by

Ini Dia Kalimat Filosofis untuk Penulis

Ada yang mengatakan, seorang penulis harus berangkat dari kalimat filosofis tertentu. Kalimat-kalimat filsafat inilah yang akan memotivasi penulis untuk melahirkan karya-karya tulis berkualitas tinggi. Itu artinya, seluruh penulis wajib mengetahui kalimat-kalimat filosofis untuk penulis yang dimaksud.

Sebagian besar masyarakat Indonesia bisa menulis. Akan tetapi, bukan berarti mereka telah menjadi penulis. Sebab, menjadi penulis tidak mudah, harus ada karya tulis yang bermutu serta si penulis harus memiliki mental yang kuat untuk menjadi seorang penulis.

Nah, di bawah ini terdapat beberapa kalimat filosofis terkait menulis yang harus diketahui penulis. Cakupan esensinya terkait karya sekaligus mental penulis yang lumrah. Untuk itu, silakan disimak dan ini kalimatnya:

1. Menulis dari Hati

Menulis dari hati merupakan kalimat filosofis untuk memotivasi penulis supaya menulis dengan baik tetapi tidak menerabas kaidah-kaidah etika dan moral. Selain itu, kalimat ini juga mengajak penulis untuk lebur ke dalam tulisannya. Sehingga ada rasa cinta pada aktivitas menulis yang membuat penulis tidak malas melahirkan karya.

Tidak jarang, tujuan menulis adalah untuk mendapatkan uang semata. Ini tidak salah. Namun, terkadang konten tidak natural karena keinginan penulis bukan untuk melahirkan karya informatif yang bebas melainkan karya yang cocok untuk calon pembeli saja. Artinya ada kerja bisnis di sini yang dilokalisir otak bukan hati.

Nah, kalimat “menulis dari hati” semata memotivasi penulis untuk tetap melahirkan karya informatif dan komunikatif yang baik. Di sini, penulis diarahkan untuk menggunakan akal dan hati saat menulis dengan porsi yang sama. Bahkan, dalam rangka makna dan maksud, hati harus lebih dominan.

2. Menulislah Hari Ini, Niscaya Kau Terkenal Esok Hari

Sejatinya, menulis adalah aktivitas yang menyenangkan dan unik. Sebab, jika Anda menulis satu paragraf hari ini, dan tulisan tersebut dibaca kembali 20 tahun yang akan datang, tentu ada kepuasan tersendiri. Bahkan, Anda akan mengaku beruntung telah membuat karya tulis sekalipun singkat.

Baca Juga  Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap di Dalam Rumah, Ada Cara yang Paling Unik Hingga Cantik Loh!

Nah, itu jika tulisan dibaca si penulis sendiri. Bagaimana kalau tulisan dibaca orang lain. Dan orang itu tahu kalau penulisnya adalah Anda. Tentu 20 tahun kemudian Anda masih tetap dikenang dan tekenal dari tulisan yang dibuat. Ini yang dimaksud kalimat filosofis “Menulislah Hari Ini, Niscaya Kau Terkenal Esok Hari”.

Kalimat filosofis ini menjadi motivasi mental bagi penulis. Urgen-nya ialah, setiap aktivitas menulis tidak akan sia-sia. Pasti ada manfaat tersendiri yang dilahirkan darinya. Termasuk manfaat popularitas sekalipun bukan itu tujuan utama penulis melahirkan karya.

3. Menulislah, Tuang Pikiranmu Selepas Mungkin

Salah satu hambatan menulis adalah memikirkan teori menulis yang berkualitas. Hal ini dikarenakan teorinya sendiri tidak ada. Lain soal dengan teori menulis puisi, teori menulis teks eksplanasi, ini memang ada aturannya. Tetapi untuk menulisnya sendiri, tidak ada teori jadi menulis sajalah.

Jika sebelum menulis, Anda berpikir teori menulis yang baik, dijamin tidak akan ada karya yang dihasilkan. Sebab, otak diforsir untuk berpikir cara menulis yang baik bukan berpikir apa yang akan ditulis. Selain itu, jika satu kalimat ditulis, lalu Anda berpikir apakah kalimat tersebut benar atau salah menurut teori, tentu konten kalimat berikutnya akan buyar dari pikiran.

Maka dari itu, menulis sajalah apa yang ada di dalam pikiran. Jika tulisan tersebut telah selesai dibuat, baru lakukan pembacaan ulang dan lanjutkan dengan editing. Nah, dalam proses editing inilah penulis bisa menyesuaikan karya dengan teori-teori yang ada.

4. Penulis yang Baik, Pasti Pembaca yang Baik

Penulis yang baik, pasti pembaca yang baik. Ini merupakan kalimat filosofis untuk penulis yang sangat benar. Dan ingat, membaca tidak hanya untuk buku, tetapi menelaah pikiran, pengalaman dan realita juga bisa disebut aktivitas membaca. Pertanyaannya, jika ini tidak dilakukan, lantas apa yang akan dituliskan?

Baca Juga  ACT Aceh Bangun Balai Pengajian, Penantian Nurfaizah Selama 10 Tahun Akhirnya Terwujud

Jika kitapun sepakat, membaca hanya untuk buku, maka di awal menulis, Anda tidak perlu membaca. Akan tetapi, apakah hanya sebatas itu? Tidakkah ada keinginan kuat untuk menjadi penulis yang hebat? Nah, kalau Anda ingin menjadi penulis, tentu harus banyak membaca buku. Selain untuk mendapatkan informasi baru, Anda juga bisa menambah perbendaharaan kata di dalam pikiran.

Silakan diperiksa, seorang penulis hebat, pasti memiliki perpustakaan pribadi di kamarnya. Hal ini muncul, karena ada greget merasa tidak nyaman jika tidak membaca. Sedangkan aktivitas menulis sudah menjadi kesenangan tersendiri. Akhirnya, aktivitas membaca pun menjadi rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan.

5. Menulislah seperti Berbicara

Sejatinya, bahasa tulis dengan bahasa lisan itu berbeda. Kalimat filosofis “Menulislah seperti berbicara” bukan maksud menyamakan kaidah bahasa tulis dengan bahasa lisan yang memang berbeda. Ada harapan lain dari kalimat di atas yang berkaitan dengan motivasi penulis supaya tidak malas menulis.

Bahasa lisan, adalah bahasa yang lahir dari hasil pikiran. Ini merupakan bahasa murni yang kasyafnya dibuka oleh Allah yang ulasannya bisa diketahui di dalam ilmu filsafat bahasa. Artinya, pikiran telah dirangkai sedemikian rupa untuk melahirkan informasi yang pasti runtut dan sistematis. Jika informasi ini dijadikan isi pembicaraan, tentu tata kalimat yang keluar juga runtut seperti kita berbicara pada umumnya.

Nah, maksud kalimat “menulislah seperti berbicara” ialah silakan tuliskan apa yang ada di pikiran dan tidak didistorsi sedikitpun. Sehingga hasil tulisan tidak akan jauh berbeda dengan, jika pikiran tersebut dilisankan. Nah, kalau konsep ini dipakai, sejatinya menulis itu tidak sulit selama si penulis masih mampu berpikir dengan baik.

Demikianlah, beberapa kalimat filosofis untuk penulis yang bisa dijadikan motivasi. Jika ada kalimat seperti ini di dalam hati, tentu greget menulis semakin bangkit. Bukan tidak mungkin, Anda menjadi penulis yang hebat dan terkenal.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait