by

Rahasia Puasa Dalam Perspektif Tasawuf yang Indah

Puasa tidak hanya identik dengan efek positif terhadap kesehatan saja. Tetapi juga ada rahasia puasa dalam perspektif tasawuf yang saya pikir lebih penting dan utama. Sebab, dari sisi nilai terdalam inilah akan terlihat betapa puasa merupakan ibadah yang sangat luar biasa.

Puasa dalam perspektif tasawuf pasti ada kaitannya dengan amaliah hati dan jiwa. Tentunya ini sebuah momentum umat yang ingin memiliki ruhani bersih bahkan suci sekalipun dirinya sebagai seorang manusia. Bisa dibilang juga, ibadah puasa adalah latihan untuk memperbaiki diri supaya menjadi insan yang berbudi luhur.

Nah, terkait dengan ilustrasi di atas, maka di bawah ini akan dijelaskan tentang rahasia puasa terkait dengan tasawuf. Silakan ulasannya disimak sebagai sebuah motivasi agar diri tetap menjalankan ibadah siam dengan khusyu’ dan ikhlas. Ini dia narasi yang dimaksud:

1. Bisa Mengontrol Nafsu Syahwat

Ibadah puasa ternyata bisa menjadi pengontrol nafsu syahwat. Makanya, remaja yang belum menikah harus rajin berpuasa, supaya berahinya bisa ditekan dan tidak terjerumus ke dalam jurang perzinahan. Ini tentunya sebuah jalan keluar juga untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual dan maksiat sejenis.

Seluruh manusia dibekali dengan nafsu syahwat. Ini pula yang menjadi alasan mengapa insan dihalalkan untuk berhubungan intim, dengan syarat harus bersama pasangan menikah yang sah. Artinya, birahi bukan sesuatu hal yang tabu melainkan insting naluri dari sosok seorang person.

Nah, terkadang seorang remaja yang belum menikah tidak memiliki pengontrol ini. Mungkin untuk kalangan dewasa bisa langsung berhubungan dengan sang istri. Tetapi pemuda tentu kesulitan dan ini mungkin bisa menjadi penjajahan naluri. Maka dari itu, hendaknyalah berpuasa supaya hasrat alami tersebut tidak justru menimbulkan dosa.

Baca Juga  Hadapi Insecure! Ini Cara Memotivasi Diri Sendiri Agar Bisa Bangkit Lagi
2. Melembutkan Hati

Ketika sedang berpuasa, esensinya adalah kita menjaga raga untuk tidak makan dan minum, sedangkan jiwa dijaga dari hal-hal buruk seperti gibah, fitnah, dengki, hasad dan sejenisnya. Dari sini saja sudah bisa ditangkap kalau ibadah siam bisa melatih hati agar tetap agung dan luhur.

Bisa juga dikatakan, semakin rajin berpuasa, kematangan jiwa yang tenang akan semakin tercipta. Ilustrasinya seperti latihan sepak bola. Jika Anda semakin sering berlatih bola, maka otomatis kemampuan sebagai playing football akan semakin terasah. Bukan mustahil, nanti akan menjadi pebola yang hebat dan bergaji mahal.

Nah, berpuasa juga demikian. Ibadah ini juga bisa dijadikan sebagai latihan ruhani. Selain untuk mencegah diri menyakiti orang lain, juga sebagai tameng untuk tidak membalas segala macam gangguan dari masyarakat. Artinya kita belajar sabar, ikhlas dan pemaaf dengan cara rutin berpuasa.

3. Sifat Tenggang Rasa semakin Terasah

Salah satu rahasia puasa dalam perspektif tasawuf ialah untuk memupuk sifat tenggang rasa antar umat. Dengan rajin berpuasa, sejatinya diri berlatih untuk selalu mencukupi diri dengan sesuatu yang menjadi hak saja. Ya, karena di dalam apa yang kita miliki, sejatinya ada hak orang yang membutuhkan di dalamnya.

Kita mengambil contoh makanan dan minuman. Dengan berpuasa sejatinya, kita telah berlatih untuk tidak makan dan minum secara berlebihan. Ada kalanya kita harus berbagi makanan dan minuman tersebut kepada orang yang membutuhkan. Sebuah sifat tenggang rasa yang luhur yang harus dimiliki oleh seluruh umat Islam.

Oleh sebab itu, silakan berpuasa agar ibadah sosial juga semakin terasa. Jangan ragu untuk berderma dan berbagi kepada orang lain. Toh nantinya, apa yang telah diberikan akan tetap mengalir kepada diri kita sendiri. Ini yang kita inginkan dan akan dijadikan bekal kelak ketika sudah kembali ke haribaan-Nya.

Baca Juga  Cara Menghilangkan Kebiasaan Begadang: Wajib Disimak Buat Kamu yang Suka Tidur Larut
4. Terbukanya Hijab Alam

Orang yang rajin berpuasa, maka secara otomatis setan tidak akan memenuhi relung hatinya. Asal puasanya benar serta dilaksanakan dengan keikhlasan dan kesabaran tingkat tinggi. Termasuk juga berpuasa dengan selalu menjaga hati tetap bersih.

Bukan tidak mungkin, kebiasaan berpuasa akan membuat terbukanya hijab alam. Sehingga kita selalu merasa bahagia sekalipun sedang dalam penderitaan. Sebab kita merasa sadar, pasti ada hikmah di dalam penderitaan tersebut. Bahkan para nabi diberikan mukjizat, yang salah satunya terbukanya alam malakut juga disebabkan oleh rajinnya beliau berpuasa.

Sejatinya bukan ini inti dari berpuasa, melainkan untuk mendapatkan ridho Ilahi. Tetapi ketika Allah sudah ridho, tentu Dia tidak akan sulit untuk memberikan sebuah keajaiban kepada sang hamba. Kita sendiri sebagai hamba hanya semata beribadah dan memperbanyak puasa untukNya.

5. Menimbulkan Sifat Wara’ dan Zuhud

Wara’ dan Zuhud bukan hanya dinisbatkan pada ulama dan kyai semata. Semua orang juga bisa memiliki sifat ini asalkan dengan satu syarat, bisa menjaga hatinya dari maksiat kepada Allah. Nah, solusi untuk sampai pada maqam ini ialah harus memperbanyak ibadah puasa.

Sudah dijelaskan di atas, kalau puasa bukan hanya ibadah jasmani semata dalam bentuk tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Tetapi lebih jauh dari itu, puasa juga merupakan ibadah ruhani dalam bentuk latihan hati untuk menjaga dari sifat dengki, sombong, hasut dan takabur.

Kalau latihan hati semacam ini dilakukan terus menerus, tentu wajar jika timbul sifat wara’ dan zuhud di dalam jiwa. Alangkah senangnya orang yang sudah tiba pada tingkatan ini. Mereka tidak lagi memandang dunia sebagai sesuatu yang superior tetapi hanya pendukung untuk tiba ke alam yang lebih kekal yaitu alam akhirat.

Baca Juga  Gampang Stres? Awali Harimu Dengan 6 Rekomendasi Sarapan Bergizi Ini

Itulah rahasia puasa dalam perspektif tasawuf yang perlu diketahui. Mari berpuasa supaya rahasia-rahasia di atas hadir dan menetap di dalam hati. Sebuah pengharapan seluruh umat, karena jika hati sudah baik dan mengarahkan akal ke arah kebaikan yang terimplementasi dalam perbuatan fisik, tentu surga yang akan didapatkan kelak.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait