oleh

Stop Demonizing Food! Perbaiki Hubungan Sehatmu dengan Makanan

Ketika masih banyak orang di belahan dunia lain yang mengalami kekurangan makan, tidak sedikit juga orang yang melakukan demonizing food. Demonizing food adalah perilaku menolak atau menghentikan asupan makanan, karena menganggap makanan adalah sesuatu yang buruk bagi tubuhnya. Hal tersebut dilakukan biasanya karena alasan menjaga berat badan.

Menghindari beberapa jenis makanan tertentu karena beberapa alasan, seperti alergi dan diet yang dianjurkan dokter akibat mengidap penyakit tertentu, hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi, jika sama sekali tidak makan, maka hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Lalu, bagaimanakah cara agar kamu dapat dengan lantang menyuarakan, “Stop demonizing food?”, setidaknya pada dirimu sendiri? Baca tips berikut, yuk!

1. Berhenti Memberi Label Buruk pada Makanan

Memberi label “buruk” pada jenis makanan tertentu dapat juga dikategorikan sebagai perilaku demonizing food. Misalnya, “Aduh, tadi aku sarapan cheeseburger dan minum susu cokelat. Berapa kalori yang sudah kukonsumsi? Lalu, siangnya lanjut makan mi rebus, telor rebus, dan minum teh manis. Astaga! Apa yang harus kulakukan? Baik! Aku tidak akan makan apa-apa selama tiga hari untuk menghilangkan karbo dan lemak jahat di tubuhku!” Ck, ck, ck…

Ketika seseorang diet ataupun tidak, makanan yang harus dihindari sebenarnya bukanlah konsumsi lemak, melainkan makanan seperti aneka gorengan. Aneka gorengan mengandung lemak yang sangat tinggi. Apa perbedaan makanan berlemak dengan gorengan yang mengandung lemak? Makanan seperti telur, daging merah, cokelat, dan lainnya yang mengandung lemak sehat untuk tubuh tidak masalah dikonsumsi meski berdiet, karena mudah dicerna dan dibakar untuk menghasilkan energi.

2. Memperbanyak Pengetahuan tentang Jenis Makanan Sehat

Makanan yang kamu konsumsi adalah hal penting yang perlu diperhatikan. Sayur dan buah adalah menu yang harus dijadikan sebagai asupan sehari-hari. Namun, apakah jenis asupan yang terbilang sehat hanya terbatas pada sayur dan buah? Tentu tidak.

Baca Juga  Inilah Penyebab Stress dan Cara Mengenalinya!

Pada dasarnya, makanan sehat merupakan makanan yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan tersebut memiliki beberapa kriteria, seperti bersih, bergizi baik dan seimbang, yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Setelah mendapat banyak pengetahuan tentang makanan sehat, kamu dapat dengan yakin berkata, “Stop demonizing food!”, dan menyantap makanan sehatmu tanpa rasa bersalah.

3. Menyadari bahwa Tidak Semua Makanan Berlemak Buruk bagi Tubuh

Banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan berat badan bertambah dan membuat bentuk tubuh menjadi tidak ideal. Ya, itu betul! Makanan berlemak dapat membantu proses penyerapan vitamin dan mineral, yang dibutuhkan oleh tubuh dengan lebih baik. Ya, itu juga betul! Artinya, makanan berlemak perlu dikonsumsi secara wajar. Lagipula, tidak semua makanan berlemak buruk bagi tubuh.

Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak sehat adalah minyak zaitun murni, alpukat, ikan tuna, dan cokelat hitam. Walaupun jenis-jenis makanan tersebut menganduk lemak sehat, tetaplah mengonsumsinya dalam jumlah wajar.

4. Berhentilah Terlalu Fokus pada Berat Badan

Seseorang yang merasa berat badannya berlebih, akan melakukan diet. Keputusan tersebut sangat baik. Akan tetapi, terus-menerus menimbang berat badan untuk memastikan berat badan sudah berkurang, malah dapat memicu tingkat stres.

Pada saat stres terjadi, kelenjar adrenal melepaskan hormon yang disebut kortisol. Hormon stres ini meningkatkan nafsu makan dan memotivasi seseorang untuk makan, terutama makanan tinggi lemak, gula, atau keduanya. Berat badan jadi bertambah naik, deh!

Sadarilah, bahwa berat badan tidak akan turun sekejap dalam sehari. Beberapa asosiasi kesehatan menyebutkan bahwa menimbang berat badan, baik untuk orang yang menjalani diet penurunan berat badan maupun tidak, sebaiknya cukup dilakukan tiga minggu sekali. Ayolah, stop demonizing food yang membuatmu terus-menerus menimbang berat badan. Syukuri penampilan fisikmu dengan menjaga kesehatan secara seimbang dan wajar.

Baca Juga  Perlukah Mempunyai Teman Online? Simak Ulasannya yuk!
5. Pilah-pilih Makanan Boleh Saja, asalkan Dilakukan secara Wajar

Memilih makanan yang akan dikonsumsi tentu saja harus dilakukan. Pilih makanan yang sehat dan memiliki gizi seimbang. Memilih makanan seperti itu wajar dilakukan. Akan tetapi, ada juga orang yang memilih makan hanya berdasarkan suka atau tidak suka. Padahal dalam kondisi tertentu, seseorang dapat dihadapkan pada situasi tidak ada makanan yang disukainya sementara tubuhnya perlu makan. Orang yang memilih tidak makan atau sangat selektif terhadap makanannya, termasuk dalam gangguan makan selektif atau selective eating disorder.

Orang dengan gangguan makan ini berusaha menghindari kegiatan sosial, yang melibatkan makanan dan minuman yang tidak disukainya. Dia pun kerap berbohong untuk menghindari makanan tersebut. Orang yang terlalu pilih-pilih makanan cenderung mengalami gangguan asam lambung yang parah, masalah pencernaan, atau mengalami kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Tidak salah jika “stop demonizing food” diterapkan secara sehat dalam mengatur pola makanmu.

6. Menyadari bahwa Tubuhmu Bukanlah Karung Beras

Agar kesehatanmu tubuhmu selalu terjaga, hal utama yang perlu dilakukan adalah menjaga agar tubuh tetap menerima asupan gizi dari makanan dan pemenuhan cairan tubuh dari minum. Ya, sebagai manusia, kamu memerlukan makanan sebagai sumber energi, dan untuk menjalankan seluruh sistem dalam tubuhmu secara optimal. Tubuhmu bukan karung beras yang tidak masalah jika diisi beras sebanyak apa pun atau tidak diisi beras sama sekali. Isilah tubuhmu dengan makanan bergizi seimbang.

Stop demonizing food perlu dilakukan oleh semua orang, bahkan bagi yang sedang melakukan diet. Diet untuk menurunkan berat badan bukan hanya tentang membatasi asupan kalori, tapi juga mencukupi asupan nutrisi yang penting bagi tubuh.

Baca Juga  Waw, Problematika Perut Buncit Bikin Anda Stres Loh

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, diet yang dilakukan akan lebih sehat dan menghindarkan risiko terjadinya masalah kesehatan akibat malnutrisi. Jadi, suarakanlah slogan “Stop Demonizing Food” mulai sekarang, setidaknya bagi dirimu. Hargai kesehatan tubuhmu. Perbaiki hubungan sehatmu dengan makanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya