oleh

Bagaimana Mereka Beraktivitas? Inilah 7 Hewan Tanpa Otak

Otak adalah salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh makhluk hidup. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup tidak lepas dari pusat kendali tubuh, yaitu otak. Seperti makan, minum, bergerak, dan sebagainya.

Akan tetapi, ada beberapa makhluk hidup yang tidak memiliki otak. Sebagian besar tinggal di laut cenderung tidak bergerak. Karena mereka memiliki sistem pertahanan tubuh yang berbeda, dengan hewan lain yang memiliki otak, hewan-hewan yang tidak berotak ini tak pernah memikirkan apa pun. Mereka hanya menggunakan saraf sensorik untuk menemukan makanan dan menghindarkan diri dari bahaya. Inilah beberapa hewan tanpa otak yang beberapa di antaranya pasti sudah tidak asing bagimu.

1. Ubur-Ubur

Tubuh ubur-ubur, 98 persennya terdiri dari air. Diketahui juga bahwa 3.000 spesies ubur-ubur di dunia dapat menciptakan cahaya dari dalam tubuhnya. Kemampuan ini disebut sebagai bioluminescence. Dengan keunikan seperti itu, sungguh ajaib jika ternyata ubur-ubur tidak memiliki otak. Dia bergerak dengan cara mengikuti arus laut. Pergerakan tubuhnya pun dibantu oleh semprotan air dari tubuhnya.

Semua fungsi tubuh ubur-ubur dapat terjadi berkat adanya jaringan saraf sensorik. Ada dua sistem saraf yang dimiliki ubur-ubur, yaitu jaringan saraf besar dan jaringan saraf kecil. Jaringan saraf besar mengontrol gerakan renangnya dan jaringan saraf kecil mengontrol perilaku lainnya.

Walau tidak memiliki otak, keberadaan ubur-ubur ternyata lebih tua daripada dinosaurus. Hewan tanpa otak ini bahkan berhasil selamat dari kepunahan massal.

2. Bintang Laut

Bintang laut tergolong hewan echinodermata, yaitu hewan berduri yang sama halnya dengan bulu babi dan teripang. Bintang laut menghabiskan seluruh waktunya di dasar laut karena tidak memiliki kemampuan berenang. Di ujung setiap lengannya terdapat mata kecil yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang.

Baca Juga  7 Manfaat Menanam Pohon, Mampu Sehatkan Lingkungan Dengan Baik

Meskipun tidak memiliki otak, bintang laut dapat merasakan sentuhan, melihat, dan mencium. Hal tersebut dimungkinkan karena dia memiliki sistem jaringan saraf yang dapat bereaksi terhadap lingkungannya. Jaringan saraf ini terdiri dari saraf radial dan circumoral (di sekitar mulut) sebagai cincin saraf yang menghubungkan dengan saraf radial.

Saraf radial adalah tempat bintang laut menyimpan memori dan informasi sensorik serta membuat keputusan. Saraf ini jugalah yang memberikan informasi pada bintang laut tentang makanannya. Ketika salah satu lengan menginformasikan tentang sesuatu yang dapat dimakan, maka akan ada aliran listrik menuju lengan yang lain dan mulai menggerakkan tubuhnya menuju sumber makanan.

3. Bulu Babi

Bulu babi atau landak laut berkulit tajam seperti duri dan banyak ditemukan di dasar laut. Dia tidak perlu mengkhawatirkan tentang pertahanan diri berkat duri tajam yang menutupi tubuhnya tersebut. Bulu babi merayap di sekitar dasar laut mencari makanan, dan itu berlangsung spontan karena dia tak memiliki otak untuk menyusun rencana.

Bulu babi tidak memiliki kepala sama sekali, juga tidak memiliki mata dan organ indera eksternal lain. Bagian dalam tubuhnya hanya terdiri dari organ yang mengatur sistem vaskular dan air. Sistem tersebut mengatur tekanan air dalam tubuhnya dan membantunya terus bergerak, juga mengontrol asupan makan.

4. Teripang

Teripang bergerak lambat, hidup pada dasar pasir, alga, maupun dalam lingkungan terumbu karang. Walaupun dikenal sebagai salah satu hewan tanpa otak, teripang adalah hewan yang berbahaya karena memiliki racun.

Walaupun tidak memiliki otak, teripang memiliki mekanisme pertahanan yang unik. Teripang dapat mengeluarkan racun (saponin) dari kulitnya, melepaskan benang-benang lengket, atau melakukan eviserasi, yaitu melepaskan organ dalamnya melalui anus. Bagaimana caranya makan? Mulut teripang dikelilingi oleh tentakel yang berbentuk perisai sebanyak 20 buah. Tentakel inilah yang berfungsi untuk mengambil dan menghisap makanan yang berada di sekitarnya.

Baca Juga  Simak Yuk! 10 Cara Melestarikan Lingkungan Alam Sekitar
5. Lili Laut

Nama lain dari lili laut adalah bintang bulu. Sekilas lili laut terlihat seperti tanaman laut, apalagi bagian lengannya (arms) memiliki corak warna beraneka ragam, seperti hijau, kuning, merah, hitam, atau kombinasi dari dua atau lebih warna. Namun pada kenyataannya, lili laut adalah hewan laut.

Lili laut mengumpulkan makanan melalui lengan berbulunya. Meskipun terlihat halus, dia cukup kuat untuk bertahan hidup hingga 20.000 kaki di bawah permukaan laut. Beberapa jenis lili laut memiliki tangkai (stalk) yang berfungsi untuk melekatkan dirinya pada dasar laut.

6. Sea Squirts

Hewan tanpa otak berikutnya ada sea squirt. Sea squirt banyak hidup di perairan dangkal. Dia adalah hewan hemaprodit berbentuk seperti tabung dengan tubuh yang lunak. Nama lainnya adalah ascidian atau penyemprot laut. Dia sebenarnya memiliki otak meskipun sangat kecil. Untuk dapat menemukan makanannya yang dalam bentuk larva, sea squirt menetap di suatu tempat dan tinggal di sana selama sisa hidupnya. Pada saat itulah dia mulai “memakan” otaknya. Jadi, setelah menetap di satu tempat, sea squirt tidak lagi memiliki otak.

Ketika merasa terancam, sea squirt akan memecah organ penyaringnya dan mendorong keluar perut dan lambung mereka. Setelah proses mengeluarkan perut dan membiarkan organ dalamnya mengapung, binatang ini kemudian mengecilkan tubuhnya sehingga terlihat layu.

Dengan cara ini, pemangsanya akan mengira diia mati dan meninggalkannya sendirian. Sea squirt tetap pura-pura mati hingga 5 hari sambil secara perlahan meregenerasi organ dalamnya. Setelah 10 hari, organ penyaringnya sembuh dan semua organ kembali ada di tubuhnya.

7. Tiram

Tiram juga termasuk hewan tanpa otak. Hewan ini bertahan hidup menggunakan sistem saraf, organ dalam, dan hatinya. Diketahui bahwa tiram telah menghuni lautan Bumi sejak 15 juta tahun yang lalu.

Baca Juga  8 Alasan Mengapa Memilih Kamar Tidur Minimalis

Tiram dikenal sebagai hewan penghasil mutiara. Tiram akan menyaring air di sekitar mereka untuk mendapatkan plankton sebagai makanan utamanya. Ketika ada objek asing seperti pasir, parasit, atau material organik lain ikut masuk ke dalam cangkangnya, bagian mantelnya akan menghasilkan lapisan yang disebut nacre. Mantel adalah organ yang membentuk cangkang tiram.

Nacre akan menyelubungi objek asing tersebut. Seiring waktu, lapisan nacre terus terbentuk, memisah dari bagian tubuh kerang, dan itulah yang disebut mutiara.

Itulah beberapa hewan tanpa otak yang hidup di Bumi. Berkat proses evolusi, hewan-hewan tersebut telah mengembangkan metode alternatif untuk membantu mereka bertahan hidup. Barangkali masih ada lebih banyak lagi hewan seperti itu, yang belum tercatat atau belum ditemukan oleh para ahli. Kehidupan di Bumi memang menarik karena berbagai misterinya, ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya