by

Nilai Moralitas Dalam Film Siapa Meniduri Ranjangku?

Sebuah film dibuat tidak hanya untuk hiburan semata. Tetapi lebih jauh dari itu, juga ada tujuan etika dan moral. Nah, nilai moralitas dalam film Siapa Meniduri Ranjangku begitu penting untuk diketahui oleh pembaca. Sebab, ada dimensi pengajaran etika yang luhur yang memang seharusnya menjadi jati diri manusia.

Film Siapa Meniduri Ranjangku, merupakan karya sastra sineas yang diperankan secara mimik dan gestur oleh aktor Dude Herlino bersama aktris cantik Citra Kirana. Sedangkan pemain yang juga ikut mendukung film adalah Didi Petet, Irish Bella dan bintang antagonis kawakan Mario Maulana.

Nah, bagi yang ingin mengetahui nilai moralitas seperti apa yang tampak dari film Siapa Meniduri Ranjangku, maka silakan baca ulasan di bawah ini sampai selesai. Setelah itu, jangan ragu untuk menerapkannya di dalam kehidupan. Ini dia nilai moralitas yang dimaksud:

1. Pengabdian Kepada Orang Tua

Di dalam film Siapa yang Meniduri Ranjangku terdapat nilai moral terkait dengan pengabdian kepada orang tua. Ini disiratkan pada kemarahan Samsul (Dude Herlino) kepada temannya yang telah mengirimkan foto pernikahan dirinya dengan Ghea (Citra Kirana), kepada orang tua Samsul di Kampung.

Sejatinya, bukan foto pernikahan yang membuat Samsul marah melainkan karena yang menjadi pendamping di foto tersebut, bukan kedua orang tua Samsul melainkan orang lain. Ini yang membuat Samsul marah, karena Samsul merasa foto tersebut pasti menyakiti kedua orang tuanya tersebut.

Di dalam angle tersebut, betapa sutradara ingin menyatakan kalau pengabdian kepada orang tua adalah penting. Manusia juga tidak boleh membuat kedua orang tua bersedih, kecewa dan menangis. Apalagi seorang ibu yang telah mengandung sembilan bulan, tentu rasa hormat dan pengabdian kepadanya harus lebih tinggi.

Baca Juga  Oh Jadi Ini Ternyata Alasan Takut Kuliah!
2. Derajat Perempuan Harus Ditinggikan

Nilai moralitas dalam film Siapa Meniduri Ranjangku yang berikutnya, terkait dengan derajat perempuan yang harus ditingkatkan. Bahkan perempuan harus dilindungi kehormatannya sekalipun dia telah menjadi seorang istri. Sebuah pembelajaran moralitas yang sungguh menggugah hati semua penontonnya.

Nilai ini ditunjukkan pada sebuah adegan, ketika Samsul tidak menyentuh Ghea sekalipun dia istrinya namun istri di atas kertas. Sebab, Samsul menikahi Ghea hanya untuk menjaga nama baik keluarga Ghea, akibat tunangannya masih ada di luar negeri sedangkan undangan sudah kadung disebar.

Penghormatan inilah yang membuat Ghea justru benar-benar jatuh hati kepada Samsul. Bahkan dia mulai membandingkan Samsul dengan tunangannya yang sedang kuliah di Belanda. Yang satu adalah pria sholeh dengan itikad baiknya kepada perempuan, sedangkan yang satu adalah pria dengan kehidupan sekuler yang selalu dikelilingi perempuan berpakaian mini.

3. Pentingnya Tauladan dalam Islam

Ada sebuah pesan moral yang cukup bagus di dalam film Siapa Meniduri Ranjangku. Pesan yang dimaksud mengenai pentingnya tauladan dalam Islam. Ya, mungkin tidak ada Islam tanpa adanya keteladanan seperti yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.

Pesan ini dimunculkan dalam satu scene ketika Ghea (Citra Kirana) yang awalnya tidak menggunakan hijab, akhirnya berhijab karena merasa malu kepada Samsul (Dude Herlino) yang terus menunjukkan tauladan yang baik. Bahkan, seluruh keluarga Ghea juga mulai rajin sholat berjamaah dan mengaji karena Samsul tidak pernah berhenti melakukannya.

Nilai filosofis dari pesan ini adalah sejatinya untuk mengajak orang mengenal Islam tidak cukup, jika hanya sebatas pesan verbal via ceramah saja. Tetapi lebih memungkinkan melalui contoh perilaku yang islami, supaya esensinya lebih mengena pada sasaran.

Baca Juga  Ini Dia Beberapa Fungsi Website Sekolah

Umat juga semakin sadar kalau sejatinya Islam bukan hanya sebatas ritual yang memaksa sesuai syariat, tetapi juga ada nilai positifnya untuk kehidupan jika dijalankan oleh umat.

4. Pria Sholeh yang Istikamah Pasti Mendapat Kebahagiaan

Nilai moral berikutnya berupa pesan kalau pria sholeh yang istikamah dengan kesholehannya pasti akan berujung pada kebahagiaan dalam kehidupan. Paling tidak, kehidupannya akan terarah sesuai hukum Islam serta akan memberikan kesejukan kepada keluarga maupun masyarakat.

Hal ini ditunjukkan oleh sosok Samsul seorang guru ngaji di kampung yang dirayu untuk datang ke kota karena ada orang kaya yang ingin belajar mengucapkan bahasa Arab. Nah, sekalipun sudah berada di rumah yang besar, Samsul tetap tidak meninggalkan kesholehannya dalam beragama. Bahkan ia tergolong orang yang rajin sholat, mengaji serta menjaga khalwat dengan para wanita yang berada di rumah tersebut.

Akhirnya, lewat sebuah insiden perkawinan di atas nota perjanjian, Samsul mulai mendapatkan masalah tetapi tetap mampu menjaga jiwa islaminya yang kental. Alhasil, Ghea pun jatuh cinta, dan seluruh keluarga juga mulai simpati pada Samsul sehingga ending film berakhir dengan kebahagiaan.

5. Tidak Semua Hal Bisa Dibeli dengan Uang

Orang yang masih beranggapan kalau semua hal di bumi ini bisa dibeli dengan uang, maka mungkin film Siapa Meniduri Ranjangku bisa menjadi pencerahan. Di sini, Samsul benar-benar murni ingin menolong Ayah Ghea (Didi Petet) dari rasa malu, sehingga bersedia menikahi Ghea di atas perjanjian dengan terpaksa.

Namun, ketika Samsul merasa sudah waktunya untuk bercerai, justru Ayah Ghea meminta Samsul tetap melanjutkan sandiwara pernikahan dengan bayaran yang besar. Samsul menolaknya, Ghea juga merasa kasihan kepada Samsul, orang yang benar-benar telah dicintainya sampai dia rela menyusul Samsul ke kampung dan mengungkapkan cinta di sana.

Baca Juga  Rekomendasi Film Komedi Romantis Indonesia 2020 Terbaik

Di sinilah, peran seorang muslim ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan. Uang bukan lagi segalanya yang terpenting saudara seakidah dan sebangsa, bisa mendapatkan kebahagiaan dan terlepas dari rasa malu yang menyakitkan.

Itulah mungkin nilai moralitas dalam film Siapa Meniduri Ranjangku, yang bagus untuk diteladani oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tontonan TVM di RCTI ini benar-benar layak ditonton bahkan kabarnya, film yang juga diposting di Youtube ini telah mendapatkan jutaan subscriber. Jadi, tunggu apalagi silakan cari dan tonton filmnya sekarang juga.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait