by

Inilah 3 Tarian Daerah Indonesia yang Jarang Diketahui!

Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki banyak pulau, dikarenakan banyaknya pulau sehingga melahirkan banyaknya budaya, salah satunya tarian daerah. Apa kamu sudah tahu apa itu tarian jenis ini? Tarian ini merupakan tarian ini tumbuh berdasarkan letak geografis, sehingga setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri.

Selain itu, tarian ini merupakan tarian yang berkembang di dalam kalangan masyarakat. Sehingga, tarian ini sangat menyatu dengan masyarakat. Banyaknya tarian yang ada di Indonesia, membuat Indonesia semakin kaya akan seni. Namun, ada beberapa tarian yang jarang diketahui oleh kita semua, tetapi memiliki makna mendalam. Apa saja?

1. Tarian Sintren, Cirebon
TARI SINTREN CIREBON - Pemerintah Daerah Kota Cirebon
Foto: cirebonkota.go.id

Tarian ini kerap kali dikaitkan dengan hal mistis, ini tentu bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan tarian ini memiliki cerita tentang kisah cinta Sulasih dan Raden Sulandono. Namun, sang ayah ki Bahurekso tidak menyetujuinya.

Sehingga, Raden Sulandono pun pergi untuk bertapa dan dia hanya berbekal selembar kain untuk melengkapi pertemuannya dengan Sulasih setelah dia selesai bertapa dari ibunya. Sementara Sulasih menjadi penari setelah Raden Sulandono pergi untuk bertapa.

Semenjak saat itulah pertemuan keduanya diatur oleh sang ibu dari Raden Sulandono, yakni Dewi Rantamsari. Dewi Rantamsari memasukan roh ke pada Tubuh Sulasih dan mereka sering dipertemukan di alam gaib. Sehingga pawang akan memasukan Roh bidadari kepada Sang Penari. Namun, penari yang dapat menarikan tarian ini hanya penari yang masih suci.

Ini dikarenkan hanya yang masih sucilah yang bisa dimasukan roh penari. Sehingga, rata-rata penari tarian ini adalah gadis. Sementara untuk alat musiknya terdiri dari kipas bambu dan tembikar, selain itu alat musik tersebut menimbulkn suara yang unik saat di tabuh.

Baca Juga  Meme Boyband dan Girlband Kpop Ini Dijamin Bikin Ngakak

Selain itu, ada hal unik dari tarian ini. Jadi apabila ada yang nyawer dan uangnya terkena ke penari, maka penari akan pingsan.

Namun, hal ini berlainan dengan pendapat dari Arief Natadiningrat yang merupakan sultan kasepuhan Cirebon PRA. Beliau mengatakan bahwa tarian Sintren merupakan tarian yang memiliki makna, bahwa manusia sering lupa diri ketika memiliki banyak harta, ini ditandai dengan penari yang pingsan ketika tersentuh oleh uang dari saweran.

Ini pun diartikan sebagai perwujudan pada awalnya penari hanya manusia biasa, tetapi ketika keluar dari kurungan, dia mulai berhias diri. Tarian Sintren pun tidak ada kaitannya dengan hal atau unsur mistis.

2. Tarian Bedhaya Ketawang – Surakarta
Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral dari Keraton Surakarta
akunusantara.com

Tarian ini merupakan tarian yang disebut-sebut sebagai tarian sakral. Pasalnya tarian ini hanya dipertunjukan ketika acara penobatan dan upacara peringatan kenaikan tahta raja. Untuk nama Bedata ketawang sendiri berasal dari dua suku kata, yakni Bedhaya dan ketawang.

Bedhaya artinya penari wanita istana sementara ketawang adalah langit atau selalu identik dengan sesuatu yang tinggi. Tarian ini pun dianggap tarian suci karena menyangkut Ketuhanan, yang mana segala sesuatu itu tidak akan pernah terjadi tanpa ada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Pada awalnya tarian ini ditarikan selama dua jam setengah, tetapi ketika Zaman Pakubuwana tarian ini pun di pangkas menjadi satu setengah jam. Tarian ini pun di percaya menceritakan tentang kisah cinta Kanjeng Nyi Roro Kidul dengan Raja Mataram.

Masyarakat pun mempercayai bahwa Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul akan ikut menari bersama sembilan penari yang lainnya. Selain itu, sembilan penari tarian ini pun dalam mitologi Jawa merupakan gambaran sembilan arah mata angin, yang dikuasai oleh Dewa Nanga Sanga.

Baca Juga  6 Fakta Game Among Us, Game Online yang Mendadak Viral

Penari yang dapat menarikan tarian ini pun harus penari yang masih suci, sehingga tidak bisa ditarikan oleh sembarang orang. Sebelum pergelaran mereka pun akan melakukan ritual untuk menunjang kelancaran pergelaran tarian ini. Unik nya setiap penari dalam tarian ini mencerminkan atau melambangkan sebuah simbol.

  1. Penari yang pertama-Batak menyimbolkan pikiran dan jiwa.
  2. Penari yang kedua-Endhel Ajeg disimbolkan keinginan hati atau dapat diartikan sebagai nafsu.
  3. Penari yang Ketiga-Endhel Weton menyimbolkan tungkai kanan.
  4. Penari yang Keempat-Apit Ngarep menyimbolkan lengan kanan.
  5. Penari yang kelima-Apit Mburi menyimbolkan lengan kiri.
  6. Penari yang keenam-Apit Meneg menyimbolkan tungkai kiri.
  7. Penari yang ketujuh-Gulu menyimbolkan badan.
  8. Penari yang kedelapan- Dhada menyimbolkan dada.
  9. Penari yang kesembilan- Buncit menyimbolkan organ seksual.

Untuk pakaian yang dikenakannya adalah dodot ageung atau dikenal dengan basahan yang dikenakan oleh pengantin perempuan jawa. Selain busananya yang mirip dengan busana pengantin jawa, warna dari busananya pun didominasi oleh warna hijau.

3. Tarian Bines – Aceh
Tarian daerah aceh
blogkulo.com

Tarian satu ini berasal dari kabupaten Gayo Lues dan sudah berkembang di Aceh Tengah lantas dibawa ke daerah Aceh Timur. Tarian ini pun dijadikan alat untuk berdakwah oleh Syekh Saman. Dimana para penari yang menarikan tarian ini terdiri dari para perempuan, yang duduk sejajar dan menyanyikan syair-syair yang berisikan dakwah.

Gerakannya lambat laun akan cepat lantas berhenti secara serentak. Tarian ini pun dilakukan secara serempak dengan menggerakan berbagai gerakan seperti langkah yang membentuk pola huruf U serta berbanjar. Selain itu, ada gerakan petik jari dan bertepuk tangan.

Para penari yang menarikan tari inipun berbusana Baju lingkup serta memiliki motif tabor atau dikenal juga sebagai baju tabor. Mereka pun mengenakan kain sarung dengan dilengkapi hiasi renggiep di pinggirnya serta sanggul yang dihiasi oleh daun kapas.

Baca Juga  Film Story of Kale Jadi Spin-Off NKCTHI, Seperti Ini Peran Ardhito Pramono

Tarian ini pun memiliki fungsi yang banyak yaitu berfungsi sebagai media komunikasi atau dakwah, media publikasi, media hiburan, dan media untuk mediasi.

Tarian memang bukan hanya sebatas seni dan ditujukan untuk hiburan, tetapi bermaksud mengajarkan sesuatu kepada para penontonnya, termasuk seni daerah Indonesia yang sarat akan makna.

Comment

Artikel Terkait