by

Film Tema Idealisme, Tonton Yuk

Sejatinya tidak semua tontonan yang berupa film memiliki efek buruk bagi penontonnya, bahkan ada beberapa film yang justru mengajarkan tentang sesuatu hal yang luhur serta bersifat pemikiran. Nah, film tema idealisme inilah yang seharusnya ditonton oleh masyarakat.

Terdapat beberapa film tema idealisme baik yang diproduksi di Indonesia maupun dari manca negara. Sebagian di antaranya akan dijelaskan di artikel ini jadi silakan dibaca sampai selesai. Ini dia film-film yang dimaksud:

1. Alangkah Lucunya Negeri Ini

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia  bebas

Salah satu film Indonesia yang layak tonton ialah Alangkah Lucunya Negeri Ini. Film yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Deddy Mizwar serta Rina Hasyim ini, mengusung realitas sosial masyarakat yang cukup baik. Bahkan di dalamnya juga terdapat didikan tentang cara memanusiakan manusia melalui pendidikan.

Lebih jauh dari itu, di film Alangkah Lucunya Negeri Ini juga terdapat kritik pedas terhadap kalangan pejabat yang menyalahgunakan wewenangnya. Termasuk membidik potret politikus ketika sudah menjelang waktu pemilu. Pokoknya film ini sarat dengan muatan dinamika dari pendidikan hingga realitas politik dan sosial.

2. Siapa yang Meniduri Ranjangku

Nonton Streaming Siapa Yang Meniduri Ranjangku Online Download Full Episode  Sub Indo - RCTI+

Film yang berjudul Siapa yang Meniduri Ranjangku juga dipenuhi dengan idealisme atau konsep pemikiran yang ideal. Di sini, penonton akan diajarkan tata cara bersikap terutama kaum perempuan. Selain itu juga dibelajarkan bagaimana seharusnya seseorang menjadi pendakwah yang bagus tanpa melihat siapa yang didakwahi.

Film Siapa yang Meniduri Ranjangku dimainkan secara total oleh Dude Herlino dan Citra Kirana. Sedangkan Didi Petet dan Rina Hasyim hanya menjadi pemain pendukung saja. Nah, karena dibintangi oleh aktor kawakan Indonesia maka film ini benar-benar sangat luar biasa dan meresap ke dalam jiwa.

Baca Juga  Review Drama Korea Ghost Doctor: Ikuti Kisah Dua Dokter Berbeda Kepribadian yang Saling Membantu   
3. Three Idiots

3 Idiots (2009) - IMDb

Film Bollywood yang sangat bagus adalah Three Idiots. Ini merupakan film India yang dibintangi oleh Amir Khan dan Karena Kapoor. Sedangkan scene film adalah sebuah kampus yang diisi oleh ribuan siswa termasuk tiga orang yang dianggap bodoh atau idiot. Kalau melihat film ini sampai selesai, ternyata kita memiliki pandangan lain tentang pendidikan yang ideal.

Di film Three Idiots ini, si sutradara ingin menjelaskan bahwa pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang memihak siswa. Termasuk bisa merangsang kreatifitasnya agar muncul, bukan selalu belajar di dalam kelas yang membosankan. Selain itu, nilai tidak seharusnya dijadikan sebagai patokan kelulusan melainkan kemampuan nalar dan motivasi diri saat sedang belajar.

4. Si Doel Anak Sekolahan

Si Doel Anak Sekolahan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Film tema idealisme yang berikutnya adalah Si Doel Anak Sekolahan. Film yang disutradarai oleh Rano Karno ini mengisahkan tentang kehidupan anak Betawi yang ingin sukses menjadi insinyur. Di sinilah idealisme itu muncul, seperti enggan menerima bantuan yang pamrih serta bagaimana tata cara mengatasi konflik pasal pembagian warisan.

Pokoknya semua yang identik dengan Betawi seakan ingin ditunjukkan di film Si Doel Anak Sekolah. Kebetulan sebagian besar aktornya memang orang Betawi asli seperti Rano Karno bersaudara, Benyamin S hingga H. Tile. Film seperti ini yang harus terus diproduksi untuk menginformasikan bagaimana sejatinya wajah-wajah wilayah di Indonesia.

5. Naga Bonar 1

Nagabonar - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Film Naga Bonar 1 merupakan film unggulan yang sering diputar para kalangan penyair dan budayawan. Selain di sini dipenuhi dengan sajak dan anekdot, ternyata di dalamnya juga banyak pesan-pesan idealisme. Seperti bagaimana sejatinya saat berperang melawan penjajah hingga kemampuan menjaga amanah.

Tak hanya itu, di dalam film ini kita juga dibelajarkan kalau ternyata pangkat tidak menjamin sebuah keberanian. Tidak sama seperti Si Bujang yang rela maju ke depan laga sekalipun hanya berpangkat kopral. Sedangkan si Lukman yang berpangkat Sersan justru lari ketika terdengar suara peluru.

Baca Juga  Review Film Dear Nathan: Hello Salma, Bagaimana Cara Kamu Bangkit Dari Keterpurukan?
6. Indonesia Tanah Surga, Katanya

Tanah Surga Katanya, Film Nasionalis Deddy Mizwar yang Sarat Pesan Moral -  ShowBiz Liputan6.com

Beberapa tahun yang lalu, telah dirilis satu film yang sangat luar biasa berjudul Indonesia Tanah Surga, Katanya. Film ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah perbatasan. Di sini juga ditampakkan kalau sejatinya masyarakat perbatasan lebih menggantungkan diri ke negeri tetangga karena aksesnya lebih mudah dan dekat.

Sedangkan di film itu juga diceritakan kalau Indonesia masih terlihat terbelakang. Terutama daerah perbatasannya yang penuh hutan belantara. Akhirnya menjadi wajar kalau masyarakat lebih tertarik menyeberang ke negeri tetangga daripada ke negeri sendiri. Sejatinya film ini merupakan potret kritis dari kehidupan masyarakat di perbatasan yang semakin terbatas.

7. Mohabbatain

Mohabbatein - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mohabbatain merupakan film India yang dibintangi oleh Amita Bachan, Shah Rukh Khan dan Arswara Rai. Hampir semua scane film ini dilakukan di sebuah kampus yang dimiliki seorang diktator. Saking diktatornya, mahasiswa bermain musik saja dilarang. Dia tidak menyadari kalau akibat kediktatorannya tersebut, sang putri tewas bunuh diri.

Di film Mohabbatain, terdapat banyak idealisme bagaimana sejatinya cara mengelola sebuah sekolah apalagi perguruan tinggi. Paling tidak, kampus tidak dijadikan sebagai alat untuk mengerangkeng pikiran mahasiswa yang tidak terbatas. Karena hanya dengan pikiran yang tidak terbatas, maka kreativitas akan muncul ke permukaan.

Film tema idealisme di atas bisa dijadikan sebagai informasi tambahan tentang potret yang ideal dari sebuah dinamika. Entah itu dinamika pendidikan, sosial, politik, kenegaraan dan lain sebagainya. Dan kalau melihat seluruh tontonan di atas, memang seakan membangkitkan pikiran kritis yang hangat dan tajam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya