Diperhatikan! Inilah Dampak Broken Home Bagi Anak
2. Mencegah Kehancuran Diri akibat Dendam

eksekutif wanita tenang bermeditasi mengambil istirahat menghindari pekerjaan stres - tentram potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Dendam akan menghancurkan manusia seperti api yang menghanguskan kayu bakar. Kalimat indah ini muncul dari dimensi tasawuf yang mengajarkan kepada manusia untuk selalu memaafkan orang lain agar tidak ada rasa dendam di dalam hati.

Memang, sebagai pihak yang tidak bersalah, rasa marah dan dendam tetap ada terhadap orang yang telah melakukan kesalahan. Akan tetapi, kalau rasa dendam kesumat ini terus dipupuk, yang ada diri kita yang semakin merasa tersakiti. Sebab, hidup tidak akan merasa nyaman karena selalu dipenuhi dengan pikiran-pikiran bertensi tinggi.

Kalau kita tidak ingin hidup dengan aneka macam masalah dan gangguan, tentu lebih memperbanyak memaafkan orang lain. Jangan coba-coba memupuk rasa dendam di dalam hati karena yang akan mengalami efek negatifnya tetap diri kita sendiri. Momentum inilah yang seharusnya menjadi langkah pertama untuk belajar sabar.

3. Meningkatkan Rasa Sungkan Masyarakat

aku tahu itu menyakitkan dan aku di sini untuk anda - maaf potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Manfaat menjadi insan pemaaf yang berikutnya ialah akan meningkatkan rasa sungkan masyarakat. Anda akan dilabeli predikat insan penyabar sekaligus manusia yang berhati baik. Respek dari lingkungan sekitar akan diberikan yang secara otomatis, Anda akan menjadi orang yang menonjol di lingkungan tersebut.

Predikat sebagai orang penyabar bukan predikat yang buruk. Bahkan, ini merupakan label terbaik yang disematkan kepada manusia seperti yang telah diwariskan sebagai sifat luhur Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, orang yang penyabar dan pemaaf, berarti dia telah meneladani sikap dan sifat sang rasul.

Jangan juga dilupakan kalau orang yang penyabar disukai oleh Allah. Sabar di sini juga berupa insan yang suka memaafkan orang yang meminta maaf kepadanya. Mereka yang tidak pernah menyimpan rasa dendam di dalam hatinya. Hidupnya hanya untuk mencari ridho Allah dengan senantiasa menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesamanya.

Baca Juga  Bukan Hanya karena Uang Saja, Ini Seharusnya Alasan Luhur Menjadi Guru
4. Hati Menjadi Bersih

lounge wanita muda yang tenang santai di sofa yang nyaman di rumah - tenang potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Semua insan pasti berkeinginan memiliki hati yang bersih. Sebab, insan yang hatinya bersih akan mampu menyingkap hakikat sesuatu. Dan juga perlu diingat, mata batin lebih tajam dari mata lahir yang semuanya bisa Anda dapatkan asalkan hati senantiasa terbebas dari segala macam kotoran.

Menjadi insan pemaaf, sejatinya jalan untuk memiliki hati yang bersih. Kalau akhlak ini terus dipertahankan, tentu lama kelamaan, sifat dendam, hasad, dengki dan penyakit hati lainnya akan pergi. Sedangkan yang tersisa adalah sifat tawadu’, wara, bahkan zuhud yang imbalannya adalah mampu mengecap manisnya iman.

Nah, jika membaca pernyataan di atas, maka menjadi wajar, kalau orang yang hatinya sudah bersih, maka jarak dengan Allah akan semakin dekat. Bahkan, segala urusannya di dunia ini akan ditanggung dan segala doa akan dikabulkan. Maka dari itu, bersihkan hati kita dengan senantiasa memaafkan orang sekalipun mereka telah menyakiti dan melukai jiwa.

5. Mendapatkan Penjagaan Masyarakat

salam dan selamat - maaf potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Orang yang penyabar dan suka memaafkan, akan mendapatkan rasa simpati dari masyarakat sekitar. Bahkan, insan ini akan mendapatkan penjagaan dari warga atas segala macam hal yang tidak diinginkan. Semisal ada orang yang akan mengganggu, maka warga akan ikut membelanya karena pihak kebenaran pasti ada pada si pemaaf.

Lain daripada itu, jika insan penyabar dan pemaaf mendapatkan musibah dan membutuhkan pertolongan, maka warga akan langsung membantunya. Serasa ada semacam ikatan batin yang muncul akibat kebaikan-kebaikan orang yang pemaaf. Sekalipun mungkin ada warga yang diam tidak membantu, tetapi di bibirnya tetap akan mendoakan yang terbaik.

Logikanya ialah, jika ada orang yang penyabar dan pemaaf, tentu masyarakat akan lebih cinta dan respek kepadanya. Sebaliknya, kalau ada orang pemarah dan pendendam, tentu tidak akan ada satupun warga yang mau berhubungan dengannya karena ditakutkan terdapat mis komunikasi dan kesalahpahaman di antara keduanya.

Baca Juga  Hidup Nyaman dengan Cara Memilih Circle Pertemanan yang Positif

Jika membaca manfaat menjadi insan pemaaf di atas, tentunya akhlak semacam ini yang kita pilih. Toh tidak ada gunanya juga menjadi orang pendendam. Yang ada permusuhan akan semakin terpupuk yang suatu saat justru akan menghanguskan diri kita sendiri.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait