by

Ini Dia 8 Tipikal Suami yang Baik dan Bertanggung Jawab

Tipikal suami yang baik adalah suami yang siap memikul tanggung jawab. Dia juga harus menjadi suri tauladan yang bagus bagi istri dan anak-anaknya. Lain daripada itu, suami adalah presiden rumah tangga alias penentu kebijakan mahligai. Jika pemimpinnya salah tentu keluarga tersebut akan mengalami masalah.

Menjadi suami penyayang serasa tidak cukup jika tidak didukung tipikal dan karakter lain, karena rasa sayang sendiri masih abstrak dan harus ditafsirkan ke dalam perilaku sehari-hari. Nah, untuk mengetahui tipikal suami yang memiliki karakter baik, maka silakan baca list berikut ini:

1. Bisa Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Seorang suami memiliki tanggungjawab untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Baik yang berupa kebutuhan sandang, pangan dan papan. Lebih jauh dari itu, juga ada kebutuhan non material yang harus dipenuhi. Seperti rasa sayang, rasa nyaman, keamanan serta kedamaian jiwa.

Seorang suami harus mengeluarkan segala daya demi pemenuhan kebutuhan keluarga. Jika yang terkait dengan materi, tentu dia harus bekerja keras dan pantang menyerah. Sekalipun demikian, pastikan tidak mencari uang melalui jalan yang dilarang, karena teknik semacam ini justru akan membuat keluarga hancur berantakan.

2. Menjadikan Keluarga Sebagai Prioritas

Bekerja memang tanggung jawab seorang suami. Akan tetapi, kalau sampai tidak ada waktu sedikitpun untuk keluarga, tentunya ini kurang baik. Bahkan seharusnya, istri dan anak-lah yang menjadi prioritas dibandingkan pekerjaan, karena mereka memiliki hati nurani yang tentunya lebih membutuhkan perhatian.

Seorang suami harus meluangkan waktu untuk keluarganya, termasuk di masa libur atau hari minggu ketika dirinya terbebas dari pekerjaan harian. Di masa tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk berjalan-jalan atau bercengkerama di rumah, sedangkan di hari biasa mungkin agak sulit jika pulang kerja sampai malam.

Baca Juga  7 Tips Supaya Kamu Berani Mencoba Hal Baru
3. Selalu Ikhlas Mendoakan Keluarga

Seorang suami jangan selalu meminta didoakan yang baik kepada istrinya. Tapi dirinya sendiri pun harus mendoakan istrinya dengan doa-doa yang sama. Contoh berdoa supaya diberi kesehatan sehingga masih bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Terkadang dari permintaan ikhlas semacam ini yang menjadi jaminan keluarga bahagia.

Bukan hanya amal kebaikan yang membuat rumah tangga seindah surga. Doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus pun bisa menjadi salah satu jalannya. Inilah yang disebut keluarga sakinah mawaddah dan rohmah. Mahligai yang diridhoi dan bahkan dijanjikan mendapatkan jannah di akhirat kelak.

4. Tidak Egois Melainkan Demokratis

Tipikal suami yang baik berikutnya ialah tidak egois tetapi demokratis. Maksudnya, setiap ada masalah dia selalu melibatkan seluruh keluarga baik istri dan anak. Si suami juga tidak bersikukuh dengan pendapat jika dirasa pandangan yang lain lebih tepat. Tentunya ini akan melahirkan perasaan empati dan perasaan cinta yang mendalam.

Mulai sekarang ubahlah pandangan kalau istri adalah belahan jiwa. Tetapi anggaplah ia merupakan jiwa sendiri yang jika disakiti tentu rasa sakit itu akan kembali ke dirinya. Pandanglah juga istri sebagai manusia yang pendapatnya juga harus didengarkan. Jangan karena pemimpin lalu menganggap mereka tidak pantas berbicara.

5. Tiada Hari Tanpa Kemesraan

Di dalam hubungan rumah tangga tetap dibutuhkan kemesraan suami. Se-lelah apapun, dinamika ini harus tetap dilahirkan atau dianggap perasaan cinta mulai hilang. Dan ingat, istri adalah manusia yang lembut dan senantiasa membutuhkan belaian. Jika ini tidak dipenuhi, tentu dosa akan dilimpahkan dan rumah tangga bisa menjadi korban.

Jika membaca ulasan di atas, sejatinya kemesraan merupakan bagian dari kebutuhan. Seorang istri sangat mengharapkannya dari sang suami sebagai bentuk nafkah batin. Jadi, jangan selalu fokus mencari uang saja. Kasih sayang dan rasa mesra pada pasangan juga harus dijadikan prioritas.

Baca Juga  Mengandung Banyak Air, Inilah 7 Buah Pencegah Dehidrasi
6. Romantis dan Punya Selera Humor

Romantis merupakan kunci kebahagiaan rumah tangga. Tanggung jawab ini dibebankan kepada suami karena istri memiliki sifat pemalu. Makanya, sekali waktu ajak dia untuk makan di luar rumah. Atau mengganggunya dengan kecupan mesra saat sedang memasak.

Sekalipun suami adalah pemimpin keluarga, tetapi jangan lantas bermuka masam terus. Paling tidak, serumit apapun masalah yang dialami di kantor, tetaplah tersenyum pada istri. Ajak dia bercanda dengan selera humor yang tinggi supaya hubungan benar-benar cair. Bukan tidak mungkin tipikal humoris semacam ini yang kadang dirindukan.

7. Menjadikan Istri sebagai Pacar Sepanjang Hayat

Berbahagialah istri yang dianggap pacar sepanjang hayat oleh suaminya. Karena itu bermakna dia setia dan tidak akan berpaling kepada perempuan lain. Lebih jauh lagi, pasangan juga diperlakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang layaknya kekasih. Bisa dibayangkan bagaimana rumah tangga kalau suami memiliki tipikal semacam ini.

Sifat dan sikap istri, tergantung bagaimana suaminya. Jika selalu dimanja dan disayangi, imbal balik juga bakal terjadi. Untuk itu, jangan rubah respek dan harus sama seperti ketika masih berpacaran. Serta harus meyakini kalau hanya dialah pasangan satu-satunya tidak ada yang lain.

8. Menjaga Kehormatan Keluarga

Menjaga kehormatan keluarga sama seperti menjaga nyawa. Suami yang baik dan bertanggung jawab tidak mungkin merusaknya. Termasuk tidak menceritakan masalah di dalam keluarga kepada orang lain. Sehingga mahligai tetap terlihat indah, sekalipun di dalamnya mungkin ada konflik yang mendera.

Seorang suami juga tidak akan melakukan perbuatan yang tercela. Tidak berbuat perilaku yang melanggar pidana dan memalukan. Tentunya nama baik dirinya juga nama baik keluarganya. Kalau ini dirusak tentu perpecahan mahligai tinggal menunggu waktu saja.

Baca Juga  Ini Nih Rekomendasi Minuman Sehat untuk Mengatasi Sakit Kepala, Mantap Banget Deh!

Jika tipikal suami yang baik di atas telah menjadi jiwa seorang pria, tentu dia layak menjadi idaman. Namun, tetaplah setia pada satu pasangan sekalipun berada di lingkaran asmara. Keutuhan keluarga tetap yang utama apalagi dosanya begitu besar bahkan tidak terampunkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya