by

Nilai Positif Film Upin dan Ipin yang Bikin Trenyuh

Film Upin dan Ipin adalah film yang cukup populer di Indonesia. Sekalipun bukan film lokal, tetapi Upin dan Ipin masih memiliki jumlah penonton yang cukup besar di tanah air. Luar biasanya lagi, yang suka menonton film ini bukan hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa. Ternyata ada nilai positif film Upin dan Ipin terkait dengan kehidupan.

Karena ada kandungan positif di film Upin dan Ipin, maka tontonan ini layak ditonton. Bahkan anak-anak pun diperbolehkan untuk menontonnya karena memang ini adalah genre film untuk si kecil. Nah, daripada anak menonton film yang tidak sesuai usia mereka, mending ajak saja menonton film Upin dan Ipin. Kalau Anda ingin mengetahui nilai positifnya, silakan baca ulasan berikut:

1. Mengajarkan Makna Toleransi

Film Upin dan Ipin mengajarkan nilai toleransi yang luar biasa. Bahkan para karakternya pun mewakili toleransi yang dimaksud. Ini tidak hanya terkait toleransi antar umat beragama tetapi juga toleransi antar suku dan bangsa. Sepertinya, pembuat film ini ingin mengajarkan bagaimana sikap tenggang rasa yang benar.

Film Upin dan Ipin dimainkan oleh beberapa karakter utama yaitu Upin dan Ipin yang keturunan Malaysia. Sedangkan Susanti keturunan Indonesia, Jarjit Keturunan India dan Meimei keturunan Tionghoa. Semuanya menjadi pertemanan yang sangat luar biasa dan saling tenggang rasa satu sama lain.

Hal ini ditunjukkan ketika masuk lebaran, yang mana Mei Mei dan Jarjit ikut bersilaturahmi sekalipun tidak termasuk yang menjalankannya. Meimei pun tidak ragu untuk berbelanja di bazar ramadan, sekalipun kegiatan tersebut adanya hanya untuk menyambut bulan puasa bagi umat Islam saja.

2. Mengenalkan Fungsi Permainan Tradisional

Setting Film Upin dan Ipin adalah setting atau suasana modern. Yang mana di dalam scene sudah ada internet dan ponsel. Namun, para karakter di dalamnya tidak suka menggunakan perangkat tersebut, kecuali Ehsan yang memang suka vlog dan vlog-nya pun tentang permainan dengan kawan-kawannya.

Baca Juga  Mengapa Sastra Perlu Diapresiasi? Ini Dia Jawabannya

Yang paling menonjol dari Film Upin dan Ipin adalah kegemaran para karakter bermain permainan tradisional. Mereka suka bermain lempar kaleng, petak umpet, gangsing dan permainan tradisional yang lainnya. Sedangkan Meimei dan Susanti masih suka bermain permainan perempuan, yakni memasak.

Dari scene ini terlihat dengan jelas kalau si pembuat film ingin menunjukkan fungsi dari permainan tradisional bagi anak-anak. Yang mana dari permainan tradisional, anak akan lebur dengan sisi masa kecil mereka yang indah. Dari permainan tradisional pula, anak-anak bisa berolahraga dan berinteraksi dengan sesamanya.

3. Pentingnya Kepatuhan kepada Orang Tua

Nilai positif film Upin dan Ipin yang berikutnya tentang pentingnya kepatuhan anak kepada orang tuanya. Hal ini ditunjukkan oleh sikap Upin dan Ipin yang tidak pernah membantah opa atau neneknya. Dua karakter yang lucu ini, juga tidak berani melawan pada kakak perempuannya yang garang yang dipanggil Kak Ros.

Upin dan Ipin sendiri adalah dua bocah kembar yang sangat nakal. Sering kali mereka membuat jengkel opa dan kak Ros sehingga sering kena hukuman. Namun detik tersebut, Upin dan Ipin langsung menyesal, meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kenakalannya lagi.

Di dalam scene ini terdapat pesan positif kepada anak-anak di Indonesia untuk senantiasa patuh kepada kedua orang tuanya. Termasuk menaati semua perintah yang diberikan mengingat tanpa adanya orang tua, maka anak tidak mungkin bisa dilahirkan.

4. Bermain Boleh asal Tidak Mengganggu Belajar

Di dalam film Upin dan Ipin scene yang sering dimunculkan adalah sekolah dan lapangan. Seakan si pembuat film ingin menyampaikan kalau bermain itu boleh asal tidak melupakan aktivitas belajar. Bahkan sebagian besar hari libur dan malam hari, selalu diisi oleh Upin dan Ipin yang sedang belajar bersama Kak Ros.

Baca Juga  Sinopsis Film One Piece Red, Sebuah Film Action Mendebarkan!

Tentunya ini nilai yang sangat penting terutama bagi anak-anak. Orang tua juga bisa belajar darinya kalau di waktu belajar anak juga memiliki hak untuk bermain dan juga sebaliknya. Orang tua harus sadar dalam hal ini supaya anak bisa tumbuh menjadi insan yang luar biasa.

Nilai seperti ini yang harus diambil dari sebuah tontonan film. Sekalipun Upin dan Ipin adalah film dari negeri tetangga, tetapi kita harus tetap bisa mengambilnya sebagai pembelajaran yang bagus bagi anak-anak. Apalagi mereka sudah kadung terhibur dengan tontonan semacam ini.

5. Anak-Anak Dibiasakan Beribadah Sejak Dini

Kalau mendekati bulan ramadhan, biasanya film Upin dan Ipin mengusung cerita yang berbeda yaitu seputar keberagamaan. Di dalam cerita tersebut, Upin dan Ipin terbilang anak yang rajin mengaji dan sholat tarawih. Bahkan dua bocah ini selalu membaca doa berbuka puasa dan sahur dengan lancar.

Luar biasanya, anak kecil yang menonton film Upin dan Ipin kadang juga tertarik untuk beribadah. Ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk membiasakan anak beribadah sejak dini. Kalau anak tidak mau mengaji, tinggal putarkan saja Upin dan Ipin yang sedang mengaji, pasti anak kembali bersemangat untuk melantunkan ayat suci Al Quran.

Kalau anak sudah terbiasa beribadah sejak kecil, tentu sikap spiritualnya saat dewasa akan semakin bagus. Mereka akan tampil sebagai insan beriman dan berakhlak. Kalau sudah demikian, berarti film Upin dan Ipin telah berhasil menjadi tontonan yang sekaligus tuntunan.

Itulah beberapa nilai positif film Upin dan Ipin. Kalau membaca ulasan di atas, memang selayaknya film ini ditonton oleh anak-anak Indonesia tanpa harus melihat darimana asal film tersebut. Untuk itu, silakan catat jadwalnya lalu tontonlah dengan riang gembira.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya