by

Perlu Diperhatikan! Inilah Dampak Broken Home Bagi Anak

“Harta berharga adalah keluarga kita, tempat terindah adalah rumah kita”

Apakah kamu pernah membaca kutipan di atas? Atau pernahkah kamu mendengar lagu yang memiliki lirik seperti diatas?

Nah, keluarga memanglah hal yang paling berharga melebih harta yang ada. Begitu pula dengan rumah yang menjadi tempat ternyaman sekaligus tempat terindah yang senantiasa akan kita jaga.

Namun, bagaimana jika rumah dan keluarga yang sangat kita sayangkan menjadi hancur berantakan? Bagaimana pula dampaknya bagi anak yang menjadi buah atas pernikahan?

Berikut ini akan dijelaskan apa saja dampak broken home bagi anak.

1. Kurang Percaya Diri

menghadap ke dinding - anak tidak percaya diri potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Komentar miring yang senantiasa mengincar kehidupan, seringkali membuat diri kita down hingga hilang kepercayaan. Dan saat hal ini terjadi, maka kegagalan akan menjadi sebuah tantangan yang sangat sulit untuk dikendalikan. Alhasil, semua baik yang diharapkan menjadi acak berantakan.

Bagi setiap orang tua, tentu menjadi sebuah harapan besar agar seorang anak memiliki rasa percaya diri yang memiliki berpengaruh tinggi dalam menempuh hari. Sayangnya, harapan tersebut sering tak terpikirkan bahkan terabaikan oleh pasangan yang mengalami kegagalan dalam pernikahan. Akhirnya, pertengkaran dan selisih paham yang tiada henti, menjadi alasan di balik anak yang kurang percaya diri.

2. Depresi

kesepian anak laki-laki sedih di rumah - anak depresi potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Gangguan suasana hati yang ditandai dengan ketidak pedulian serta rasa sedih yang mendalam, menjadi salah satu tanda bahwa diri sendiri sedang mengalami depresi. Kondisi depresi yang sering di alami oleh anak remaja dan juga dewasa disebabkan oleh adanya tekanan problema yang tak dapat diatasi. Salah satunya berada di kondisi keluarga yang tidak harmonis alias broken home.

Seorang anak yang memiliki kondisi keluarga broken home, senantiasa menjadi lemah lantaran beranggapan bahwa diri mereka gagal dan tidak seberuntung orang pada umumnya. Akhirnya, mereka merasa tidak dihargai dan menjadi depresi.

Baca Juga  20 Referensi Kado Ulang Tahun Unik dan Menarik
3. Gangguan Mental

gadis yang tampak sedih di depan latar belakang hitam - anak depresi potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Merusak suasana hati, berpikir dan berperilaku, gangguan mental menjadi kecemasan yang senantiasa diwaspadai oleh banyak orang. Gangguan mental terjadi akibat depresi yang tiada berhenti. Akibatnya, diri menjadi penuh kecemasan dan mengalami gangguan perasaan yang tak terkendalikan. Demikian halnya pada anak yang mengalami kondisi keluarga yang broken home.

Anak yang terlahir di tengah-tengah keluarga broken home, akan merasa terguncang dan merasa diri ditolak serta kebingungan. Ketika hal ini terjadi, maka sang anak mudah merasa kesepian dan takut ditinggal sendirian. Pada akhirnya mental anak pun mengalami gangguan yang sangat memprihatinkan.

4. Pergaulan Bebas

Interaksi antara seseorang dengan orang lain yang terjadi di luar moralitas baik, telah menjadi pengertian utama dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas sendiri sering ditekankan pada anak muda yang pola pikirnya masih terbilang muda atau yang masih belum matang. Pergaulan bebas juga memiliki kategori yang cukup meluas.

Mulai dari sex bebas, judi, pemakaian obat-obatan terlarang, maupun clubbing. Biasanya aksi ini didasari oleh salah pergaulan yang membuat diri candu akan pergaulan.

Akan tetapi, tak hanya salah pergaulan, memiliki status anak broken home bisa menjadi salah satu alasan. Berbeda dengan anak yang tidak sengaja jatuh dalam pergaulan bebas, anak broken home justru melakukannya dengan sengaja. Hal ini disebabkan oleh rasa jenuh yang membuat mereka ingin menjadi hancur sebab merasa tidak dihargai.

5. Emosi Tidak Stabil

gadis anak asia dengan latar belakang dinding beton hijau, perasaan dan emosi anak-anak - anak emosi potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Emosi akan terjadi jika sesuatu tidak sesuai dengan hati atau bertentangan dengan sesuatu hal yang baik. Akan tetapi, emosi yang tidak stabil dapat terjadi di luar kedua kategori.

Seseorang dengan emosi yang tidak stabil akan lebih sensitif pada banyak hal yang dapat membuatnya marah. Baik itu hal kecil maupun hal yang sama sekali tidak layak untuk dipermasalahkan. Emosi yang tidak stabil dapat dipengaruhi oleh keadaan broken home yang di hadapi oleh sang anak. Hingga menjadikan sang anak temprament dan hilang kontrol dalam emosional.

6. Penakut

takut monster mengintai dalam bayang-bayang - anak takut potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Memiliki hal ketakutan memang terlihat wajar dalam kehidupan. Namun, menjadi sosok orang yang penakut adalah sebuah permasalahan yang kendati ingin di lepaskan. Bagaimana tidak? Orang yang penakut justru sangat sulit memiliki nyali untuk mendapati keberanian.

Baca Juga  7 Tips Membuat Hubungan Menjadi Langgeng

Akibatnya, ia tidak mampu mengalahkan ketakutan yang mengacaukan kehidupannya. Keadaan seseorang yang penakut juga dipengaruhi oleh keadaan broken home, yang sampai fatalnya melibatkan kekerasan sebagai aksi yang diperlihatkan. Inilah sebabnya, mengapa anak broken home bisa menjadi seseorang yang sangat penakut.

7. Trauma

"maafkan aku ayah!" - anak takut potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Tidak memandang rentang usia, kondisi trauma juga dapat terjadi bagi anak kecil yang mulai mengerti akan komunikasi. Trauma ini dapat berupa tidak ingin mengenal, tidak ingin bergaul, tidak ingin berbicara, bahkan tidak ingin bertemu dengan seseorang yang menyebabkan trauma itu ada.

Di sekian banyaknya alasan trauma dapat terjadi, broken home adalah salah satu alasan seorang anak memiliki trauma yang sulit untuk di bebaskan. Rekaman ingatan yang melekat pada pikiran, membuat anak broken home merasa hancur habis-habis hingga tak ingin membangun sebuah hubungan.

8. Putus Asa

kesal masalah anak duduk di tangga - anak takut potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Dari sekian banyaknya akibat broken home bagi anak, putus asa menjadi salah satu hal yang paling membahayakan. Kondisi putus asa tidak hanya membuat anak merasa gagal dan tak berdaya, tetapi juga membuat mereka menyerah dan ingin berhenti pada hidupnya. Hingga pada kasus besarnya, ada yang memilih mengakhiri hidup oleh karena pikiran tak lagi jernih seolah telah buntu dan tertutup.

Inilah alasan mengapa sebelum menikah harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, dan perlu mengenali karakter pasangan yang hendak kamu jadikan pasangan hidup. Menjalani hidup setelah menikah haruslah lebih kuat dan tangguh.

Memang, membangun rumah tangga terlihat tampak mudah layaknya menyusun balok seperti di permainan jengga, akan tetapi, justru yang ada tidaklah demikian. Hidup rumah tangga malah seperti mempertahankan balok agar tidak rubuh saat keadaan susunan terlihat sedang hampir runtuh.

Baca Juga  Intip Potret Pernikahan Felicya Angelista dan Caesar Hito Beserta Fakta Hubungan Mereka

Begitulah bahasan terkait dampak broken home bagi anak yang perlu kamu ketahui. Dan jika kamu sedang berada dalam guncangan ini, alangkah baiknya mempertimbangkan kedelapan hal di atas, sebelum mengambil keputusan yang menyebabkan kehancuran pada anak yang kamu sayangkan.

Comment

Artikel Terkait