by

Review Film Miracle In Cell No. 7 Versi Indonesia, Tak Kalah Mengharukan dari Versi Korea!

Belakangan ini, film Miracle In Cell No. 7 sedang ramai diperbincangkan. Film ini merupakan film adaptasi dari film Korea Selatan tahun 2013 yang memiliki judul sama. Selain Indonesia, ternyata ada juga beberapa negara yang sudah terlebih dahulu mengadaptasi film dari Korea Selatan ini. Di antaranya adalah India, Filipina dan Turki.

Di Indonesia, film Miracle In Cell No. 7 diproduksi oleh Falcon Picture dan disutradarai oleh sutradara kenamaan Indonesia yaitu Hanung Bramantyo. Film ini sukses menyita perhatian dan menambil posisi di hati para penikmat film tanah air.

Bagaimana tidak, dalam 4 hari penayangannya saja film ini sudah ditonton lebih dari 1 juta kali di bioskop. Bukan tanpa sebab, film bergenre melo drama dan keluarga ini menjadi amat diminati, karena berhasil mengaduk-aduk emosi para penontonnya. Kita akan merasa terhibur, sedih dan terharu dalam suatu waktu.

Penasaran dengan Film Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia yang tak kalah mengharukan dengan versi aslinya? Yuk simak ulasan di bawah ini!

Pemain Film Micarle In Cell No. 7

Dalam versi Koreanya, Film Miracle In Cell No. 7 dibintangi oleh sederet bintang top Negeri Ginseng, di antaranya Ryu Seung Ryong, Kal So Won dan Park Shin Hye. Sementara dalam versi Indonesia sendiri, juga dibintangi oleh sederet nama-nama besar aktris dan aktor kebanggaan tanah air, yang tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam dunia seni peran.

Siapa saja para pemain tersebut? Yang pertama, untuk peran utama dalam Film Miracle In Cell No. 7 ini diperankan oleh Vino G. Bastian dan Graciella Abigail. Vino G. Bastian dengan apik membawakan karakter Dodo Rozak sementara Graciella Abigail memerankan karakter Kartika, anak dari Dodo Rozak.

Baca Juga  Sambil Ngabuburit, Yuk Tonton Episode Terbaik dan Terkocak 2 Days 1 Night!

Selain itu, ada juga aktris cantik Mawar Eva de Jongh yang berperan sebagai Kartika dewasa. Perpaduan peran yang sangat apik dari Vino G. Baik Mawar dan Graciella Abigail sukses menghidupkan karakter masing-masing dan membuat penonton terbawa alur cerita.

Selain itu, sederet Aktor kenamaan tanah air lainnya juga turut mengambil peran dalam film ini sebagai rekan tahanan dari Vino G. Bastian alias Dodo Rozak. Di antaranya adalah Indro Warkop, Tora Sudiro, Rigen Rakelna, Indra Jegel, serta aktor muda berbakat Bryan Domani.

Kehadiran aktor dan pelawak ini, sukses membawakan humor sebagai sisipan di tengah-tengah cerita sedih dalam film ini, yang sukses membuat penonton berderai air mata. Sejenak mereka berhasil membuat penonton tertawa sebelum akhirnya kembali dibuat menangis oleh jalan cerita.

Alur Cerita dan Review Film Miracle In Cell No. 7 Versi Indonesia

Bagi kalian yang sudag menonton Film Miracle In Cell No. 7 versi Korea, pasti sudah tidak asing lagi dengan jalan cerita versi Indonesia-nya. Namun jangan salah, meskipun ketika menonton versi Indonesia kalian sudah bisa menebak jalan ceritanya, kalian akan tetap sukses dibuat menangis tersedu karena jalan ceritanya.

Jadi, jangan lupa untuk menyiapkan tisu ketika akan menonton film ini ya Sobat Lintashaba! Ditambah lagi dengan akting memukau yang dibawakan oleh tiap pemerannya, yang benar-benar berhasil menghidupkan cerita sehingga membuat penontonnya berdecak kagum.

Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia memang mengadaptasi keseluruhan alur cerita dari versi aslinya. Hanya saja, ada beberapa unsur cerita yang disesuaikan dengan kehidupan sehari di Indonesia.

Selain itu, tokoh Dodo Rozak yang dalam versi Indonesia diceritakan sebagai penjual balon, berbeda dengan versi Korea di mana tokoh Lee Young Gu diceritakan sebagai seorang tukang parkir. Selain itu, dalam versi Indonesia juga sedikit disinggung tokoh Ibu Kartika sementara di versi Korea-nya tidak dibahas sama sekali.

