by

Review Film Mencuri Raden Saleh, Film Populer di Bulan Ini!

Industri perfilman Indonesia sudah sangat berkembang dengan baik, buktinya banyak kemunculan film-film menarik akhir-akhir ini. Salah satu film yang sedang booming di bulan September ini ialah mencuri Raden Saleh, sebuah film yang rilis pada tanggal 25 Agustus kemarin. Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini, terbilang kontroversial sebagai film yang berisikan hal-hal penting seputar kehidupan di Indonesia.

Pasalnya dalam film berdurasi hampir 2 jam setengah ini, menyuguhkan beberapa genre film yang berdekatan dan memiliki amanat yang sesuai dengan zaman millenial saat ini.

Film mencuri Raden Saleh memiliki genre aksi, thriller dan terkadang juga diselingi roman serta komedi sebagai bumbu cerita agar tidak membosankan. Terbukti dengan kehadiran beberapa genre, yang berbeda di atas mampu membuat penonton seolah terpaku menikmati film secara utuh.

Lalu apa yang membuat film ini begitu fenomenal di kalangan remaja saat ini, bahkan menjadi buah bibir di setiap pengunjung bioskop? Langsung saja tanpa basa-basi berikut ulasannya!

Mencuri Raden Saleh (2022)

Kamu mencari sebuah film yang tidak menghadirkan kebosanan sama sekali di setiap alurnya? Mungkin film satu ini dapat menjadi solusinya, merupakan film terbaik di bulan ini yang telah berhasil meraup 2 juta viewer dalam waktu singkat. Tentu saja pencapaian tersebut dibarengi dengan apiknya alur dan kesesuaian cerita film dalam kehidupan sehari-hari.

Film ini menceritakan mengenai kehidupan seorang tokoh utama bernama piko yang berperan sebagai pelukis handal. Ia selalu membuat lukisan mirip karya tokoh-tokoh terkenal dalam dunia lukisan, guna menyamaianya dan dijual.

Dari situlah, ia akhirnya memiliki karier yang sukses dan juga mendapatkan kedudukan sebagai ahli pelukis plagiat yang ulung. Dalam bekerja sebagai pelukis ia selalu ditemani oleh temannya bernama Ucup.

Baca Juga  7 Film Serial Indonesia yang Menarik Ditonton Saat Liburan

Tokoh Ucup merupakan teman terbaik bagi Piko, ia selalu membantunya dalam mencarikan referensi terkait lukisan apik dari negeri lain melalui website.

Wajar saja karena tokoh bernama Ucup ini ialah seorang hacker yang mampu meretas sistem tanpa ketahuan. Sebab keberhasilan Piko dalam bakat melukis, ia akhirnya mempunyai seorang pasangan bernama Sarah, seorang atlet bela diri yang berambisi mengikuti gelaran PON Indonesia.

Kisah bermula saat Piko terjebak masalah jeratan hukum penjara ayahnya, yang mana ia harus membayar 2 miliar untuk membebaskannya. Sedangkan masalah kedua muncul dari diri Sarah, yang mana ia harus menjadi tulang punggung keluarga sebagai pencari nafkah, dengan cara mengikuti perlombaan PON Indonesia. Ucup sebagai teman akhirnya membantu Piko dalam berbisnis lukisan, ia akhirnya menemukan seorang kurator seni bernama Dini.

Dini akhirnya mulai bertransaksi dengan Piko, yang kemudian membuat bos Dini bernama Permadi ikut campur dalam urusan jual beli lukisan.

Di sisi lain terdapat dua orang saudara yang gemar bermain dengan mobil dan mekanik, mereka bernama Gofar sebagai ahli mesin dan adiknya Tuktuk sebagai pembalap liar. Suatu hari mobil mereka rusak dan mengharuskan mereka membayar senilai beberapa miliar.

Kembali ke Permadi, ia menawarkan kepada Piko, Ucup dan Sarah yang sedang mencari uang untuk kebutuhan masing-masing. Permadi berkata akan membeli lukisan yang bertemakan penangkapan Diponegoro karya Raden Saleh senilai 2 miliar.

Piko akhirnya setuju dan berhasil membuatnya, namun Permadi masih tidak puas, ia memberikan kesempatan kedua untuk ketiga orang itu mencuri lukisan asli dan ditukar dengan lukisan piko, Permadi berjanji akan membayar mereka 17 miliar.

Tidak ada pilihan lain akhirnya mereka bertiga menjalani misi tersebut, namun Piko dirasa membutuhkan seorang supir dan mekanik handal, akhirnya Gofar dan Tuktuk ditawari bergabung.

Baca Juga  Fakta Irene Kharisma, Grand Master Catur Wanita

Mereka siap bekerja sama sebagai satu tim, namun dalam misi pertama ketika akan mencuri lukisan Raden Saleh asli dari sebuah instansi mereka gagal. Ucup merasa bahwa mereka harus membutuhkan seorang pengatur ulung, karena itulah mereka kemudian mencari fella.

Fella sendiri merupakan sebuah bos judi wanita yang ulung dan memiliki harta berlimpah di masa kuliahnya. Dengan bantuan fella akhirnya mereka berenam bersepakat melakukan rencana kedua, namun pihak polisi akhirnya berhasil mengamankan lukisan Raden Saleh asli, yang akan ditukar dengan lukisan milik Piko, Permadi dan Dina tiba-tiba muncul dan meyakinkan polisi, bahwa lukisan Raden Saleh yang asli adalah palsu dan sebaliknya.

Akhirnya secara tidak langsung permadi membawa lukisan asli ke rumahnya dan lukisan milik Piko ke istana negara. Namun dari situ Piko tahu, bahwa lukisannya lah yang dijadikan umpan serta Permadi yang mendapatkan keuntungan. Akhirnya mereka berenam bersepakat melawan Permadi dan mengambil kembali lukisan asli.

Di tengah rencana mereka kembali digagalkan oleh ayah Piko sendiri yang katanya masih dipenjara, ternyata secara diam-diam, ayah Piko dibebaskan oleh Permadi dan menjadi bonekanya untuk melawan para remaja tadi.

Akhirnya lukisan asli dibawa oleh ayah Piko, namun tiba-tiba Fella sang ahli strategi mengatakan bahwa itu bukanlah lukisan asli melainkan hanya plagiat. Piko akhirnya membuka lukisan asli di mobil Fella yang dibawanya ketika mengacaukan pesta Permadi.

Akhirnya piko dan kawan-kawannya berhasil mencuri lukisan tersebut, Dina selaku kurator akhirnya membeli lukisan tersebut seharga puluhan miliar. Film berakhir dengan iringan kegembiraan enam remaja tadi.

Secara alur cerita, film mencuri Raden Saleh patut diacungi jempol. Pasalnya tidak ada bagian cerita yang nampak bolong sana-sini melainkan runtut. Rasa emosinya juga tersampaikan secara jelas kepada penonton, sehingga membuat diri mereka seolah-olah berada di tengah alur cerita.

Baca Juga  Hype Abis! Ini 4 Fakta Unik di Balik Cappadocia

Amanat dalam film ini ialah jangan mudah percaya pada orang lain, terlepas dari itu terdapat pesan tersirat di dalamnya, yakni menggambarkan proses pemalsuan hak cipta di Indonesia yang semakin banyak.

Bagaimana tertarik ingin menonton filmnya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya