by

Review Buku ‘Sumur’ Karya Eka Kurniawan: Bukan Sekadar Kisah Tentang Teror Mental

Kali ini ada bahasan unik hanya untuk Sobat LintasHaba yang suka baca buku nih! Jadi kami ingin memberikan review tentang buku ‘Sumur’ karya Eka Kurniawan loh.

Eits, sebelum itu ada yang ingin kami sampaikan ya! Bahwa saat kamu membaca review buku ‘Sumur’ ini, harap berhati-hati dengan beberapa kata yang mungkin terdengar klise wkwkwk. 

Oke kita langsung saja, ini nih Review Buku ‘Sumur’ Karya Eka Kurniawan, check it out!

Judul Buku: Sumur

Pengarang: Eka Kurniawan

Tebal: 51 halaman

Terbit: Juni 2021

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Buku ‘Sumur’ merupakan kisah yang berisi satu cerpen panjang, yang sebelumnya pernah dipublikasikan dalam kumpulan Tales of Two Planets: Stories of Climate Change and Inequality in a Divided World. Sebuah antologi cerpen yang berasal dari sejumlah negara yang menceritakan tentang dampak dari perubahan iklim terhadap manusia. 

‘Sumur’ dapat mengungkapkan sejumlah fakta menarik dari perubahan iklim yang tidak hanya berdampak pada kehidupan fisik manusia saja. Akan tetapi, juga termasuk dalam kehidupan psikis mereka. Hal ini bukanlah tentang seberapa besar modal ekonomi suatu negara atau perusahaan hancur, tetapi ini mengisahkan tentang modal sosial yang ada.

Sehingga, meski ‘Sumur’ pernah diterbitkan dalam kumpulan cerpen berkisah perubahan iklim. Nyatanya, ‘Sumur’ berbeda. Buku ‘Sumur’ membawa fokus pada perjalanan hidup dua orang anak bernama Thoyib dan Siti. Kisahnya, mereka telah saling menyukai sejak mereka masih kanak-kanak. Tetapi, keduanya tak pernah bisa hidup bersama, sebab akan selalu ada kondisi dimana mereka menemui banyak hambatan dan tantangan.

Alur Cerita ‘Sumur’ Mungkin Akan Tampak Seperti Cerita yang Baik

Apakah kamu bertanya-tanya Sob? Sebab, ‘Sumur’ membawa cerita yang termasuk dalam hal besar tetapi dapat dimulai dari yang personal. ‘Sumur’ bahkan mengungkapkan masalah yang dialami oleh banyak orang. Akan tetapi, dengan urutan alur cerita ini dari masalah yang dihadapi satu atau dua orang saja. 

Baca Juga  Gagal Liburan Bikin Badmood? Ini Ide Liburan di Rumah Saja yang Wajib Kamu Coba

Uniknya, ketahui bahwa ‘Sumur’ tetaplah cerita yang membawa tentang isu perubahan ilkim. Tapi di dalam ‘Sumur’ tak ada sepatah kata yang pernah menyebutkan istilah teknis saintifik tentang perubahan iklim loh. Bahkan, bisa-bisanya buku ‘Sumur’ dapat berbicara cinta tanpa ada satu pun kata cinta di dalamnya.

Apa yang Membuat Buku ‘Sumur’ Karya Eka Kurniawan Patut untuk Dinikmati?

‘Sumur’ membawa kisah menarik tentang cerita yang meneror mental bagi para pembacanya. Cerita yang ada telah memiliki kebulatan tema dan suasana yang mengagumkan, serta setiap kalimat di dalamnya telah mampu membangun satu suasana secara intens loh, wow!

Menilik dari karya-karya Eka Kurniawan bertema fiksi, seperti ‘Tak Ada Orang Gila di Kota Ini’ hingga ‘Kutukan Dapur’. Hanya ‘Sumur’ yang mampu menghadirkan teror mental yang luar biasa hingga mampu menimbulkan ledakan dahsyat ketika membacanya.

Untuk kali ini, maafkan kami ya Sobat LintasHaba. Karena kami nggak akan mengungkapkan tentang apa teror mental yang dihadirkan oleh ‘Sumur’ ini, haha. Jadi, apakah kamu penasaran? Maka, yang harus kamu lakukan adalah membeli buku ‘Sumur’ karya Eka Kurniawan dan membacanya hingga selesai ya!

Oya, tapi dengan tanda pertanggungjawaban untuk kamu yang telah penasaran karena tulisan ini. Kami kasih spill  bahwa cara menutup cerita ‘Sumur’ ini oleh Eka, sangatlah jauh berbeda dengan yang kami bayangkan, hal ini malah lebih seperti sebuah melankoli gelap.

Buku ‘Sumur’ Memiliki Kebulatan Tema dan Pengisahan

Ketahui bahwa suasana yang dibangun Eka Kurniawan di sepanjang cerita adalah serba murung, banyak  karakter dalam cerita yang terus dirangkul oleh kepedihan hingga tragedi yang ada.

Interpretasi dari judul bukunya, cerita terus berpusat pada sebuah sumur yang ada di sebuah desa. Sumur dalam cerita ini menjadi sebuah simbol dalam inti dari perjalanan cerita. Mereka bertemu di Sumur, mereka berharap pada Sumur, dan tanda segala kemalangan di desa itu terletak di Sumur. Serta, tak lupa bahwa puncak kepedihan juga ada pada Sumur itu.

Baca Juga  5 Game Online Terbaik Untuk Dimainkan Bersama Teman

Ketahui bahwa dalam cerita ‘Sumur’, tak akan pernah ada kisah tentang orang kecil yang membalikkan keadaan dengan ide dan keberanian ajaib yang mereka memiliki. Selain itu, dalam ‘Sumur’ juga tak menghadirkan kejenakaan  yang gelap, seperti sebelumnya bahwa ceritanya itu adalah serba murung. Jadi, hal ini sangatlah mustahil untuk berekspektasi dalam kisah ‘Sumur.

Dinilai Dari Penggunaan Kata-Katanya Akan Menjadi Poin Plus Dalam ‘Sumur’

Siapa yang tak kenal Eka Kurniawan, penggunaan katanya selalu dan tetap sederhana serta lugas. Hal inilah yang menjadi daya tarik dari tulisa-tulisan karya Eka. Bahkan, saat penggambaran cerita yang penuh kepedihan, kamu tak akan menemukan kata yang mendayu-dayu dalam keseluruhan cerita.

Tak hanya itu saja, ‘Sumur’ mampu menggambarkan bagaimana perubahan kondisi alam hingga dapat berdampak pada psikis manusia. Selanjutnya, ‘Sumur’ dapat menjelaskan bagaimana hubungan antarmanusia, cinta, persaudaraan dan pertemanan. Dimana semua ini bisa berubah ketika kekeringan yang melanda sebuah desa. Hingga segala cinta yang ada telah tersapu kemarau berkepanjangan dan tak pernah kembali lagi.

Itulah tadi Review Buku ‘Sumur’ Karya Eka Kurniawan yang berisi tentang teror mental. Dengan buku ‘Sumur’ ini kamu akan dapat menikmati berbagai pengalaman membaca yang luar biasa. Kisah dari ‘Sumur’ yang kadang seperti tidak memiliki harapan selama kisah berlangsung, akan selalu membuatmu merasa penasaran akan cerita selanjutnya. 

Jadi, para Sobat LintasHaba sudah siapkah kamu untuk mulai membaca buku ‘Sumur’ ini? Happy Reading Sob!

Comment

Artikel Terkait