by

Efektif! Inilah 6 Cara Mengatur Keuangan Bagi Pasangan Baru

Masalah keuangan menjadi salah satu sumber ketidakharmonisan dalam membangun rumah tangga. Pasalnya, masalah keuangan ini dapat menimbulkan masalah-masalah lainnya. Dalam membangun rumah tangga, khususnya bagi pasangan baru, perlu adanya kontrol dalam mengelola keuangan. Sehingga, cara mengatur keuangan bagi pasangan baru menjadi hal krusial untuk diketahui.

Hal-hal umum seperti membayar listrik, token, dan sebagainya merupakan hal yang akan dihadapi secara rutin oleh pasangan baru di rumah tangga. Apabila keuangan tidak teratur, maka hal-hal tersebut pun cenderung akan berantakan. Dari hal kecil itulah permasalahan yang lebih besar akan timbul dan menjadi benalu dalam sebuah kehidupan setelah pernikahan.

Cara Mengatur Keuangan Bagi Pasangan Baru

Mengatur keuangan dalam rumah tangga tentunya bukanlah hal yang mudah. Karena dalam rumah tangga, perlu menyatukan dua kepala dengan pemikiran yang berbeda. Maka, untuk mengatur keuangan pun terdapat beberapa hal yang harus dilakukan dan dipertimbangkan agar keuangan semakin tertata. Simak beberapa caranya di bawah ini!

1. Menentukan Pengeluaran Setiap Bulan

pasangan cina asia melihat smartphone dan berdiskusi - finance potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Cara yang pertama yaitu dengan menentukan dana yang akan dikeluarkan setiap bulannya. Pasangan baru dapat melakukan rencana anggaran setiap bulan dengan mencatat pengeluaran-pengeluaran yang sekiranya akan dilakukan, baik berupa pengeluaran bulanan atau rutin. Misalnya, kebutuhan dapur, kebutuhan anak, listrik, air, tagihan dan sebagainya.

Hal ini dapat menjadi patokan bagi pasangan baru untuk mengeluarkan uang sesuai dengan yang telah direncanakan. Sehingga, tidak ada uang yang keluar sia-sia. Semua uang dalam rumah tangga akhirnya dapat dialokasikan dengan baik sesuatu kebutuhan primer, sekunder dan sebagainya. Oleh karena itu, menentukan rancangan pengeluaran perlu dilakukan oleh semua pasangan berumah tangga.

2. Terbuka Kepada Pasangan Terkait Pendapatan

pasangan menghitung pengeluaran dan tagihan.mereka senang - finance potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Dalam pernikahan, kehidupan menjadi milik berdua. Dikarenakan terdapat dua orang yang disatukan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, perlu adanya keterbukaan khususnya dalam pendapatan masing-masing. Hal ini dilakukan agar pengeluaran dalam rumah tangga tidak terlalu memberatkan, karena suami dan istri sama-sama berkontribusi dengan baik.

Baca Juga  Tips Mudah dan Cara Pasang Wifi di Rumah Sendiri

Selain itu, pasangan pun harus terbuka dalam hal cicilan atau angsuran. Sebab, dikhawatirkan cicilan ini tidak dapat dibayar secara tepat waktu dan akhirnya menghasilkan bunga yang besar. Oleh karena itu, pasangan pun harus selalu terbuka terkait masalah tersebut. Agar dalam rencana pengeluaran pun dana dapat disisihkan sebagian untuk membayar cicilan per bulannya.

3. Memprioritaskan Investasi dan Tabungan

Investasi dan tabungan terkadang menjadi hal yang dilupakan oleh pasangan baru dalam rumah tangga. Terkadang, pasangan baru ini lebih memiliki untuk memikirkan cara untuk memenuhi gaya hidup. Padahal menabung dan melakukan investasi jauh lebih penting untuk jangka waktu panjang. Oleh karena itu, investasi dan tabungan harus dijadikan prioritas.

