by

Jangan Salah Paham, yuk Simak Seputar Gaslighting yang Pernah Trending Bersama Lucas NCT!

Tahukah kamu, bahwa dalam beberapa hari terakhir ini terdapat kata yang sedang trending loh! Bahkan, kata ini sempat mendapat sorotan karena melibatkan seorang artis K-Pop yaitu Lucas NCT. Kata yang dimaksud ini adalah gaslighting, suati kata yang sering digunakan dalam ilmu psikologi.

Nah, bagi sebagian orang mungkin tak pernah mendengar atau pun mengetahui tentang apa itu gaslighting. So, artikel dalam LintasHaba ini hadir untuk menjelaskan seputar gaslighting agar kamu tak bingung lagi. Terutama, bagi para fans K-Pop yang mungkin telah kecewa, hingga menyebabkan Lucas NCT vakum sementara dari dunia entertainment. 

Yuk pahami seputar gaslighting agar tak salah paham, check it out!

Sob, Ketahui Apa Itu Gaslighting Dari Segi Ilmu Psikologi

Gaslighting adalah suatu bentuk manipulasi psikologis yang bergantung pada penciptaan keraguan pada diri sendiri. Seorang asisten profesor sosiologi di University of Michigan bernama Paige Sweet, Ph.D. pernah mempelajari gaslighting dalam hubungan dan di tempat kerja.

Beliau membagikan pendapatnya bahwa gaslighting ditandai sebagai cara untuk mencoba mengasosiasikan seseorang dengan label ‘gila’.

Beliau menambahkan bawa itu dapat membuat seseorang tampak atau merasa tidak stabil, tidak rasional dan tidak kredibel. Mereka seperti merasa apa yang mereka lihat atau mereka alami adalah tidak nyata, dan itu terkesan bahwa mereka mengada-ada, serta tidak ada orang lain yang akan mempercayai mereka.” 

Gaslighting biasanya digunakan oleh seseorang yang bersifat toxic hingga kasar untuk mengurangi, menghukum, dan memegang kendali atas seseorang. Istilah “gaslighting” berasal dari drama tahun 1938 berjudul Gas Light, yang diadaptasi ke dalam film Gas Light tahun 1940.

Diikuti oleh film Gaslight tahun 1944 yang lebih terkenal lagi, dan dibintangi oleh Charles Boyer serta Ingrid Bergman. Dalam setiap karya yang telah dibuat, protagonis laki-laki meyakinkan istrinya bahwa dia membayangkan hal-hal yang benar-benar terjadi. Contohnya, peredupan lampu rumah dengan hasil membuatnya percaya bahwa dia sudah gila. 

Mengapa Gaslighting Begitu Sulit Untuk Diidentifikasi?

Jika seseorang dengan sengaja mendistorsi kenyataan untuk membuat kamu merasa, bahwa apa yang kamu lihat atau rasakan tidak nyata, maka kamu adalah salah satu korban gaslighting. Gaslighting bisa datang dari pasangan, bos, anggota keluarga, dokter atau siapa pun yang memiliki posisi yang lebih berkuasa. 

Gaslighting ini melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan orang yang dijadikan sasaran korban  gaslighting. Hal ini ditandai dengan pelaku yang sering mengeksploitasi stereotip atau kerentanan yang terkait dengan gender, seksualitas, ras, kebangsaan hingga derajat seseorang.

Andrew D. Spear, seorang profesor filsafat di Grand Valley State University di Allendale, Michigan, dalam makalah 2019 tentang gaslighting di Inquiry.

Beliau berpendapat bahwa fitur paling khas dari gaslighting adalah bahwa tidak cukup bagi gaslighter, sebutan pelaku gaslighting hanya untuk mengendalikan korbannya atau membuat segalanya berjalan sesuai keinginannya. Sebab, juga sangat penting baginya bahwa korban sendiri harus benar-benar setuju dengannya tentang apa yang ia katakan. Hal inilah yang menyebabkan gaslighting sangat sulit untuk diidenfikasi.

Jadi, Apa Motivasi Gashlighter Melakukan Gashlighting Ini?

Menyakiti korban, murni dan sederhana. Seorang korban pernah mengatakan bahwa hidupnya tak bahagia karena gaslighting ini yang dilakukan oleh mantan pacarnya.

Pelaku sering melampiaskan kemarahannya pada korban dan tentu ini membuat korban menjadi pusat perhatian. Bahkan, pelaku sering secara terus terang mengatakan bahwa ia juga ingin memiliki wanita lain dan melakukan beberapa tindakan narsis.

Jadi, penting untuk dipahami bahwa narsisme akan berujung pada gaslighting untuk berusaha dalam memenuhi agenda apapun yang diperlukan untuk memberi makan ego rapuh kepada korban. Atau dengan menghukum seseorang yang tidak melakukannya dengan baik tentang apa yang diperintahkan.

Dalam beberapa kasus, pelaku gaslighting dalam hubungan roman akan memberikan banyak saran untuk jalan keluar dalam mengatasi hubungan mereka, tetapi hal ini malah membuat para pelaku terlihat seperti korban dan korban terlihat seperti orang jahat.

Kapan Harus Mencurigai Bahwa Kamu Sedang Gaslighting?

Kasus gaslighting mungkin terjadi jika kamu menghadapi tuduhan terkait informasi, dan mengalami percakapan yang membingungkan dengan seseorang dalam hidup kamu.

Selain itu, jika tidak ada bukti nyata mengenai informasi yang diberitahukan kepada kamu adalah benar. Maka kamu akan percaya dengan versi berbeda dari peristiwa yang disajikan. Terutama jika terdapat saat-saat yang membingungkan terjadi secara teratur, maka ada kemungkinan besar bahwa kamu sedang dibohongi.

Jika orang ini sering kali kasar, tidak mendukung, iri, cemburu secara patologis atau cenderung menyabotase hidup dan kebahagiaan kamu. Lalu, kamu merasa tersinggung ketika hidup tidak hanya tentang dia, ini adalah tanda-tanda gaslighting.

Ketahui bahwa gaslighting kejam, tidak berhati nurani dan jahat, sehingga hanya orang dengan kelainan patologis yang mampu melakukannya.

Nah, secara garis besar ada teknik yang menandakan bahwa kamu telah dikendalikan hingga menjadikanmu korban dalam gaslighting.

  1. Pemotongan, pasangan yang kasar berpura-pura tidak mengerti atau menolak untuk mendengarkan. 
  2. Melawan, pasangan yang kasar mempertanyakan ingatan korban tentang peristiwa, bahkan ketika korban mengingatnya secara akurat dan jelas.
  3. Pemblokiran atau pengalihan, pasangan yang kasar akan mengubah topik pembicaraan dan atau mempertanyakan tentang pikiran korban. 
  4. Meremehkan, pasangan yang kasar membuat kebutuhan atau perasaan korban tampak tidak penting. 
  5. Melupakan atau menolak, pasangan yang kasar berpura-pura lupa apa yang sebenarnya terjadi atau menyangkal hal-hal seperti janji yang dibuat untuk korban. 

Itulah tadi seputar gaslighting yang berhasil kami temukan, jika kamu memiliki beberapa pertanyaan terkait gaslighting. Jangan ragu untuk menuliskan pertanyaan dalam kolom komentar ya! Nah, agar kamu tak menjadi korban gaslighting maka simak artikel tentang Menjaga Hubungan Romatis Dengan Pasangan Agar Langgeng ya!

Baca Juga  Yuk, Bangun Hubungan Baik dengan Dosen Kamu Dengan Cara yang Paling Mudah dan Sederhana

Comment

Artikel Terkait