by

Apa Itu Musik Klasik? Mari Kita Simak Ulasan Seputar Musik Berikut Ini

Musik sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-sehari, bahkan sering menemani aktivitas sebagian orang. Hal ini, tentu menjadikan orang-orang yang memiliki potensi dalam musik, ingin mengembangkannya dan bahkan sebagian orang mengkomersilkannya. Seiring berjalannya waktu maka musik pun terbagi menjadi musik klasik dan musik modern.

Baik dua jenis musik tadi memiliki ciri khas tersendiri dan mendapatkan tempat di hati para pencintanya, karena musik merupakan seni dalam merangkai bunyi dalam waktu tertentu, dengan tujuan menghasilkan suatu komposisi melalui unsur timbre, ritme, harmoni dan melodi.

Dikarenakan musik adalah seni maka setiap orang yang menyukai maupun membuatnya memiliki selera sendiri. Lalu yang dimaksud musik klasik itu seperti apa?

1. Definisi

Musik klasik merupakan musik yang dibuat atau berakar dari  musik orkes dan sebuah tradisi seni Barat. Dalam cakupan periode abad ke-9 sampai abad ke-21. Musik klasik pun dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu musik non-Eropa dan musik populer, khususnya dibedakan dalam sistem notasi musiknya.

Dimana sudah digunakan oleh seorang komponis dengan tujuan memberi petunjuk pada pembawa musik perihal kecepatan, ritme individual, pembawaan yang tepat suatu gubahan musik dan  tinggi nada. Tentu ini membatasi improvisasi maupun ornamentasi ad libitum yang mana ini sering didengar pada musik non-Eropa.

Nah, biasanya jenis musik ini pun akan diidentikan dengan dimainkan oleh orchestra, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar. Hal ini karena orkestra memiliki arti musik, yang dimainkan oleh sebuah grup atau pasukan musisi dan didominasi oleh alat musik gesek atau string.

Jika berbicara mengenai orkestra maka musik gamelan pun termasuk musik orkestra, dikarenakan musik gamelan merupakan musik orkesetra perkusi yang lebih mengarah kepada musik yang berkembang di daerah pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga  Rahasia Puasa Dalam Perspektif Tasawuf yang Indah

Selain itu, musik klasik pun memiliki fungsi lain yaitu berfungsi untuk merangsang janin, yang dipercaya kelak akan menjadi seorang anak yang kreatif sekaligus cerdas. Bahkan musik ini pun dapat membantu posisi bayi yang sungsang kembali ke posisi semula, ini dikarenakan irama dari suara musik tersebut.

Lalu kenapa sih musik klasik yang didengarkan pada janin dapat membuat atau merancang dia untuk kreatif? Hal ini karena saat musik ini didengarkan maka akan merangsang atau menstimulasi perkembangan dari otak kanannya.

Dimana otak kanan, seperti yang diketahui berkaitan dengan perkembangan kreatif, gaya, perasaan, irama musik, warna, bahasa, perkembangan kepribadian, dan sosialisasi. Hal ini pun telah diteliti oleh university of Texas di Austin, Texas.

Dimana hasilnya menunjukan bahwa seorang anak yang didengarkan musik klasik, ketika masih janin menunjukan tingkat emosi yang jauh lebih stabil dibandingkan dengan anak yang didengarkan ketika janinnya musik rock.

Tidak hanya itu, musik klasik pun dapat dinikmati oleh siapa saja, ini dikarenakan musik merupakan sebuah seni yang didengar oleh indera pendengaran, dan apabila masuk melalui saraf pendengaran serta terima dan dirasa bagus, maka musik akan diterima bahkan dinikmati, meskipun tidak dimengerti.

Pernahkah kamu merasakan hal seperti ini? Jika pernah, tidak perlu aneh lagi karena semua ada alasannya. Mungkin kamu juga penasaran lanta kenapa apabila dapat diterima oleh indera pendengaran dapat dinikmati?

Hal ini karena setelah diterima oleh indera pendengaran maka akan direspon oleh organ di otak yang bernama system limbic,  maka setelah diterima akan melibatkan unsur emosi, sehingga mempengaruhi metabolisme otak sehingga muncullah suatu emosi yang membuat kita fun dalam mendengarkannya.

Baca Juga  Berita duka, Erwin Prasetya Mantan Bassis Dewa 19 Meninggal Dunia
2. Perkembangan Musik klasik

Musik klasik pun dapat digolongkan berdasarkan periodisasi yang mana mencakup periode renaisans, periode Barok dan Rokoko, periode klasik, serta periode romantik. Pada periode tersebutlah lahirlah nama-nama yang besar seperti Mozart, Bach, Haydn dan lain sebagainya.

Dimana para tokoh tersebut melahirkan karya-karya yang luar biasa, di antara sonata, konserto solo, string quartet, simfoni, sampai opera. Meskipun begitu, ternyata para komposer klasik tersebut tidak menggolong-golongkan berbagai jenis komposisi yang mereka buat.

Nah, penggolongan ini ternyata dibuat untuk mempermudah orang-orang memahami atau mengenal musik, terutama bagi kepentingan maupun kalangan akademisi. Selain itu, musik klasik pun dikenal sebagai musik dengan keindahan inteltelektual yang terbilang tinggi dari keseluruhan zaman.

Hal ini mencakup Simfoni Mozart atau karya-karya lainnya pada abad ke 20. Istilah dari keindahan intelektual ini memiliki arti tersendiri bagi setiap orang. Untuk lebih jelasnya, perkembangan musik klasik  akan dibahas yang mana mencakup:

1. Periode Renaisans

Periode ini terjadi sekitar tahun 1500-1600, pada zaman ini  terjadi ketika zaman pertengahan berakhir. Renaissance memiliki arti kelahiran kembali  dari budaya romawi yang telah hilang. Musik pada periode ini memiliki ciri khas yakni timbulnya nyanyian tentang keperwiraan, percintaan dan lain sebagainya.

Pada zaman ini pun sudah mengenal piano serta organ yang menyebabkan music instrument muncul pada periode ini. Adapun tokoh yang terkenal pada periode ini adalah Galilei, Giovani Gabriel, Jean Baptiste Lully dan lain lain sebagainya.

2. Periode Barok dan rokoko

Musik klasik yang berkembang pada masa ini memiliki ciri khusus, seperti halnya aliran musik barok  dalam bermain musiknya menggunakan ornamentik pada improvisasi yang dilakukan secara spontan oleh pemusik. Sementara pada aliran musik Rokoko ornamentik oleh pemusik digunakan dengan cara mencatatnya.

Baca Juga  Referensi Aplikasi Bimbel Online Ini Bisa Membantu Belajar Kamu di Rumah

Periode ini berlangsung pada tahun 1600-1750, pada periode ini pun lahir para tokoh atau komponis diantaranya Antonio Vivaldi, Jhon Pachelbel dan lain sebagainya

3. Periode Musik Klasik

Periode ini berlangsung pada  tahun 1750 sampai 1820, selain itu pada periode ini muncul beberapa tokoh diantaranya, Carl Philipp Emanuel Bach, Ludwig Van Beethoven, dan lain sebagainya. Untuk musiknya sendiri ditandai dengan ciri, dinamika yang digunakan lembut, ornamentik yang digunakan dibatasi, penggunaan nada Akord 3 dan penggunaan tempo lembut atau lambat.

4. Zaman Romantik

Periode ini berlangsung pada tahun 1820 hingga 1900, pada masa periode ini musik tidak hanya mementingkan alunan nada saja, tetapi juga  mementingkan perasaan yang cenderung bersifat subjektif.

Tempo dan dinamikanya pun mengalami perubahan sehingga melahirkan berbagai instrumen yang indah. Adapun tokoh yang berada pada zaman ini adalah Johannes Brahmas, Frans Peter Schubert dan lain sebagainya.

Seni musik memang mememiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan dan menjadi bagian dalam kebudayaan, termasuk seni musik klasik. Setelah mengetahui informasi mengenai music klasik, sekarang kamu sudah mengetahui sedikit banyaknya mengenai musik ini, bukan?

Comment

Artikel Terkait