by

Tragis, Ini 6 Penyebab Tawuran antar Remaja

Tawuran antar remaja merupakan peristiwa kenakalan yang cukup laten di Indonesia. Bahkan hampir setiap hari, masyarakat senantiasa disuguhkan dengan peristiwa tragis semacam ini. Ironisnya, perang antar remaja usia belasan tahun ini terjadi didasarkan pada rivalitas antar sekolah.

Untuk mencegah tawuran remaja sejatinya tidak mudah selama tidak mengetahui apa penyebab-penyebabnya. Nah, kalau faktor penyebab sudah diketahui, tentu cara mengatasinya menjadi lebih simpel dengan akurasi keberhasilan yang cukup tinggi. Nah, terkait dengan hal tersebut, maka di bawah ini terdapat ulasan tentangnya. Ini penyebab yang dimaksud:

1. Pemalakan Pelajar

Tawuran pelajar kadang disebabkan oleh terjadinya kasus pemalakan yang dilakukan oleh pelajar dari sekolah lain. Biasanya ini terjadi pada saat sepulang sekolah yang jika apa yang diminta tidak diberikan, maka si pelaku tidak segan melakukan tindakan kekerasan. Nah, sebagai korban tentunya tidak berdiam diri saja.

Dia pun menyampaikan kasus pemalakan yang menimpa dirinya kepada teman-temannya. Akhirnya mulai ada rencana untuk melakukan pembalasan dendam. Namun dari pihak pelaku juga telah bersiap untuk menyambut hal tersebut. Akhirnya terjadilah peristiwa tragedi tawuran antar remaja.

Ini merupakan potret buruk calon generasi penerus bangsa di Indonesia. Karena akan melahirkan pribadi yang jahat serta tidak mengenal kemanusiaan. Entah dari mana dasarnya, sampai para pelaku menyangka kalau tawuran identik dengan kejantanan dan harga diri. Untuk itu, peran masyarakat harus lebih diaktifkan untuk mencegah pemalakan maupun tawuran itu sendiri.

2. Akal Dipengaruhi Alkohol

Pelajar usia belasan tahun, berani melakukan tawuran dengan senjata tajam, dikarenakan akal mereka sudah dipengaruhi alkohol. Bisa dipastikan sebagian besar dari para pelaku mengkonsumsi minuman keras terlebih dahulu. Alasan mereka sejatinya adalah agar bisa menyerang dengan berani.

Baca Juga  Kenali Apa Itu ‘Eating Disorder’ yang Wajib Kamu Waspadai

Ada dua konsep kebobrokan mental dan sifat remaja di dalam kasus ini . Yang pertama kegemaran mereka menenggak minuman yang sejatinya dilarang untuk dilakukan. Sedangkan yang kedua, keberanian mereka untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa seseorang.

Lebih jauh dari itu, titik pangkal dari tawuran harus dibasmi terlebih dahulu. Seperti pabrik yang membuat dan memperdagangkan minuman keras kepada kalangan pemuda. Kalau ini tidak ditindak tegas, tentu sampai kapanpun tawuran akan tetap ada yang artinya, risiko Indonesia kehilangan generasi penerus terbaik cukup besar.

3. Rivalitas Antar Sekolah

Rivalitas antar sekolah sudah terjadi sejak dahulu kala. Bagaimana sekolah untuk anak-anak pribumi dikerdilkan, dibandingkan sekolah untuk anak Belanda dan kalangan priyayi. Mungkin seteru ini juga menjadi alasan mengapa rivalitas antar sekolah masih  ada hingga kekinian.

Ironisnya, jika di zaman dahulu pertengkaran anak sekolah hanya melibatkan tangan kosong sekalipun tawuran beramai-ramai. Namun sekarang, situasinya menjadi sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan korban jiwa. Bisa dibayangkan satu orang dikeroyok dengan menggunakan banyak senjata tajam.

Nah, seharusnya, pihak terkait harus menghilangkan jargon rivalitas sekolah. Termasuk membuang jauh-jauh predikat kalau IPA lebih bagus daripada IPS atau sebaliknya. Kasus saling ejek seputar penjurusan sekolah inilah yang juga menjadi penyebab terjadinya tawuran.

4. Banyaknya Remaja yang Bolos Sekolah

Jika mendapati puluhan bahkan ratusan siswa yang bolos sekolah, bisa jadi itu indikasi mereka akan melakukan tawuran. Karena di sanalah waktu mereka untuk mengatur strategi, melakukan koordinasi dengan sekolah lain yang sejalan serta aktivitas-aktivitas lainnya. Ketika sudah sepakat, baru mereka menentukan saat untuk menyerang.

Makanya, kasus bolos siswa sekolah tidak boleh dibiarkan. Harus dilakukan tindakan tegas supaya menimbulkan efek jera. Karena pastinya ketika remaja bolos sekolah, mereka tidak akan melakukan kegiatan yang positif. Kalau tidak tawuran, mereka akan merokok, minum minuman keras, bermain judi online dan selainnya.

Baca Juga  7 Risiko Jadi Pengangguran, Pahami dan Hindari ya Sobat!

Orang tua pun harus ikut andil mengawasi remaja-remajanya baik di rumah maupun di luar rumah. Karena terkadang mereka izin masuk sekolah, padahal sampai di tengah perjalanan mereka justru membolos. Sungguh orang tua akan menyesal jika anak remajanya menjadi korban tawuran.

5. Pencarian Jati Diri yang Salah

Ada yang mengatakan kalau tawuran disebabkan oleh pencarian jati diri remaja yang salah. Di dalam pandangan umum, remaja menjadi bangga kalau dia ditakuti, disegani bahkan menjadi pemimpin di kelompoknya. Terkadang yang menjadi training-nya ialah dia berani untuk tawuran, melakukan pemalakan, menjadi jocky miras dan sebagainya.

Secara psikologis, remaja adalah usia memang untuk mencari jati diri. Namun dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak bagus. Justru pencarian jati diri yang dimaksud ialah, mereka harus berpikir tentang cita-cita, idealisme ketika menuntut ilmu, menjadi remaja yang kritis, meletakkan kesantunan di atas segalanya dan beradab.

Artinya ialah, mencari jati diri bermakna apakah kelak remaja akan menjadi insan yang baik atau sebaliknya. Sedangkan pencarian jati diri dengan berbuat kejahatan, berarti ia memang dengan sengaja ingin menampilkan dirinya kelak sebagai orang yang jahat. Apakah jati diri semacam ini yang diinginkan? Tentu tidak.

6. Ada Provokator yang Memprovokasi

Penyebab tawuran antar remaja yang berikutnya ialah adanya provokator yang memprovokasi. Seperti melontarkan cacian pada sekolah tertentu, melakukan penyerangan atas nama sekolah lain dan lain sebagainya. Padahal tidak pernah diketahui, apakah si oknum tersebut benar-benar anak sekolah atau bukan.

Hal ini juga perlu diperhitungkan. Karena potensi tawuran tidak akan pernah usai, jika para provokator ini masih terus merayap dan menyelinap hingga ke ruang-ruang sekolah. Untuk itu, peran serta seluruh unsur masyarakat baik pemerintah, warga, guru, orang tua dan selainnya, untuk terus menjaga lingkungan masing-masing supaya tidak terjadi lagi tawuran antar remaja.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya