by

Paket Mulia Ke Surga Dari Yang Maha Mulia

Keseharian, lalu lalang melintas berbagai macam jenis paket bonus atau promo. Mulai dari paket bonus telpon sepuas-puasnya ditambah paket data yang dikenal dengan paket combo oleh Telkomsel. Paket THR sebelum Ramadhan atau Hari Raya yang diharap dinantikan. Sampai paket promo dari setiap produk baru yang dipasarkan, misalkan paket promo awal tahun atau paket promo Ramadhan. Malah kalau membeli, kebanyakan doyan minta kurang atau diturunin harga alias dipotong. Akibatnya tak cukup waktu dihabiskan dalam aktivitas belanja. Itulah sekelumit contoh demi meraih paket bonus, promo atau apapunlah namanya. Intinya, sedikit cosh yang dikeluarkan harus lebih banyak melimpah paket yang didapatkan.

Salahkah kita berharap paket bonus atau promo? Lumrah adalah jawabannya, kodrat manusia sering berharap lebih dan banyak. Sudah ada ingin lebih lagi, sudah punya ingin tambah lagi. Sedikit sering diungkit-ungkit mengeluh tak cukup, tatkala banyak lebih sering menutup diri kikir tak kira diri lebih.

Allah Ta’ala sudah mengabarkan keadaan diri kita manusia dalam surat Al Ma’arif ayat 19-21

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا. وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,

dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,

Berharap sesuatu yang lebih baik dan banyak tentu harus, apatah lagi dalam hal kemuliaan dari yang Maha Mulia. Allah sangat mengerti karakter setiap hamba-Nya, ingin lebih banyak lagi mulia. Ramadhan adalah bulan mulia dipersembahkan untuk yang akan dimuliakan oleh yang Maha Mulia. Ramadhan adalah masa yang sangat tepat meraih paket kemuliaan. Ramadhan Allah jadikan berbeda dengan bulan selainnya. Banyak paket bonus seta promo yang disediakan. Bukan hanya satu pahala, bahkan Allah janjikan berupa jaminan tanpa anggunan karena Allah sendiri yang membalasnya.

Baca Juga  Maksiat Itu Muncul Pengaruh Jiwa Yang Buruk dan Jahat Bukan Peran Setan Semata

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan paket kemuliaan pertama yang disediakan Allah terhadap orang yang berpuasa :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”

Terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.

Begitulah Qadhi ‘Iyadh menjelaskan dalam kitabnya Al Minhaj Syarh Shahih Muslim jilid 7 hal.188.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadits riwayat Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah dan Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid jilid 10 memaparkan paket kemuliaan kedua keutamaan Ramadhan bagi shaaimin.

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”

An Nawawi rahimahullah dalam Kitabnya Al Majma’ Syarah Muhazzab jilid 6 mengatakan pula, “disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.

Paket kemuliaan ketiga yang Allah sediakan dalam ramadhan adalah memperoleh dua kebahagiaan tiada bandingnya; bahagia disaat berbuka dan berjumpa dengan Rabbnya.

Baca Juga  Semuanya Tetap Akan Berakir, Jika Diberikan Kesempatan, Berjumpa Lagi Tahun Depan

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ.

“Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, berbahagia pada saat dia berbuka, berbahagia dengan puasanya itu dan

pada saat ia berjumpa Rabb-nya.”

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam Shahih Muslim jilid 2 Kitaabush Shiyaam bab Fadhlush Shiyaam oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Kemuliaan keempat yang Allah siapkan paketnya untuk orang yang berpuasa, disediakan sebuah pintu diberi nama Ar  Rayyan.

“Sesungguhnya di Surga itu ada sebuah pintu yang disebut ar-Rayyaan. Pada hari Kiamat nanti orang-orang yang suka berpuasa akan masuk Surga lewat pintu itu. Tidak ada seorang pun selain mereka yang diperkenankan (untuk masuk Surga) lewat pintu itu.”

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ.”

Begitulah sabda Rasulullah dalam Shahih al-Bukhari jilid 2 pada  Kitaabush Shaum bab ar-Rayyaan lish Shaaimiin dan Shahih Muslim.

Paket kemuliaan yang tiada tandingannya, meraih malam lebih dari seribu bulan itulah Lailatul Qadar. Allah berfirman dalam surat Al Qadri ayat 1-3 :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Dalam kitab tafsir Ruhul ma’ani jilid 18 Ibnu Abbas mengatakan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam lailatul qadar, lebih baik dari seribu bulan. Malam itu hanya ada tersedia paketnya di bulan Ramadhan.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathaiful Ma’arif pada bab Fadhilah Ramadhan menyebutkan :

Baca Juga  Maksiat Itu Muncul Pengaruh Jiwa Yang Buruk dan Jahat Bukan Peran Setan Semata

اذا لم تستطع منافسة الصالحين في أعمالهم ، فنافس المذنبين في استغفارهم “  (ابن رجب الحنبلي)

“Jika engkau tak sanggup menyaingi para salihin dalam amalnya, maka berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya”.

Sungguh Allah Maha Mulia dan memuliakan kita hamba-Nya. Kehadiran Ramadhan itu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan Ramadhan yang dipenuhi berbagai macam paket bonus kemuliaan untuk orang yang berpuasa. Menyaingi para salihin dirasa dan terasa sulit, namun mengungguli diri dari para pendosa tentu sangat tidak mustahil. Janji paket kemuliaan telah Allah Ta’ala berikan. Janji  dari siapa lagi yang kita tunggu? Kalau bukan janji dari yang Maha Menepati. Raihlah sebanyak-banyaknya paket kemuliaan Ramadhan yang belum tentu kita sampai ke ujungnya. Bangunlah jiwa, bangunlah raga raih paket kemuliaan dari yang Maha Mulia di bulan yang mulia.

Oleh : Roni Haldi

Penghulu Muda KUA Kec. Susoh, Aceh Barat Daya dan penulis buku Semerbak Petuah Ayah

Comment

Artikel Terkait