by

Waspadalah, 8 Alasan Malas Membaca yang Berbahaya Ini

Membaca merupakan aktivitas yang penuh dengan manfaat dan faedah. Akan tetapi, ternyata masih ada alasan malas membaca yang membuat banyak orang enggan untuk melakukannya. Tentunya ini menjadi masalah laten yang cukup besar terutama bagi kalangan pemuda dan pelajar.

Untuk itu, siapapun yang ingin memiliki keluarga atau peserta didik yang hobi membaca, maka alasan yang membuatnya malas harus dikenal sejak dini. Nah, terkait dengan hal tersebut, maka di artikel ini akan coba diulas tentang penyebab malas membaca beserta alasan-alasannya. Ini alasan yang dimaksud:

1. Sudah Membaca di Sekolah

Anggapan peserta didik maupun remaja pada umumnya, ialah tidak perlu membaca di rumah karena sudah membaca di sekolah. Padahal, yang diinginkan adalah mereka bisa meningkatkan hobi membaca di manapun termasuk di rumah. Untuk itu, masalah ini harus diselesaikan supaya remaja bisa lebih termotivasi kembali.

Harus disampaikan kalau membaca harus dilakukan di manapun demi meningkatkan kecerdasan dan wawasan berpikir. Sedangkan membaca di sekolah, hanya sebagian kecil kegiatan dengan segala keterbatasan. Toh waktu terbanyak para remaja ada di rumah dan di lingkungan masing-masing.

2. Harga Buku Mahal

Terkadang masyarakat masih beranggapan kalau membaca itu hanya membaca buku. Sehingga karena harga buku cukup mahal, mereka pun menjadikannya sebagai alasan untuk tidak membaca. Padahal, apapun yang bisa dibaca itu tetap memberikan peningkatan wawasan, sekalipun hanya sobekan kertas yang ditemukan di jalanan.

Nah, lain daripada itu, membaca buku memang tetap harus diprioritaskan. Lantas bagaimana cara mengakalinya supaya harga buku yang mahal tidak begitu membebankan? Tentu salah satu caranya dengan menabung sisa uang jajan. Atau orang tua mengalokasikan dana untuk dibelikan buku selama satu bulan sekali bagi anak-anaknya.

Baca Juga  7 Cara Agar Tidak Overthinking Sebelum Tidur
3. Tidak Ada Waktu Luang

Sejatinya yang malas membaca bukan hanya remaja dan siswa sekolah saja melainkan juga orang dewasa. Nah, salah satu alasan yang menjadi penyebabnya ialah tidak adanya waktu luang. Padahal, aktivitas membaca bisa diselipkan di waktu-waktu terpendek sekalipun.

Sekalipun membaca hanya dalam waktu lima menit, tetapi informasi yang dibacanya  tetap masuk ke dalam otak. Dan ini lebih bagus apalagi kalau sampai diulang di keesokan harinya dengan durasi waktu yang sama. Bukan tidak mungkin, sekalipun hanya 5 menit, minat baca justru akan bangkit dengan sendirinya.

4. Bukan Saatnya Lagi untuk Membaca

Ada-ada saja alasan yang dimunculkan hanya sejatinya untuk menutupi rasa malas untuk membaca. Seperti anggapan kalau dirinya bukan lagi saat yang tepat untuk membaca. Biasanya, alasan ini dikemukakan oleh orang-orang dewasa yang beranggapan kalau usianya sudah lewat untuk melakukan aktivitas tersebut.

Padahal, aktivitas membaca harus dilakukan oleh siapapun secara lintas usia. Pasalnya, manfaat tetap didapatkan apalagi yang terkait dengan pengembangan diri dan kematangan berpikir. Lebih jauh dari itu, dengan membaca, waktu luang akan terisi dengan hal yang positif. Sedangkan orang dewasa biasanya memiliki banyak waktu-waktu luang.

5. Tidak Bisa Memulai Kegiatan

Alasan malas membaca yang berikutnya adalah tidak bisa memulai kegiatan membaca. Ini juga menjadi alasan yang cukup laten padahal untuk memulai membaca sangat mudah. Yaitu buka buku lalu mulailah membaca dengan pelan-pelan. Yang terpenting ada kontinuitas ketika melaksanakannya.

Kalau melihat teknik memulai membaca di atas, seharusnya tidak ada lagi alasan orang malas membaca karena tidak bisa memulainya. Cuma yang bermasalah berikutnya ialah, motivasi diri apakah ingin cerdas dari membaca atau tidak. Nah, cara memotivasi inilah yang sejatinya agak sulit.

Baca Juga  Istilah ‘Container Garden’ yang Dapat Kamu Jadikan Pilihan Berkebun untuk Lahan Sempit
6. Bingung Pasal Genre Buku

Sejatinya, harus membaca buku genre apapun selama masih bisa dibaca. Karena nantinya, pasti tetap ada manfaat yang akan didapatkan. Di sisi lain, semakin banyak membaca, pikiran akan terbuka dengan luas. Tanpa melihat genre, jenis dan judul dari buku yang dibaca di saat itu.

Makanya, tidak bisa lagi menggunakan alasan tersebut demi hanya untuk menutupi rasa malas. Justru alasan ini harus dibuang jauh-jauh dengan mencoba membaca buku genre apapun. Pertanyaannya apakah sudah siap untuk memulainya sekarang juga atau masih ingin menundanya.

7. Membaca Hanya untuk Pelajar

Orang terkadang beranggapan kalau membaca merupakan aktivitas untuk pelajar dan mahasiswa saja. Tentunya ini alasan yang tidak benar. Bahkan sekalipun orang yang sudah lulus sekolah, tetap harus memiliki minat baca yang tinggi. Terutama yang bekerja di profesi-profesi terkait literasi seperti guru dan dosen.

Menjadi sebuah keniscayaan yang memprihatinkan jika guru dan dosen justru malas membaca. Apalagi jika pandangan yang dikemukakan, ialah karena mereka sudah tidak lagi mengenyam bangku sekolah. Tentunya ini akan menjadi kemunduran pendidikan jika tidak segera diatasi secepatnya.

8. Sudah Tidak Mampu Berpikir Rumit

Masih banyak orang yang mengatakan kalau membaca merupakan aktivitas berpikir yang rumit. Alhasil, ini dijadikan alasan untuk malas melakukannya yang efeknya minat baca menjadi rendah. Padahal, pandangan ini tidak benar. Karena sejatinya dengan membaca orang sudah berpikir sekalipun tanpa harus memahami apa yang dibaca.

Sungguh mustahil jika tidak ada manusia yang berpikir. Untuk itu, membaca seharusnya menjadi kegiatan yang mudah dan tidak rumit. Karena di dalamnya sudah terdapat kebiasaan berpikir seperti yang dilakukan setiap hari. Yang dibutuhkan hanya membaca dan terus membaca tanpa berhenti saja.

Baca Juga  Yuk Kurangi Konsumsi Garam Agar Kualitas Dietmu Semakin Meningkat!

Kalau melihat narasi alasan malas membaca di atas, maka seharusnya kasus ini mudah diatasi. Dan  seharusnya pula minat baca masyarakat terutama pelajar sudah tinggi sejak dulu. Namun sayangnya, apakah ada motivasi untuk meningkatkan minat baca dari masyarakat itu sendiri? Ini yang perlu dipertanyakan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya