oleh

Sikapnya Drama Banget? Bisa Jadi Itu Merupakan Tanda Gangguan Kepribadian Histrionik!

Barangkali istilah histrionic personality disorder atau gangguan kepribadian histrionik jarang atau belum pernah kamu dengar. Namun, pasti kamu sering mendengar seseorang berkomentar, “Iiih! Dia drama banget, sih?! Sebentar-sebentar merajuk, sebentar-sebentar nangis! Waktu kita jadi tersita buat ngurusin dia doang!”

Adakalanya seseorang melakukan sesuatu yang berbeda dengan tujuan mencari perhatian orang lain. Seperti seorang anak menangis meraung-raung, karena salah satu alasannya dia ingin diperhatikan oleh orang tuanya yang sibuk berurusan dengan gadget.

Upaya mencari perhatian tidak hanya dilakukan oleh anak kecil. Orang dewasa pun melakukannya. Hal tersebut wajar. Nah, akan menjadi tidak wajar jika upaya mencari perhatian dilakukan terus-menerus dengan berbagai cara dan mulai meresahkan orang lain. Bisa jadi, orang yang ingin menjadi pusat perhatian ini mengalami gangguan kepribadian histrionik. Yuk, kenali lebih jauh tentang gangguan kepribadian ini.

1. Lebih Lanjut Apa Itu Histrionic Personality Disorder

Histrionic personality disorder adalah gangguan yang ditandai dengan kebutuhan untuk selalu menjadi pusat perhatian pada level ekstrem. Seringkali orang yang mengalami gangguan ini dianggap memiliki sikap yang “drama banget” dan tentu saja menyebalkan dan meresahkan bagi orang-orang di sekitarnya. Istilah histrionik sendiri mempunyai arti “dramatis” atau “teatrikal”.

2. Selain Bersikap Dramatik Level Ekstrem, AdaTanda-Tanda Lainnya

Pada umumnya, tanda-tanda ini membuat orang yang tidak paham menjadi sebal. Berikut adalah beberapa tanda bagi orang yang mengalami gangguan kepribadian histrionik.

  • Gusar jika tidak menjadi pusat perhatian. Hal inilah yang sering memicunya untuk melakukan tindakan yang di luar dugaan agar hanya dirinya yang menjadi pusat perhatian.
  • Gemar mengenakan pakaian provokatif atau menunjukkan perilaku genit/centil yang tidak pantas kepada orang lain. Akibatnya, dia sering disalahpahami sebagai orang yang memiliki pergaulan negatif.
  • Emosinya mudah berubah dan berlebihan, ibarat aktor/aktris yang sedang bermain drama. Terkadang ucapannya juga mirip dengan kalimat yang tertulis pada naskah drama atau teater. Ketika mengutarakan emosinya, dia akan berbicara lebih ekspresif dan berlebihan.
  • Terlalu berlebihan dalam memperhatikan penampilan fisiknya. Hanya untuk pergi berolahraga di taman, misalnya, dia dapat menghabiskan waktu hingga satu jam untuk memastikan penampilannya sudah tepat.
  • Senang mencari pengesahan dari orang lain, akibatnya dia mudah sekali dipengaruhi perkataan orang lain. Misalnya, untuk memastikan bahwa dirinya keren memakai lipstik warna merah menyala, dia akan meminta pendapat orang lain. Terkadang sampai beberapa orang. Walaupun warna lipstik tersebut tidak cocok untuknya, dia tetap akan mempercayai orang yang memuji dan mengatakan dirinya cocok memakai lipstik dengan warna tersebut.
  • Senang mencari kesenangan instan karena dia cenderung mudah bosan.
  • Sensitif berlebihan terhadap kritik yang disampaikan orang lain. Sebuah kritik yang bagi orang normal terdengar biasa, tetapi bagi orang yang mengalami gangguan kepribadian histrionik bisa berakibat luar biasa. Bisa jadi dia akan memusuhi si pemberi kritik, menangis berkepanjangan, dan mengeluarkan ancaman yang pada intinya akan membuat si pemberi kritik merasa tidak nyaman.
  • Bertindak secara spontan. Pada akkhirnya, dia akan gegabah membuat keputusan. Keputusan tersebut pun hanya untuk keuntungan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain.
  • Cenderung tidak tulus pada saat berinteraksi dengan sesama, sehinga sering mengalami kesulitan mempertahankan hubungan dengan orang lain.
  • Salah satu cara ekstrem untuk mendapatkan perhatian orang lain adalah dengan mengancam atau mencoba bunuh diri.
Baca Juga  Referensi Kado Pernikahan: Cocok untuk Diberikan Pada Pengantin Baru
3. Siapa Saja yang Dapat Mengalami Gangguan Kepribadian Ini

Gangguan kepribadian ini dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki. Namun, gangguan kepribadian ini lebih sering dialami oleh perempuan. Permulaan gejala biasanya sudah dapat dilihat ketika orang tersebut masih remaja.

4. Apa Penyebabnya?

Penyebab pastinya belum jelas. Namun, faktor keturunan dan lingkungan dapat berkontribusi terhadap gangguan psikologis ini. Walaupun begitu, pada beberapa kasus ditemukan juga orang dengan gangguan kepribadian histrionik yang berasal dari keluarga normal, mendapatkan limpahan kasih sayang, dan memiliki masa kecil yang bahagia.

Berikut adalah dugaan penyebab lain gangguan kepribadian ini.

  • Dibesarkan di lingkungan keluarga dengan gangguan kepribadian histrionik.
  • Mendapatkan pengalaman traumatis di masa kanak-kanak, misalnya ditelantarkan oleh orang tuanya.
  • Mendapatkan pola asuh yang tidat tepat semasa kanak-kanak, misalnya tidak pernah dikritik atau jarang mendapat hukuman ketika melakukan kesalahan.
  • Gangguan ini juga bisa terjadi jika orang tua selalu membiasakan anak menjadi pusat perhatian sejak dini. Akibatnya, anak tersebut akan terbiasa dan tidak menyadari bahwa perbuatannya benar atau salah.
5. Bagaimana Cara Menanganinya?

Jika sudah berada pada tingkat yang terlalu ekstrem, seperti berulang kali mengancam akan bunuh diri, perlu keterlibatan psikoterapi untuk menangani orang dengan gangguan kepribadian ini. Dengan begitu, dia akan dibantu untuk menemukan faktor pemicu yang melatarbelakangi perilakunya.

Selain itu, dia pun akan dibantu untuk menangani kekhawatiran atau ketakutannya, sehingga dapat menjalin relasi dengan orang lain secara lebih tepat. Jika tidak ditangani dengan tepat, orang yang mengalami gangguan ini dapat menjadi depresi, memiliki masalah kecanduan, dan tidak segan melukai diri sendiri.

Jika penanganan yang dimaksud terkait dengan obat, menurut para ahli hingga saat ini belum ada obat-obatan yang disetujui untuk mengatasi gangguan kepribadian histrionik. Namun, psikiater mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang beriringan dengan gangguan kepribadian ini. Misalnya, apabila orang tersebut menunjukkan tanda depresi, dia mungkin akan diberi antidepresan.

Baca Juga  Panduan Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Membongkarnya, Gampang Banget!

Setelah mengenali apa itu gangguan kepribadian histrionik, tanda, penyebab, dan cara menanganinya, kamu dapat mulai mewaspadai orang-orang di sekitarmu yang sering menari perhatian berlebihan dan dramatis. Kondisi tersebbut dapat menjadi tanda adanya histrionic personality disorder. Jika dia adalah orang terdekatmu, tetap jalin komunikasi yang baik dengannya. Jadilah pendengar yang baik dan beri dia saran yang membangun demi kebaikannya sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya