by

Apa yang Terjadi dengan Afganistan, Hingga Mengapa Kata ‘Taliban’ Bisa Trending

Hai Sobat LintasHaba, kali ini kami ingin membahas seputar isu sosial hingga konflik yang terjadi di skala Internasional nih. Sekedar info saja, mungkin bahasan kali ini akan lebih berat dari bahasan-bahasan lainnya di LintasHaba ini. But it’s okay, karena kami ada hanya untuk para Sobat LintasHaba. Bakal gampang banget dimengerti kok!

Yuk langsung simak saja, apa yang terjadi dengan Afganistan hingga mengapa kata ‘Taliban’ ini bisa trending, check it out!

Latar Belakang

Konflik saat ini di Afghanistan memasuki tahun kedua puluh dan terus memakan banyak korban sipil. Serangan oleh kelompok bersenjata dengan tanpa takut menargetkan warga sipil dan objek sipil yang melanggar hukum humaniter internasional, suatu situs yang diserang termasuk rumah sakit bersalin dan lembaga pendidikan.

Parahnya, tidak ada pertanggungjawaban atas kejahatan ini karena impunitas tetap ada. Hingga, perempuan dan anak-anak terus menghadapi kekerasan, pelecehan dan intimidasi. 

Kemudian, pada bulan Februari, Taliban Afghanistan menandatangani perjanjian damai dengan AS. Perjanjian tersebut termasuk janji untuk membebaskan “hingga 5.000” pejuang Taliban yang ditahan di penjara pemerintah Afghanistan, dengan imbalan 1.000 anggota pasukan keamanan Afghanistan yang ditahan oleh kelompok bersenjata. 

Akan tetapi, hingga pada Desember perjanjian tersebut hanya menghasilkan panduan praktis dalam proses negoisasi.

Lalu, Apa dan Siapa Taliban itu?

Sobat LintasHaba baru dengar istilah ‘Taliban’ ya? Tenang, bakal dijelasin kok. Jadi, Taliban adalah suatu faksi politik juga agama ultrakonservatif yang telah muncul di negara Afganistan, hal ini muncul pertama kali pada pertengahan 1990-an loh.

Dan berdasarkan dari laman Britannica, Taliban itu muncul beriringan dengan penarikan pasukan Soviet dan saat runtuhnya rezim komunis di Afganistan. Tak hanya itu saja, tetapi juga dilengkapi dengan kondisi di ambang kehancuran untuk tatanan sipil di negara tersebut.

Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, Taliban muncul sebagai tanda kekuatan yang menginginkan adanya ketertiban sosial di provinsi selatan Afganistan, yaitu Kandahar. Kemudian, kata ‘Taliban’ ini berasal dari bahasa Pashto yang artinya murid.

Mengapa? Karena, pada saat itu yang menjadi bagian dari Taliban ini adalah sebagian besar yang terdiri dari siswa di Madrasah yang didirikan untuk para pengungsi Afganistan, pada tahun 1980-an.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Afganistan?

Kisah dimulai ketika Taliban berhasil mendapatkan kekuatann besar sebagai dampak dari kepemilikan dukungan, yang berasal dari kelompok etnis Pashtun di selatan Afganistan.

Bahkan, terdapat bantuan-bantuan dari unsur islam konservatif yang berasal dari luar negeri yang turut ikut membantu. Alhasil, dengan kekuatan besar itulah Taliban berhasil mengambil alih Ibu Kota dari negara Afganistan yaitu Kabul

Waktu berlalu hingga akhirnya Taliban mendapatkan kontrol yang efektif atas negara tersebut loh. Meski terdapat banyak perlawanan yang ditujukan kepada Taliban, tepatnya pada tahun 2001 Taliban berhasil menguasai semua wilayah, kecuali dari Afganistan utara.

Dan baru-baru ini, Taliban juga berhasil mengambil alih Istana Kepresidenan Afganistan di Kabul. Hingga sang presiden Afganistan, Ashraf Ghani harus meninggalkan Kabul bersamaan dengan saat Taliban memasuki daerah tersebut.

Hal ini lah yang menyebabkan kerusuhan terjadi di bandara Kabul, banyak ratusan warga yang ingin meninggalkan negaranya. Selain itu, banyak negara termasuk Indonesia telah menyusun rencana evakuasi untuk warganya dan para diplomat dari Afganistan. 

Konflik Bersenjata

Terlepas dari pembicaraan damai, konflik bersenjata terus mengakibatkan warga sipil terluka dan terbunuh sepanjang tahun. Dan juga peningkatan jumlah orang yang terlantar secara internal.

Berdasarkan laporan dari Misi Bantuan PBB di Afganistan, bahwa Taliban bertanggung jawab atas 45% korban sipil dan kelompok bersenjata, yang menyebut dirinya Negara Islam di Khorasan bertanggung jawab atas 7% korban sipil antara 1 Januari dan 30 September. 

Kelompok-kelompok bersenjata secara kolektif bertanggung jawab atas penargetan dan pembunuhan warga sipil yang disengaja, termasuk guru, petugas kesehatan, pekerja kemanusiaan, hakim, pemimpin suku dan agama dan pegawai negara.

Berbagai serangan itulah, yang termasuk ke dalam pelanggaran hukum humaniter dengan warga sipil dan objek sipil yang sengaja dijadikan sasaran. 

Anak-anak terus direkrut untuk berperang, terutama oleh kelompok bersenjata dan pasukan keamanan Afghanistan. Mirisnya, Afghanistan kini disebut sebagai, salah satu negara paling mematikan di dunia untuk anak-anak, dengan pasukan pro-pemerintah dan anti-pemerintah masing-masing bertanggung jawab atas lebih dari 700 korban anak-anak. 

Kebijakan Sosial Taliban

Semakin berkuasanya Taliban di negara Afganistan tentu memunculkan berbagai kebijakan yang hanya di setujui oleh pihak Taliban. Bahkan, banyak dari kebijakan sosial Taliban ini mendapat tentangan secara global loh.

Di antaranya kebijakan sosial yang menyebutkan bahwa bahwa para perempuan dilarang memasuki kehidupan politik, dilarang memiliki akses untuk pendidikan hingga pekerjaan. 

Tak hanya sampai pelarangan bagi perempuan, Taliban bahkan bergerak untuk menghancurkan berbagai bangunan peninggalan artistik non-islam, seperti yang terjadi pada Kota Bamiyan.

Dari kebijakan, selanjutnya Taliban menerapkan hukuman pidana yang keras. Yaitu termasuk hukuman gantung. Bahkan, beberapa hari yang telah telah beredar video yang menunjukkan eksekusi mati, terhadap kepala kepolisian Afganistan ketika hendak menuju Kabul. 

Video itu merekan bagaimana peluru-peluru yang ditembakkan berhasil mengenai tubuh sang kepala kepolisian, hingga akhirnya terjatuh tak bernyawa.

Hingga, Taliban dengan lantang menyatakan bahwa tidak akan ada tindakan balas dendam atau pembalasan terhadap mantan musuh mereka. 

Setelah mereka atua Taliban berhasil mengambil alih negara yang dilanda perang itu. Pada kondisi inilah yang menjelaskan mengapa kata ‘Taliban’ berhasil memasuki trending dunia kembali.

Itulah tadi bahasan mengenai artikel ‘Apa yang Terjadi dengan Afganistan, Hingga Mengapa Kata ‘Taliban’ Bisa Trending’. Sampai jumpa di bahasan selajutnya mengenai topik internasional!

Baca Juga  Fakta Unik Pohon Sandbox, Si Pohon Neraka!

Comment

Artikel Terkait