by

Pesan Moral Film Naga Bonar 1 untuk Generasi Muda

Film Naga Bonar merupakan film Indonesia yang cukup bagus. Ada banyak nilai luhur yang bisa ditangkap dari film yang dibintangi oleh Dedi Mizwar dan Nurul Arifin ini. Nah, bagi pencinta film Indonesia yang masih belum mengetahui pesan moral Film Naga Bonar 1, maka telah beruntung menemukan artikel ini. Sebab, ulasan artikel akan mengungkap hal tersebut secara detil.

Ada banyak pesan moral yang bisa ditangkap dari film Naga Bonar 1. Termasuk pesan moral terkait dengan penjajahan dan pengabdian. Nah, untuk lebih jelasnya, silakan baca list di bawah ini. Kontennya seputar pesan moral yang penting bagi masyarakat Indonesia. Ini ulasan selengkapnya:

1. Pengabdian Pada Seorang Ibu

Naga Bonar adalah orang yang sangat dibenci oleh ibunya. Sebab, si anak ini suka mencopet dan tidak pernah mau mengaji. Bahkan, si ibu juga benci pada Si Bujang karena menganggap telah mengajari si Naga Bonar sebagai pencopet.

Walaupun demikian ketika Naga Bonar sudah bertobat dan menjadi pejuang, si ibu tetap tidak mempercayainya. Namun Naga Bonar tidak mengurangi rasa hormat pada si ibu. Bahkan, Naga Bonar pun menggendong ibunya ketika harus pergi mengungsi akibat serangan penjajah Belanda.

Scene di atas menunjukkan pengabdian Naga Bonar kepada sang ibu yang begitu tinggi. Tentunya ini bisa menjadi pesan moral yang bagus kepada generasi muda bangsa. Sebab, seorang ibu adalah orang yang telah mengandung sembilan bulan sehingga harus dilayani dengan penuh takzim dan taat.

2. Kisah Kesetiaan Seorang Sahabat

Naga Bonar bersahabat akrab dengan Si Bujang. Keduanya sama-sama menjadi pencopet barang-barang milik penjajah Belanda yang lihai. Lucunya, jika Naga Bonar ditangkap dan dijebloskan ke penjara, si Bujang juga ikut masuk sekalipun tidak ikut ditangkap.

Baca Juga  Drama Penthouse: Waspada, Drama ini Bikin Kamu Naik Darah!

Persahabatan Naga Bonar dan Si Bujang tidak lekang oleh waktu. Bahkan ketika keduanya sudah menjadi pejuang, kesetiaan mereka terus berlanjut sekalipun Si Lukman selalu mencari cara untuk memisahkan keduanya. Tak ayal Naga Bonar sering marah kepada Lukman jika menghina Si Bujang padahal dalam status kepangkatan, Bujang berada di paling bawah yaitu Kopral. Sedangkan Lukman berpangkat Sersan dan Naga Bonar adalah Jenderal.

Ini sekelumit kisah film terkait dengan kesetiaan seorang sahabat. Memang seharusnya persahabatan tidak mengenal kondisi entah dalam keadaan suka maupun duka. Oleh karena persahabatan pula, yang tadinya memiliki tipikal buruk akhirnya menjadi sadar dan berubah.

3. Keberanian Membela Tanah Air

Film Naga Bonar mengambil seting perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda. Di sini, Naga Bonar selalu berperang dengan gagah berani hanya akibat mendengar sajak dari Mayor Pohan. Naga Bonar tidak pernah takut untuk berjalan di antara desingan peluru, sedangkan si Bujang selalu sigap menyediakan tempat duduk.

Naga bonar ditemani oleh Kirana yang diperankan oleh Nurul Arifin. Seorang gadis cantik putri Dokter Zulmi yang dianggap berkhianat kepada bangsa Indonesia. Akhirnya Kirana jatuh cinta pada Naga Bonar dan ikut berperang dengan gagah berani.

Film dengan unsur tema post kolonial ini memang mengajarkan sifat patriotisme yang membara. Ada harapan seluruh generasi muda juga memiliki mental yang sama dalam menjaga kemerdekaan. Termasuk menjaga apa yang sudah dihadiahkan oleh pahlawan dalam bentuk kegiatan-kegiatan positif yang membangun negeri.

4. Pentingnya Patuh Terhadap Pemimpin

Pesan moral Film Naga Bonar 1 berikut tentang pentingnya patuh terhadap pemimpin. Ini dibuktikan dengan adegan kemarahan Mayor Pohan kepada Si Bujang yang telah menyerang Belanda di waktu terjadi gencatan senjata. Perang yang membuat Si Bujang meninggal dunia ini, membuat Mayor Pohan harus mengatur kembali susunan kepangkatan.

Baca Juga  Kdrama Lovers Udah Nonton Belum? 5 Drama Korea yang Paling Banyak Ditonton Di Tahun 2020

Naga Bonar sebagai atasan Si Bujang berkilah kalau perang tersebut atas kehendak si Bujang sendiri. Dia ingin membuktikan kepada Lukman, kalau dirinya yang layak berpangkat Mayor bukan Lukman. Namun, Naga Bonar tetap meminta maaf kepada Mayor Pohan dan memastikan tidak akan terjadi kesalahan yang sama di lain waktu.

Di sini, ada semacam efek jika melanggar pemimpin yaitu penderitaan seperti dialami si bujang. Maksudnya ialah, kepatuhan kepada pemimpin adalah penting. Apalagi di masa perang maupun di masa-masa yang lain. Tanpa pemimpin mungkin manusia akan seperti anak ayam yang kehilangan induk. Mereka bertebaran tetapi tanpa arah dan tujuan.

5. Pentingnya Menjaga Amanah

Kirana adalah tawanan yang ditangkap oleh Jenderal Naga Bonar pada waktu mencari sang ayah, Dokter Zulmi yang berkhianat. Namun Naga Bonar tidak memperlakukan gadis cantik tersebut sebagai tawanan melainkan perempuan yang harus dijaga. Makanya ia terus menjaga Kirana dengan betul-betul amanah.

Ketika Kirana (Nurul Arifin) akan diambil oleh Jenderal Maryam, Naga Bonar tetap berdiri di depan. Dari lomba catur hingga terjadi perang saudara, Naga Bonar tetap bersikukuh tidak akan menyerahkan Kirana. Akhirnya Maryam menyerah karena kakinya tertembak.

Di sini bagaimana Naga Bonar ingin mengajarkan tentang pentingnya menjadi orang yang amanah. Tentu ending-nya adalah kebahagiaan seperti Kirana yang akhirnya jatuh cinta kepada Naga Bonar, akibat pengorbanan dan amanah yang luar biasa. Sungguh ini pesan moral yang harus dipelajari oleh generasi muda.

Itulah pesan moral Film Naga Bonar 1 yang membuat film ini layak ditonton. Di sini juga terlihat jelas bagaimana totalitas seorang Dedi Mizwar ketika berakting di depan kamera. Sepertinya, sineas Indonesia harus memproduksi genre film semacam ini dengan jumlah yang lebih banyak supaya generasi muda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait