by

7 Fakta Menarik Tentang Allez Cuisine dan Masterchef Indonesia, 2 Kompetisi Memasak Paling Keren!

Acara kompetisi memasak di televisi selalu mempunyai banyak penggemar, bahkan bagi penonton yang tak suka memasak. Keseruan yang hadir saat para peserta berlomba untuk memasak berbagai hidangan dengan waktu yang telah ditentukan merupakan hiburan yang sangat menarik.

Dari banyaknya acara kompetisi memasak di televisi nasional Indonesia, dua di antaranya tercatat sebagai yang paling banyak ditonton dan masa penayangannya bertahan cukup lama. Kedua acara tersebut adalah Allez Cuisine di stasiun televisi Indosiar dan Masterchef Indonesia di stasiun televisi RCTI. Allez Cuisine ditayangkan sejak 1 Maret 2003 hingga 12 Agustus 2006. Masterchef Indonesia mulai tayang sejak 1 Mei 2011 hingga sekarang.

Keberhasilan kedua acara yang diadaptasi dari televisi asing tersebut dalam merebut hati para peserta dan penonton setianya, yang disebabkan oleh fakta-fakta menarik sebagai berikut.

1. Peserta Mendapat Kesempatan untuk Meningkatkan Kemampuan Memasak

Bagi orang-orang yang mempunyai kecintaan terhadap dunia masak-memasak, tentunya sangat ingin agar bisa terus menambah kemampuan memasak. Melalui ajang kompetisi yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia, dengan tantangan untuk memasak berbagai jenis masakan, peserta berharap agar dapat meningkatkan kemampuan memasak

2. Peserta Mendapat Kesempatan untuk Berkompetisi dengan Ditonton oleh Pemirsa di Seluruh Indonesia

Dengan mengikuti ajang kompetisi ini, peserta dapat menunjukkan keahlian memasaknya dengan ditonton oleh pemirsa dari seluruh Indonesia. Bisa berkompetisi dengan para jago memasak saja sudah merupakan hal yang sangat menantang, apalagi jika ditayangkan di seluruh Indonesia.

Pada acara Allez Cuisine, lomba diikuti oleh dua orang chef profesional dari hotel berbintang dan masing-masing membawa dua orang asisten. Karena lomba ini ditujukan untuk para chef profesional, maka masakan-masakan yang harus dibuat adalah yang memerlukan keahlian ekstra. Bagi penonton, sangat menegangkan saat melihat kedua chef tersebut beradu keahlian dalam memasak hidangan-hidangan yang tak biasa.

Baca Juga  Apa Saja Ide Bisnis Berpeluang Besar di Luar Negeri?

Berbeda dengan Allez Cuisine, Masterchef Indonesia hanya boleh diikuti oleh koki-koki amatir yang tidak bekerja di bidang masak-memasak. Jumlah pesertanya yang semula hanya 20 orang pada musim pertama, berkembang menjadi 37 orang pada tahap awal di musim ke-9 tahun ini. Keseruan dan ketegangan saat para koki amatir tersebut, berlomba dengan menggunakan peralatan memasak serba canggih sangat menarik untuk ditonton.

3. Hadiah yang Besar

Seperti berbagai kompetisi lainnya, hadiah yang besar juga menjadi daya tarik bagi acara kompetisi memasak di televisi. Hadiah bagi pemenang Allez Cuisine adalah uang tunai sejumlah satu juta rupiah, yang bernilai besar pada saat itu, tahun 2003. Peserta paling fenomenal di ajang kompetisi Allez Cuisine adalah Chef Buyung Radiansyah dari hotel Grand Hyatt Jakarta, yang memenangkan kompetisi tersebut sebanyak sepuluh kali berturut-turut.

Juara kompetisi Masterchef Indonesia mendapat hadiah yang sangat besar. Pada musim kesembilan tahun ini, juara pertama mendapat uang tunai sebanyak 100 juta rupiah, sebuah mobil dan kitchen set. Sedangkan juara kedua dan ketiganya masing-masing mendapat uang tunai sebanyak 50 juta dan 10 juta rupiah.

4. Deretan Juri yang Terkenal dan Sangat Kompeten

Kedua kompetisi memasak di atas juga sangat diminati karena juri-juri yang menilai masakan para peserta, adalah para pakar di bidang kuliner, pemilik restoran besar, dan juga para artis. Para juri untuk Allez Cuisine selalu berganti setiap minggu, di antaranya ada Ibu Siska Suwitomo, pengusaha restoran Chris Waas, dan para artis terkenal. Pembawa acara kompetisi memasak ini, yaitu Derry Drajat juga sangat berhasil membuat suasana menjadi seru dan menegangkan.

Juri-juri tetap acara Masterchef Indonesia adalah para Chef terkenal yang mempunyai banyak penggemar. Masterchef juga kerap mendatangkan juri-juri tamu dari kalangan artis. Juri tetap Masterchef sejak musim pertama sampai musim kesembilan adalah Juna Rorimpandey, Vindex Tengker, Marinka, Degan Septoadji, Arnold Poernomo, Matteo Guerinoni, dan Renatta Moeloek.

Baca Juga  Sinopsis Film 6/45: Film Komedi Tentang Tentara Korea Selatan dan Korea Utara Dalam Mendapatkan Hadiah Lotre
5. Keseruan dan Ketegangan Saat Mengikuti Kompetisi

Baik Allez Cuisine maupun Masterchef Indonesia selalu menghadirkan suasana yang seru, tegang, dan menggembirakan bagi para peserta maupun penonton. Keharusan untuk memasak beberapa jenis masakan dengan waktu yang terbatas, menyebabkan terjadinya banyak hal-hal di luar dugaan yang semakin menghidupkan acara.

Salah satu yang membuat penonton ikut berdebar-debar adalah saat mendekati detik-detik menuju batas waktu masakan harus diselesaikan. Ketika hidangan masih belum tertata ataupun masih dalam proses memasak, pembawa acara sudah menghitung detik-detik menjelang batas waktu hidangan harus diselesaikan.

Walaupun penonton mungkin mengetahui bahwa mungkin saja terjadi pengeditan saat pengambilan scene, sehingga masakan yang sedang dimasak tiba-tiba dalam hitungan detik sudah selesai ditata dalam piring, tetap saja menciptakan suasana tegang.

Drama-drama yang terjadi di antara para peserta dan juri, terutama dalam acara Masterchef Indonesia juga semakin menambah keseruan acara.

6. Mendapatkan Pengalaman Memasak dengan Bahan Masakan yang Unik dan Peralatan Dapur Serba Canggih

Bagi para peserta, bisa memasak dalam sebuah dapur super lengkap dengan bahan-bahan makanan yang tersedia dalam supermarket mini yang bisa diambil dengan bebas, merupakan sebuah pengalaman tak terlupakan. Walaupun belum berhasil menang, mereka sudah mendapat banyak pengalaman berharga. Hal ini lebih dirasakan oleh peserta Masterchef Indonesia yang merupakan Koki-koki amatir.

Bahan-bahan masakan yang harus dimasak baik dalam Allez Cuisine maupun Masterchef Indonesia juga sangat mahal, beragam, dan unik. Peserta mendapat berbagai pengalaman tak terlupakan saat harus mengolah hati angsa, caviar, daging rusa, tripang, atau sayur-sayuran seperti artichoke, cabbage, dan asparagus.

7. Mendapatkan Kesempatan untuk Mengembangkan Karier Memasak

Mengikuti kompetisi memasak yang acaranya ditonton oleh pemirsa dari seluruh Indonesia tentu membuat pesertanya menjadi terkenal. Sudah sangat banyak peserta jebolan dari kedua kompetisi memasak tersebut, yang berjaya di berbagai acara televisi ataupun membuka restoran atau bisnis kuliner lainnya. Jalan mereka untuk mengembangkan karier di bidang memasak menjadi semakin mudah saat mereka sudah dikenal orang.

Baca Juga  Berwisata Dan Berburu Kuliner Di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah

Dari kedua acara kompetisi memasak di televisi tersebut di atas, hanya Masterchef Indonesia yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Acara Allez Cuisine sendiri sudah berakhir sejak tahun 2006, walaupun banyak penonton televisi yang masih merindukan kehadirannya. Kedua acara kompetisi memasak tersebut telah membuktikan diri sebagai yang paling unggul, dibandingkan dengan acara-acara sejenis lainnya hingga saat ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya