by

Cerita Humor: Hari Tergokil Bagi Mumu Driver Ojol

Minggu pagi di warung Mpok Entin. Seperti biasa di hari libur, orderan agak sepi. Mumu driver ojol sedang menghadapi segelas kopi yang masih mengepul. Di depannya ada Juki dan Gofar, yang sedang menikmati sepiring pisang goreng sambil menunggu orderan. Mumu membuka percakapan.

“Gue lagi galau, nih. Tadi malem gue salah ngambil orang!”

“Salah ngambil gimana?” Juki dan Gofar menyahut hampir berbarengan.

”Ya, salah bawa orang. Yang gue bawa bukan orang yang ngorder.”

“Lah, kok bisa? Emang pas mau naik enggak lo tanya nama sama tujuannya?” tanya Juki. Gofar juga menatap ke arah Mumu, menungu jawaban.

“Udah gue tanya. Lagian dia manggut-manggut aja. Pake bajunya juga merah, sama kayak yang ngorder gue. Abis rame banget sih di Stasiun Cawang, baru pada turun dari kereta. Pas udah jalan lima menit, yang ngorder gue telepon sambil marah-marah, kenapa dia nggak dijemput. Jadi bingung kan, gue? Gimana ya, kalau dia lapor ke kantor? Bisa kena hukuman gue.”

Gofar memberi saran. “Lo jelasin aja duluan ke kantor, sebelum itu orang ngelapor. Gue juga pernah, tuh, kayak begitu. Pas lagi celingak-celinguk nungguin penumpang gue, ada orang langsung naik ke boncengan. Gue tanya apa namanya Anto tujuan ke Plaza Semanggi, dia iya iya aja.Ya udah, gue jalan deh.

Eh … baru jalan sebentar hape gue bunyi, yang ngorder gue protes kenapa enggak dijemput. Lah, gimana sih? Jadi yang gue boncengin siapa? Pas gue tanyain malah ketawa-ketawa terus. Rupanya orang gila! Mana galak banget lagi, disuruh turun enggak mau. Terpaksa, deh, gue bawa ke kantor polisi. Kapok gue!”

**

Saat sedang berkeliling setelah mengantar seorang penumpang, Mumu mendapat orderan dari seorang ibu yang rupanya masih berada di kantor dengan pembayaran nontunai. Setelah orderan masuk, ibu itu menelepon. Mumu menghentikan sepeda motornya.

Baca Juga  7 Aktivitas yang Cocok Bagi Introvert untuk Mengisi Waktu Luang!

“Selamat siang, Bu. Saya Mumu, driver ojol.”

”Bang, tolong jemput anak saya sesuai alamat yang tertulis, soalnya dia mau les Matematika. Sekarang juga, ya, Bang. Anak saya namanya Doni, umur 12 tahun. Tujuannya juga sesuai yang tertulis.”

”Baik Bu. Saya sudah dekat dengan rumah Ibu. Sebentar lagi sampai.”

Sesaat kemudian, Mumu sudah sampai di alamat yang dimaksud. Ibu-ibu pelanggannya itu menelepon kembali.

”Gimana, Bang? Sudah sampai? Rumah saya yang pagar hitam, ada pohon mangga.”

“Iya, Bu. Ini saya sudah di depan rumahnya.”

“Buka pagarnya, langsung masuk saja, Bang. Enggak dikunci, kok. Terus ketuk pintunya.”

“Iya bu. Ini saya udah ketuk pintu tapi enggak ada yang keluar.”

“Memang cuma anak saya sendirian di rumah. Pembantu saya sedang pulang kampung. Biasanya anak saya masih tidur siang dan susah bangunnya. Ketuk saja terus pintunya, Bang. Nanti juga dia bangun.”

Setelah lima menit mengetuk pintu, Mumu kembali menelepon si Ibu. “Sudah Bu, anaknya sudah bangun.”

“Oh, syukur, deh. Kalau saya yang bangunkan saja belum tentu bisa. Ya, sudah, ditinggal saja, Bang, dia bisa berangkat sendiri kok ke tempat les. Makasih,ya, Bang, tips buat Abang sudah saya tambahin.”

Mumu masih terheran-heran setelah mengakhiri pembicaraan. Kok ada ya, orang yang mengorder ojol hanya buat membangunkan anak!”

**

Penumpang Mumu yang berikutnya adalah seorang perempuan yang bernama Siska. Mumu harus menjemputnya di depan sebuah gedung perkantoran di daerah Kuningan. Untuk memudahkan mengenali penumpangnya, biasanya Mumu bertanya tentang pakaian yang dikenakan oleh penumpangnya. Ia pun mengetik di layar ponselnya. Karena terburu-buru, rupanya ia salah mengetik.

“Maaf, Mbaknya pakai baju siapa?”

“Hah? Maksudnya apa, Bang? Ya, baju saya sedirilah. Aneh banget sih pertanyaannya!”

Baca Juga  Sering Ditemui di Jalan, Tulisan di Kendaraan Lucu yang Bikin Terpingkal-Pingkal

“Oh, maaf, Mbak, maaf. Saya salah ketik. Maksud saya, mbaknya pakai baju apa?”

Terdengar suara tawa dari mbak-mbak yang mengordernya di ponselnya. Tak lama kemudian, penumpangnya itu sudah duduk di boncengan Mumu. Baru berjalan sebentar, tiba-tiba Mumu mendengar penumpangnya itu berteriak-teriak sambil menggerak-gerakkan badannya, sehingga laju motor Mumu menjadi oleng. Dengan kaget, Mumu menghentikan motornya dan melihat wajah penumpangnya yang pucat.

“Ada apa, Mbak?”

“Ini, lho, Bang. Di jaket Abang ada kecoak!” seru penumpangnya sambil menunjuk ke jaket hijau yang dipakai Mumu.

Mumu langsung membuka jaketnya dan melihat seekor kecoak besar yang sedang merayap di bagian belakang jaket itu. Ia baru ingat ketika beristirahat di warung ia menggantungkan jaketnya di sebuah bangku di dekat selokan. Mana dia tahu kalau ada seekor kecoak yang memanjat dari dalam selokan dan memilih jaketnya untuk tempat bermain-main!

**

Setelah mampir ke masjid untuk menunaikan salat Ashar, Mumu membeli ketoprak pada pedagang di depan masjid. Setelah itu ia mengaktifkan layanan “Same Day Serivice” di ponselnya. Layanan itu khusus dibuat untuk mengambil dan mengantar barang-barang ke banyak tempat.

Semua barang harus diambil di tempat-tempat sesuai pesanan, lalu diantar ke tempat-tempat tujuan. Mumu mendapat order untuk mengantar enam barang ke Depok, daerah pinggiran Jakarta.

Lima barang sudah berhasil diantar. Sudah pukul sepuluh malam ketika Mumu mencari sebuah alamat dengan sepeda motornya. Tinggal sebuah barang lagi yang dibawanya. Ia berhenti sebentar, untuk mencari alamat yang ditunjukkan oleh aplikasi peta di ponsel yang ia tempelkan di dashboard motor. Rasanya hari itu sangat melelahkan bagi Mumu driver ojol.

Di jalan selebar itu, tak ada satu pun lampu jalan yang menyala. Dengan hanya mengandalkan lampu motor, perjalanan Mumu semakin sulit. Apalagi badannya terpaksa maju karena kotak besar yang diboncengnya.

Baca Juga  8 Manfaat Permainan Tradisional yang Membuat Anak Layak untuk Memainkannya

Layar ponselnya menampilkan tulisan, “Anda sudah sampai di tujuan.” Setelah menghentikan motornya, betapa kagetnya Mumu ketika sadar bahwa ia berada di tengah-tengah sebuah tanah pekuburan!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

Publikasi Terkait Lainnya