by

Pelajaran Dari Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini , Besok Kita Buat yang Lebih Baik Lagi.

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) merupakan drama yang mengisahkan kehidupan sebuah keluarga. Cerita ini diadaptasi dari buku karya Marchella FP, buku laris yang berisi kumpulan Quotes pesan pengalaman pribadi seseorang. Pesan dalam buku itu kemudian digarap ke layar lebar, diracik oleh Angga Dwimas Sasongko hingga menjadi sebuah cerita utuh tentang kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia.

Kisah NKCTHI bermula dengan menampilkan sebuah keluarga yang bahagia, terlihat pada saat menit-menit pertama sebuah keluarga yang terdiri dari orangtua dan dua anak ini, akan menuju rumah sakit karena Ibunya akan segera melahirkan bayi yang sangat ditunggu-tunggu. Ketika Ajeng melahirkan anak ketiga, yang diberi nama Awan, sang ayah Narendra kerap memberi pesan kepada Angkasa, bahwa sebagai kakak laki-laki paling tua, dia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga adik-adiknya.

“Kalau nanti Ayah dan Ibu sudah nggak ada, yang jaga adik-adik siapa?, yang meluk adik-adik ketika sedih siapa?”

“Angkasa”, begitulah jawaban Angkasa kecil yang ketika itu dikisahkan berusia 6 tahun. Tanggung jawab itu ditanggungnya hingga Angkasa dan adik-adiknya dewasa. Setiap kali terjadi sesuatu dengan adik-adiknya, Angkasa lah yang disalahkan oleh Ayahnya.

Film yang rilis pada awal tahun 2020 ini menyorot kedekatan soal hubungan persaudaraan dan orang tua. Drama ini menceritakan sudut pandang tiga anak yaitu  Angkasa, Aurora, dan Awan dari keluarga Narendra. Bersama kedua orangtua, mereka terlihat sebagai keluarga yang bahagia dan baik-baik saja. Namun, sebenarnya keluarga tersebut punya trauma yang dirahasiakan oleh sang ayah demi membuat para anggota keluarga tidak merasakan kesediahan. Apakah mereka siap menerima kenyataan, ketika bom waktu meledak?

NKCTHI versi film dibintangi oleh aktor-aktor kawakan, seperti Rio Dewanto sebagai Angkasa, Donny Damara sebagai Narendra Tua, Oka Antara sebagai Narendra di usia muda , Niken Anjani sebagai Ajeng muda, Susan Bachtiar sebagia Ajeng tua, Sheila Dara Aisha sebagai Aurora, dan Rachel Amanda sebagai Awan. Film ini benar-benar mengaduk emosi penonton dengan totalitas para pemerannya yang sudah tidak diragukan lagi.

Baca Juga  Temukan Banyak Inspirasi Kreatif di 8 Rekomendasi Channel Youtube DIY Berikut

“Jangan pernah tinggalkan adik-adikmu, mereka adalah tanggung jawabmu!”

Angkasa kecil terus mengingat pesan Ayahnya dan memanggul tanggung jawab besar itu hingga dewasa, kemudian tanpa disadari hal itu menjadi sebuah beban bagi Angkasa. Sampai-sampai, hubungan asmaranya dengan sang kekasih yang sudah berumur 4 tahun terancam putus. Demi melepas semua tanggungan yang ada di pundaknya, dia pun membongkar sebuah rahasia keluarga yang selama ini disembunyikan oleh kedua orang tuanya selama 21 tahun lebih.

Selama itu Angkasa harus selalu mendahulukan kepentingan adik-adiknya, yang kemudian  berimbas kepada kehidupan pribadi Angkasa, yang menjadi nomor kesekian. Tidak hanya Angkasa yang merasa tertekan dan tidak bahagia. Aurora, Awan bahkan Ibu mereka  juga merasa tertekan dengan semua aturan yang dibuat oleh sang Ayah. Aturan yang menurut Ayah akan membuat semua keluarganya bahagia ini malah semakin membuat anak-anak mencari celah untuk menemukan kebahagiaan mereka sendiri.

Konflik di tengah keluarga ini semakin menjadi ketika Awan merasa bahwa ia terlalu dikekang dan terlalu dilindungi. Sampai-sampai, Awan tak pernah merasakan sulitnya memilih atau indahnya berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Kondisi itulah yang membuat Awan mulai berontak untuk menemukan kebahagiaan dengan caranya sendiri.

Apa yang dilakukan oleh Awan ternyata mempengaruhi semua anggota keluarga. Mulai dari Ayah, Ibu, Angkasa, dan Aurora.  Di sinilah kemudian sang Ayah mengumpulkan ketiga orang itu, untuk diberi peringatan, namun ketiga anak tersebut berontak. Dalam adegan ini pula lah bom waktu meledak, Angkasa mulai membongkar rahasia selama 21 tahun yang berusaha ia tahan.

Di sisi lain, ada sang Ibu yang kebanyakan hanya diam dengan tatapan sayu dan hampa yang ternyata merupakan dampak dari trauma masa lalu yang menjadi plot twist dari film ini. Di balik berjalannya kehidupan keluarga ini, terdapat luka mendalam dan rahasia yang begitu kelam. Rahasia ini disimpan oleh Narendra dan Ajeng dengan dalih agar keluarganya selalu bahagia dan tidak perlu merasakan kesedihan.

“Kalian Sudah lama kehilangan Aku”.

Satu kalimat singkat dari Aurora yang benar-benar menohok dan menjadi salah satu titik balik film ini. Konflik yang semakin menajam saat Angkasa mengungkap rahasia besar keluarga, benar-benar membuat penonton berulang kali meteskan air mata. Dengan satu kalimat saja, dari anak kedua dari keluarga Narenda yang memang tak banyak bicara itu.

Baca Juga  Yuk, Pecinta AU Merapat! Apa itu AU dan Rekomendasi AU yang Keren?

“Kalau masalah datang bertubi-tubi, tugas kita ya bertahan”

Angkasa, anak sulung keluarga Narendra seperti paham apa betul, masalah keluarganya. Satu kutipan di atas tersebut adalah salah satu bagian dari beban yang ditanggung Angkasa selama 21 tahun.

Secara realistis, Sutradara film ini berhasil menampilkan konflik-konflik kecil yang dapat berujung fatal jika sesuatu tidak dilakukan dengan penuh kesadaran. Mulai dari masalah yang dijumpai Awan saat di kantor, Aurora yang merasa dianggap tidak ada dan rasa irinya karena kasih sayang sang ayah yang berlebihan terhadap si bungsu Awan, hingga kisah cinta antara Awan dan Kale yang diperankan Ardhito Pramono.

Di balik problematika masalah keluarga Narendra, si bungsu, Awan, justru tengah menikmati masa-masa mudanya bersama Kale. Kale yang merupakan manager band favorit Awan, berhasil menarik perhatiannya dengan segala pemikiran Kale yang lebih banyak menceritakan tentang makna kehidupan kepada Awan. Mereka pun jadi lebih sering bertemu di saat memiliki waktu luang.

Saling nyaman satu sama lain, ternyata Awan pun sudah diam-diam menyimpan perasaan pada Kale. Namun, sayangnya perasaan tersebut tidak mendapat balasan dari Kale. Kisah keduanya yang tak jarang ditemui di kehidupan nyatapun, berhasil membuat para penonton terbawa perasaan berkat cara Kale mendekati Awan. Ditambah lagi pesona Kale yang memang memiliki ‘vibe‘ anak band dan anak gaul Jakarta Selatan, semakin menyempurnakan penampilannya.

“Sedih terkadang membawa kita ke arah yang lebih tinggi. Arah mata angin nggak bisa diatur, tapi arah layar bisa.”

Meskipun ini merupakan debut pertama Ardhitho Pramono berperan sebagai Kale, dia tetap totalitas dan menarik sebagai teman baru Awan yang bertemu di sebuah konser musik. Gaya Kale memang terlihat urakan dan terlalu santai. Namun, banyak kutipan yang menarik darinya di film ini.

Baca Juga  Review Film Belok Kanan Barcelona: Saat Cinta Membutuhkan Pembuktian dan Perjuangan

“Marah itu wajar, tapi jangan jadikan marah sebagai satu-satunya alasan.

Lebih banyak diam dan paling banyak menampilkan maksudnya lewat gestur tubuh. Namun, ketika Ibu bertindak, inilah kunci dari cerita sebuah keluarga. Salah satunya adalah kutipan di atas.

Pada akhirnya Ajeng, Ibu mereka berusaha memberi pengertian kepada masing-masing anaknya, menguatkan suaminya Narendra, dan berusaha kembali menyatukan kembali keharmonisan keluarga mereka.

Setiap keluarga pasti memiliki cara masing-masing untuk saling menyampaikan rasa kasih sayangnya. Namun setiap keluarga juga memiliki sebuah rahasia, yang mungkin mirip dengan kisah film ini.

Film NKCTHI ini memang memberikan pesan bahwa kebahagiaan memang harus dicari dan dipertahankan, namun bukan berarti harus lari dari kenyataan dan mengharuskan kesedihan itu pergi dengan menutup rapat rahasia besar.

Kebahagiaan dan kesedihan itu satu paket. Dari film NKCTHI ini kita diajarkan bahwa tidak ada keluarga yang sempurna, tidak akan ada luka yang bisa ditutupi dengan sempurna. Sejauh apapun kita pergi, lari, tidak mengakui, menutupi dan ingin melupakan, pada akhirnya akan terbuka lagi.

Sekarang tinggal bagaimana kita mencoba berdamai dengan kenangan masa lalu, kemudian menjadikannya batu pijakan untuk hidup baru yang lebih baik sembari menemukan seseorang yang dapat melengkapi dan menerima kita dalam kondisi dan situasi apapun untuk bersama-sama membangun hidup yang lebih baik tanpa rahasia.

Seperti kutipan di akhir film:

Hidup itu lucu ya, yang dicari hilang. Yang dikejar lari, sampai kita lelah dan berserah, saat itu semesta bekerja. Beberapa hadir dalam rupa sama, beberapa hadir lebih baik dari rencana.kamu bisa lari kemanapun kamu mau, lari sejauh apapun itu. Lari sekencang-kencang yang kamu mampu. Tapi masalahmu tidak akan pergi, dia ada di sana, di belakangmu.

Sampai kamu berani, berbalik arah dan hadapi.  Doa ibu menemani hari ini hingga nanti, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini , Besok Kita Buat yang Lebih Baik Lagi.

 

Comment

Artikel Terkait