by

Hindari 5 Kebiasaan yang Merusak Lingkungan Seperti Berikut ini!

Lingkungan dengan manusia itu hidup saling berdampingan dan melengkapi. Lingkungan akan memberikan manfaat lebih kepada manusia apabila lingkungan benar-benar dijaga dan dirawat, begitu sebaliknya apabila lingkungan tidak dijaga dan dirawat lama-lama akan rusak hingga dapat membayakan diri manusia.

Rusaknya lingkungan ini banyak yang disebabkan karena tidak sadarnya manusia, terhadap kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan. Kebiasaan buruk apa sajakah yang merusak lingkungan? Simak ulasan berikut ini.

1. Penggunaan Detergen yang berlebihan
detergent for laundry washer detergent for laundry washer powder detergent stock pictures, royalty-free photos & images
Foto: istockphoto.com

Ketika mencuci baju detergen sangatlah dibutuhkan untuk dapat menghilangkan kotoran yang menempel, serta memberikan bau yang segar dan harum pada baju. Namun, tanpa disadari penggunaan detergen yang terus menerus, dan berlebihan dapat membuat lingkungan rusak.

Hal ini disebabkan karena kandungan dalam detergen, yaitu fosfat, dapat memicu pertumbuhan lumut dalam air segar, sehingga membuat oksigen yang seharusnya tersedia untuk makhluk yang ada di lautan semakin menipis.

Selain detergen, klorin yang ada dalam pemutih pakaian juga dapat membentuk toksin yang berbahaya, apabila tercampur dengan kandungan mineral dalam air.

2. Penggunaan Plastik yang Berlebih
Plastic bottle recycling Stack of crushed colorful plastic bottles background waiting for recycle many plastic stock pictures, royalty-free photos & images
Foto: istockphoto.com

Plastik merupakan salah satu benda yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, dan selalu menjadi salah satu benda yang dibutuhkan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti untuk membungkus barang, membawa barang, dan masih banyak kegunaannya yang lain.

Walaupun plastik banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, sayangnya plastik menjadi salah satu benda yang paling lama terurai di bumi. Plastik membutuhkan waktu sampai 1000 tahun lamanya agar dapat terurai.

Hal inilah yang membuat bumi tidak sehat. Oleh karena itu, penggunaan plastik yang berlebihan ini dapat ditangani dengan mengganti fungsi plastik, seperti membungkus makanan menggunakan kotak makan, membawa barang menggunakan tas kain, atau mengganti sedotan minum menggunakan stainless.

Baca Juga  Ini Ternyata 6 Rekomendasi Minuman Sehat saat Pandemi
3. Penggunaan Pestisida
Seseorang menyemprot dengan pestisida
Foto: istockphoto.com

Pestisida merupakan bahan untuk mengendalikan, menolak, dan mencegah adanya hama pada tumbuhan. Walaupun pestisida disemprotkan di atas tanah, tetapi pestisida juga sering kali masuk dalam sumber air, seperti sungai, kolam, atau laut.

Hal itu mengakibatkan banyak ikan dan hewan laut lainnya jatuh sakit hingga mati, akibatnya ekosistem menjadi tidak seimbang.

Tak hanya dapat masuk dalam sumber air yang akan menimbulkan kerugian, pestisida juga dapat menguap, sehingga menyebabkan potensi yang berbahaya.

Penguapan ini terjadi ketika pestisida telah disemprotkan, hal inilah yang memungkinkan pestisida merambat ke udara dan menyebar ke mana-mana.

Penguapan pestisida ini berbahaya bagi hewan, salah satunya katak. Beberapa ilmuwan percaya bahwa pestisida dapat mengganggu dan menyebabkan masalah pada reproduksi katak.

4. Tidak Mematikan Lampu Setelah Digunakan
Foto: istockphoto.com

Tidak mematikan lampu setelah digunakan menjadi salah satu kebiasaan umum yang paling sering dilakukan. Walaupun dampaknya tidak dirasa pada saat itu juga, tetapi hal ini menjadi kebiasaan buruk yang merusak lingkungan apabila terus dilakukan.

Oleh karena itu, kamu harus melakukan penghematan listrik, sebab dengan menghemat listrik dapat mengurangi asap beracun yang dikeluarkan oleh pembangkit tenaga listrik. Selain itu, kamu juga akan mengirit pengeluaran untuk membayar tagihan listrik.

5. Membuang Barang yang Masih Bisa Dipakai
kebiasaan merusak lingkungan
Foto: istockphoto.com

Tak sedikit orang yang sering membuang barang-barangnya setelah dirasa sudah tidak digunakan, padahal barang-barang tersebut masih bisa dipakai.

Membuang barang yang masih bisa dipakai ini dapat termasuk dalam pemborosan dan dapat mengakibatkan limbah, yang ada di lingkungan menjadi bertambah.

Oleh karena itu, jika kamu masih mempunyai barang yang masih bisa dipakai, tetapi sudah tidak ingin kamu pakai, sebaiknya berikan saja barang itu ke orang yang lebih membutuhkan atau kamu simpan saja sendiri, sampai barang itu sudah benar-benar layak untuk dibuang.

Baca Juga  Cewek Wajib Tahu Nih, 7 Rekomendasi Jenis Sepatu yang Fashionable Banget

Itu tadi 5 kebiasaan buruk yang merusak lingkungan. Jika kamu sudah mengetahui kebiasaan buruk ini ada pada dalam diri kamu, hendaknya kebiasaan buruk ini segera dihilangkan. Lingkungan merupakan tempat kamu untuk tinggal, lingkungan yang aman dan bersih akan memberikan kamu kenyamanan yang lebih.

Comment

Artikel Terkait