Pasangan baru dapat memulai investasi sejak dini dan menabung secara rutin. Hal ini dilakukan agar impian dalam pernikahan lekas tercapai satu persatu. Sehingga, apabila ada kebutuhan mendadak atau tidak terduga pun pasangan baru tidak akan merasa repot dan kebingungan. Karena sudah memiliki simpanan yang cukup dalam tabungan serta investasi.

4. Menghindari Pinjaman

tagihan menjarah dan tidak ada uang untuk membayar mereka - finance potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Cara yang selanjutnya adalah dengan menghindari pinjaman dalam segala bentuk, baik dalam nominal kecil atau besar. Melakukan pinjaman akan menjadi sebuah kecanduan dan nantinya akan dilakukan terus menerus. Banyaknya pinjaman tentunya akan merusak tata keuangan dalam rumah tangga. Sehingga, pasangan baru harus menghindari hal tersebut.

5. Mengurangi Frekuensi Belanja yang Bersifat Keinginan

wanita muda asia cantik yang tersenyum duduk di kursi rotan di ruang tamu di rumah, berbelanja online dengan laptop dan melakukan pembayaran mobile dengan kartu kredit. dengan beberapa tas belanja di sebelahnya - finance potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Sebagai pasangan baru, biasanya belanja menjadi suatu kesenangan tersendiri. Terlebih belanja hal-hal yang berkaitan dengan dekorasi rumah. Sebaiknya, belanja hanya difokuskan pada hal-hal yang dibutuhkan saja bukan yang diinginkan. Karena keuangan dalam rumah tangga tidak selalu berada di atas. Terkadang, keuangan pun mengalami penurunan.

Baca Juga  Belum Menemukan Cara Mendidik Anak yang Pembantah? Simak Ini!

Belanja hal-hal yang tidak perlu pun dapat membuat pasangan baru tidak menabung secara rutin, karena yang diprioritaskan adalah belanja. Oleh karena itu, apabila barang-barang yang diperlukan masih tersedia dan layak pakai maka lebih baik uangnya dialokasikan untuk menabung. Apabila ada kebutuhan mendadak, pasangan baru tidak perlu cemas karena memiliki tabungan.

6. Mendiskusikan Permasalahan Finansial dengan Pasangan

pasangan muda merencanakan keuangan keluarga bersama di rumah. - finance potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Manajemen keuangan dalam rumah tangga tentunya akan mengalami perubahan dalam waktu tertentu, misalnya pada saat sudah memiliki anak. Oleh karena itu, pasangan baru harus membiasakan untuk berdiskusi terkait permasalahan finansial dalam keluarga. Agar dapat mencari serta menemukan solusi bersama-sama.

Selain itu, diskusi ini pun dapat dilakukan secara evaluasi. Evaluasi ini terkait bagaimana pengeluaran istri dan suami dalam 1 bulan. Dalam evaluasi ini, akan didapatkan hal-hal yang memang penting dalam mengelola keuangan di masa mendatang. Misalnya, dengan mengurangi beberapa pembelian atau pengeluaran apabila uang yang dikeluarkan dirasa terlalu banyak.

7. Merencanakan Keuangan untuk Jangka Pendek dan Panjang

Cara terakhir yaitu dengan membuat perencanaan keuangan untuk jangka pendek dan panjang. Keuangan jangka pendek misalnya membeli kendaraan, berlibur dan sebagainya. Keuangan jangka panjang misalnya naik haji. Perencanaan ini menjadi penting untuk dilakukan agar keuangan lebih tersusun dan impian-impian tersebut segera terwujud.

Mengatur keuangan bukanlah hal yang mudah, terlebih untuk pasangan yang baru menjalin rumah tangga. Oleh karena itu, cara-cara di atas dapat diterapkan oleh pasangan baru agar dapat mengatur keuangan secara terperinci dan berguna untuk masa mendatang. Mengatur keuangan menjadi penting dilakukan karena dapat mewujudkan impian-impian dalam rumah tangga.

Comment

Artikel Terkait