Baca Juga  Punya Nasib Mujur Bak Ketiban Durian Runtuh! Ini Sederet Orang Biasa yang Viral Jadi Artis di Tahun 2020

Sekarang berlanjut ke alur ceritanya, Dodo Rozak (Vino G. Bastian) merupakan seorang orangtua tunggal dari seorang putri kecil cantik bernama Kartika (Graciella Abigail). Dodo Rozak kehilangan istrinya ketika kelahiran Kartika.

Hal ini membuatnya harus berjuang sendirian merawat dan membesarkan Kartika. Sehari-harinya, Dodo Rozak bekerja sebagai seorang penjual balon. Dodo Rozak yang memiliki keterbelakangan mental ini hanya ingin menjadi sosok ayah terbaik untuk Kartika.

Dodo Rozak sangat menyayangi Kartika begitu pula dengan Kartika, yang juga sangat menyayangi ayahnya dan tidak pernah mempermasalahkan kondisi ayahnya. Keterbatasan yang dimiliki oleh Dodo Rozak membuat Kartika-lah, yang lebih merawat dan menjaga ayahnya selama ini.

Namun, hal ini tidak pernah menjadi masalah untuk Kartika, ia tetap menjadi anak baik yang sangat menyayangi ayahnya dan sangat bersyukur terlahir sebagai putri dari ayahnya.

Sampai pada suatu ketika, Dodo Rozak dituduh telah memperkosa dan membunuh seorang anak kecil, putri dari seorang yang berpengaruh besar dalam dunia politik. Sebab pengaruhnya yang besar dalam dunia politik, ia berhasil memasukkan Dodo Rozak ke dalam penjara, padahal Dodo Rozak tidak benar-benar melakukan kejahatan seperti apa yang dituduhkan terhadapnya. Setelah menerima putusan hukuman mati, Dodo Rozak dimasukkan ke dalam sel penjara selnomor 7.

Kartika yang belum mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya, merasa cemas dan mencari-cari ayahnya karena tak kunjung pulang. Akhirnya Kartika mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya setelah menonton berita di televisi. Kartika menjadi sangat sedih dan terpukul atas kejadian yang terjadi pada ayahnya.

Sampai pada suatu ketika Kartika berhasil menyusup ke dalam sel penjara tempat ayahnya ditahan, berkat bantuan para napi lain yang satu sel dengan ayahnya. Hal ini membuat Kartika dan Dodo Rozak merasa bahagia, setidaknya sebelum Dodo Rozak dihukum mati. Segala upaya yang dilakukan pada akhirnya tak berhasil membebaskan Dodo Rozak dari hukuman mati.

Baca Juga  Even Saat Hari Jadi Kabupaten Sumenep Madura

Kartika yang telah tumbuh dewasa (Mawar Eva de Jongh) ,akhirnya menempuh pendidikan hukum dan berusaha membersihkan nama ayahnya. Perjuangannya tak sia-sia karena pada akhirnya ia dapat membersihkan nama ayahnya dan membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah.

Itulah ulasan mengenai Film Miracle In Cell No. 7 Versi Indonesia. Meskipun telah menonton versi aslinya, kamu akan tetap dibuat berdecak kagum dengan versi Indonesia-nya. Hal ini dikarenakan akting para pemerannya yang sangat apik dalam membawakan suasana dalam cerita.

Selain itu, akting sang tokoh utama, Vino G. Bastian benar-benar berhasil menghidupkan karakter Dodo Rozak melalui gestur, mimik wajah, hingga intonasi bicara. Bahkan seolah Vino menyatu dengan tokoh Dodo Rozak.

Humor-humor yang disajikan oleh para rekan tahanan Dodo Rozak, juga dapat memperindah jalannya cerita yang akan semakin membuat penonton berdecak kagum.

Selain itu, soundtrack yang digunakan oleh film ini benar-benar berhasil membuat penonton semakin berlinang air mata. Lagu Andaikan Kau Datang Kembali yang dinyanyikan oleh Andmesh Kamaleng, benar-benar dinyanyikan menggunakan hati sehingga membuat penonton hanyut dalam suasana haru.

Jika ingin menonton film ini di bioskop, jangan lupa untuk membawa bekal tisu yang sobat!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya